MAKASSAR, IAINews – Prof. Dr Hj apt. Nilawati Uly, S.Si., M.Kes, CIPA, rektor Universitas Mega Buana Palopo, kembali menerima penghargaan di LLDIKTI IX Award tahun 2025 dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IX Sultanbatara.
Penghargaan sebagai Pimpinan Perguruan Tinggi Berprestasi dan Inovatif ini adalah penghargaan kali keempat yang diterima oleh Prof. apt. Nilawati.

Kegiatan yang diselenggarakan di Dian Auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Universitas Ciputra pada Sabtu, 20 Desember 2025 ini merupakan ajang penghargaan resmi bagi perguruan tinggi, dosen, tenaga kependidikan, serta mitra strategis yang menunjukkan kinerja unggul dan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan tinggi.
Acara dihadiri oleh Prof. Dr Khairul Munadi, S.T., M.Eng, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kemendikbudristek RI.
Selain penghargaan tersebut, Rektor Universitas Mega Buana Palopo ini juga membawa empat penghargaan lainnya yakni apresiasi atas keberhasilan membuka Program Doktoral S3 Kesehatan Masyarakat dan Program Studi spesialis Kedokteran Gigi. Keduanya merupakan pertama dan satu-satunya di luar kota Makassar.
Penghargaan lain yang diterima adalah apresiasi atas perolehan akreditasi program studi unggul tahun 2025 serta perguruan tinggi penyelenggara kegiatan LLDIKTI.
Penghargaan ini menjadi bukti komitmen dan inovasi berkelanjutan bagi kemajuan pendidikan.
Pimpinan yang masuk dalam kategori ini memiliki karakteristik yang membawa dampak nyata bagi institusi, di antaranya:
- Adaptabilitas Tinggi: Mampu mengarahkan kampus melewati perubahan regulasi dan perkembangan teknologi (seperti AI dan digitalisasi pendidikan).
- Peningkatan Mutu Akreditasi: Keberhasilan membawa program studi atau institusi meraih akreditasi “Unggul” melalui manajemen sumber daya yang efektif.
- Relevansi Lulusan: Inovatif dalam merancang kurikulum yang selaras dengan kebijakan MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka), sehingga lulusan lebih cepat terserap dunia kerja.
- Sinergi dan Kolaborasi: Memiliki kemampuan membangun jejaring (networking) dengan industri, pemerintah, maupun mitra internasional.

Ditemui Prof. Dr apt. Nilawati Uly menyampaikan rasa syukurnya.
“Alhamdulillah, kita mendapatkan penghargaan dari LLDIKTI IX, semoga penghargaan memberikan semangat dan inspirasi bagi kita semua untuk terus memberikan yang terbaik bagi pendidikan tinggi di Indonesia,” ungkapnya.
’’Universitas Mega Buana Palopo, Insya Allah terus berkomitmen dan konsisten membangun Pendidikan Tinggi Indonesia yang lebih Inovatif, ” tegas Prof Nilawati.
LLDIKTI IX memandang perlu memberikan apresiasi dengan beberapa alasan kuat sebagai berikut :
- Budaya Kompetisi yang Sehat
Penghargaan menciptakan standar keunggulan (standard of excellence). Ketika LLDIKTI IX memberikan apresiasi, hal ini memicu pimpinan PT lain untuk berlomba-lomba meningkatkan kualitas manajemen dan inovasi di kampus masing-masing agar tidak tertinggal.
- Validasi dan Reputasi Institusi
Bagi perguruan tinggi, penghargaan dari LLDIKTI adalah bentuk legitimasi eksternal. Ini menjadi “stempel” kepercayaan bagi masyarakat (calon mahasiswa dan orang tua) bahwa kampus tersebut dikelola oleh pimpinan yang kompeten dan visioner.
- Akselerasi Pencapaian IKU
Indikator Kinerja Utama (IKU) adalah tolok ukur keberhasilan perguruan tinggi. Pimpinan yang inovatif biasanya lebih cepat mencapai target IKU. Memberikan penghargaan kepada mereka berarti memberikan contoh konkret tentang bagaimana strategi pencapaian IKU diimplementasikan di lapangan.
- Motivasi dan Retensi SDM
Kepemimpinan adalah tugas yang berat. Apresiasi formal dari lembaga pembina (LLDIKTI) berfungsi sebagai psychological reward yang menjaga motivasi pimpinan untuk terus berdedikasi dan tetap konsisten dalam jalur inovasi.
- Pemetaan Potensi Wilayah
Melalui proses seleksi penghargaan ini, LLDIKTI IX mendapatkan data mengenai praktik-praktik terbaik (best practices) yang dilakukan di berbagai daerah. Inovasi dari satu pimpinan di sebuah daerah bisa direplikasi oleh pimpinan lain di wilayah IX.
Penghargaan ini bukan sekadar tentang seremonial, melainkan instrumen kendali mutu untuk memastikan ekosistem pendidikan tinggi di wilayah Sulawesi tetap kompetitif di tingkat nasional.
Acara semakin menarik perhatian ketika Khairul Munadi, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, menyampaikan sambutan dan membuka acara secara resmi. Dalam kesempatan ini, ia memberikan apresiasi kepada LLDIKTI Wilayah IX atas upaya pembinaan yang terus-menerus, serta kepada semua penerima penghargaan atas pencapaian dan partisipasi mereka.
“Saya menyampaikan apresiasi saya yang setinggi-tingginya kepada LLDIKTI Wilayah IX atas kontribusinya yang konsisten dalam pembinaan. Saya juga mengapresiasi semua penerima anugerah hari ini. Semoga pencapaian ini mendorong untuk melompat lebih jauh,” ungkap Khairul Munadi.
Pada kesempatan yang sama, Khairul Munadi menegaskan tiga langkah utama untuk meningkatkan dan mengubah pendidikan tinggi. Yang pertama adalah meningkatkan kualitas melalui pemenuhan dan pencapaian Indikator Kinerja Utama, serta indikator kinerja lainnya. Yang kedua adalah pentingnya meningkatkan dan memperluas kerja sama. Ketiga, perguruan tinggi harus memiliki sumber daya manusia yang jujur dan visioner.***



















