Informasi
Hubungi Redaksi IAINews melalui email : humas@iai.id
Floating Left Ads
Floating Right Ads
banner 950x90

Prediabetes, Bom Waktu yang Terabaikan, Lakukan Pemeriksaan Gula Darah Berkala

Penulis: apt. Dra. Tresnawati (Tim Media Nasional PP IAI)Editor: apt. Dra Tresnawati
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, IAINews – Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penderita diabetes mellitus terbesar di dunia. Individu dengan risiko prediabetes diperkirakan jauh lebih besar.

Berdasarkan data Internasional Diabetes Federation (IDF) tahun 2024, sebanyak 20,4 juta jiwa masyarakat Indonesia dengan rentang usia 20 – 79 tahun, hidup dengan diabetes.

Iklan ×

‘’Sementara jumlah individu dengan risiko prediabetes diperkirakan jauh lebih besar, dibandingkan mereka yang sudah terdeteksi diabetes mellitus,’’ ungkap apt. Dra Tresnawati, Direktur Operasional PT Pharma Tekno Solusi (PharmaQ) kepada IAINews.net.

Kondisi ini menjadi tantangan kesehatan masyarakat karena banyak indovidu berada pada fase risiko tinggi tanpa menyadarai perubahan kadar gula darah yang terjadi.

Apt Tresnawati menyampaikan hal tersebut, berkaitan dengan rencana diselenggarakannya webinar nasional bertajuk ‘Prediabetes: Bom Waktu yang Terabaikan – Strategi Deteksi Dini melalui Pemeriksaan Gula Darah Berkala’.

Webinar ini akan diselenggarakan oleh Ikatan Apoteker Indonesia melalui PharmaQ bekerjasama dengan Badiklat IAI dengan dukungan penuh dari APL (Anugrah Parmindo Lestari) serta Family Dr.

Digelar pada Sabtu, 25 April 2026 secara daring, webinar akan menghadirkan dua pembicara yakni dr Roy Panusunan Sibarani, SP.PD, K-EMD) dan Prof. Dr. apt. Zullies Ikawati dengan moderator Dr. apt. Dian Nurmawati, S.Si, M.farm, FACP.

Baca Juga  Hari Apoteker Sedunia: Apoteker Bersatu dalam Aksi Menuju Dunia yang lebih Sehat Perayaan di Indonesia Dipusatkan di Kendari

Prediabetes merupakan kondisi ketika kadar gula darah berada diatas normal namun belum memenuhi kriteria diabetes melitus.

Kondisi ini seringkali tidak menimbulkan gejala sehingga menjadi ‘bom waktu yang terabaikan’.

Tanpa deteksi dan intervensi yang tepat, prediabetes dapat berkembang menjadi diabetes melitus tipe 2 yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius seperti penyakit kardiovaskular, gangguan ginjal dan neuropati.

Dalam praktik kefarmasian komunitas, apotek memiliki peran penting sebagai titip deteksi dini di mayarakat.

Pemeriksaan gula darah mandiri menggunakan alat cek gula darah yang mudah digunakan, akurat dan nyaman bagi pasien dapat membantu apoteker memberikan edukasi yang lebih personal, serta mendorong pasien untuk melakukan pemantauan rutin.

‘’Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat peran apoteker dalam upaya promotif dan preventif terhadap risiko diabetes,’’ tambah apt. Tresnawati.

Peran kolaboratif antara apoteker, dokter dan tenaga kesehatan lainnya sangat penting dalam fase pencegahan ini.

Apoteker dapat memberikan edukasi mengenai penggunaan glukometer, interpretasi hasil pemeriksaan, serta konseling gaya hidup sehat.

Baca Juga  Apoteker Penyuluh Tuberkulosis Dilantik dan Rapat Kerja: Siap Bersinergi dengan Program Pemerintah Zero TBC

Sementara itu, tenaga medis berperan dalam evaluassi risiko, pemantauan kondisi pasien, serta pemberian rekomendasi intervensi yang tepat untuk mencegah progresi menuju diabetes.

‘’Webinar ini diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran terhadap prediabetes yang bisa menjadi bom waktu yang selama ini terabaikan,’’ tutur apt. Tresnawati.

‘’Disamping itu juga bertujuan untuk memperkuat peran tenaga kesehatan dalam deteksi dini, serta mendorong praktik pemeriksaan gula darah berkala sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif,’’ lanjut apt. Tresnawati.

Diharapkan kegiatan ini dapat mendukung peningkatan kompetensi profesional peserta sekaligus memenuhi kebutuhan pengembangan keprofesian berkelanjutan.

Diharapkan, setelah mengikuti webinar ini para peserta akan mampu memahami konsep prediabetes sebagai fase kritis sebelum diabetes serta risiko komplikasi jangka panjang.

Peserta juga diharapkan mampu mengedukasi pasien mengenai pentingnya pemeriksaan gula darah rutin, pola makan sehat, aktivitas fisik dan perubahan gaya hidup.

‘’Bukan hanya itu, peserta nantinya juga diharapkan akan memahami bahwa peran apotek komunitas sebagai titik deteksi dini risiko prediabetes masyarakat,’’ tambah apt. Tresnawati.

Webinar yang diselenggarakan secara gratis ini dapat diikuti oleh apoteker, apoteker spesialis, Tenaga Vokasi Farmasi baik level 5 maupun 6 serta Analis farmasi dan Makanan level 5.

Baca Juga  Rakornas IAI Sosialisasi Standar Kompetensi dan Tugas Serta Fungsi Konsil Kefarmasian

Topik Bahasan

Para pembicara akan membawakan materi sesuai dengan bidangnya masing-masing. Dr Roy Panusunan Sibarani akan memberawakn topik ‘Prediabetes sebagai Slinet Threat : Deteksi Dini, Risiko dan Intervensi Medis’.

Dalam sesi ini, dokter spesialis penyakit dalam dari RS EMC Sentul & Klinik Utama dr Indrajana ini akan membahas deteksi dini prediabetes, risiko prediabetes dan intervensi medis pada kondisi prediabetes.

Sementara pembicara kedua, Prof. Dr. apt. Zullies Ikawati, Guru Besar Fakultas Farmasi UGM akan membahas ‘Optimisasi Peran Apoteker dalam Deteksi Dini dan Edukasi Pemeriksaan Gula Darah Berkala’.

Prof. Zullies Ikawati akan menyampaikan berbagai hal mengenai teknik edukasi efektid kepada pasien dan pentingnya pemantauan risiko gula darah secara rutin.

Materi berikuanya adalah strategi intervensi gaya hidup dan konseling preventif untuk mencegah progresi penyakit pada kelompok risiko tinggi, serta penguatan jalur rujukan dan kolaborasi interprofesional antara apoteker dengan fasilitas kesehatan untuk penanganan medis lebih lanjut.

Amankan seatmu, segera daftarkan melalui barcode yang tertera dalam flyer.***

banner 325x300
```

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 950x90