Informasi
Hubungi Redaksi IAINews melalui email : humas@iai.id
Floating Left Ads
Floating Right Ads
banner 950x90

PKM Kolaborasi Nasional di Pariaman Hadirkan Edukasi Obat dan Herbal untuk Masyarakat Desa Talago Sariak

Penulis: apt. Yuliawati, M.Farm (Tim Media Nasional/PD IAI Jambi)Editor: apt. Dra Tresnawati
Penandatanganan PKM Universitas Andalan dengan Desa talago Sariak
banner 120x600
banner 468x60

PADANG, IAINews – Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Kolaborasi Nasional Perguruan Tinggi Farmasi se-Indonesia digelar pada Sabtu, 8 November 2025 di Desa Talago Sariak, Kota Pariaman.

Acara dibuka dengan sambutan Dekan Fakultas Farmasi Universitas Andalas, Kepala Desa Talago Sariak, dan Kepala BPOM Padang. Kesenian khas berupa Tasa dan Tari Gelombang turut memeriahkan kegiatan.

Iklan ×
Penandatanganan PKM Universitas Andalan dengan Desa talago Sariak

Sebagai langkah memperkuat sinergi, kegiatan diawali dengan penandatanganan kerja sama antara Universitas Andalas dan Pemerintah Desa Talago Sariak. Kolaborasi tersebut menjadi komitmen bersama dalam peningkatan literasi kesehatan yang berkelanjutan di Desa Talago Sariak.

Dekan Fakultas Farmasi UNAND, Prof. Dr. Apt. Fatma Sri Wahyuni, S.S., menekankan bahwa kegiatan kolaboratif perlu terus dilanjutkan.

Baca Juga  SAPONIFIKASI: Tips Jitu Dosen Farmasi UII Agar Istri Makin Disayang Suami – Mengolah Sampah Menjadi Berkah untuk Keluarga Sakinah

“Kegiatan pengabdian masyarakat kolaborasi nasional ini diharapkan berlanjut sehingga kampus berdampak dapat terimplementasi dan menebar manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Kepala Desa Talago Sariak, Ahmad Fahmi, S.Pd., berharap warganya semakin bijak dalam menggunakan obat melalui kegiatan pengabdian kolaborasi ini. Pengabdian ini melibatkan dosen dari 22 kampus Farmasi swasta dan negeri se-Indonesia.

Kepala BPOM Padang, Drs. Martin Suhendri, Apt., M.Farm., menegaskan pentingnya kampanye Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, Kedaluwarsa). Ia mengajak masyarakat lebih teliti sebelum membeli produk.

Demonstrasi pembuatan teh mengkudu oleh Prof. Dr. Apt. Drs. Yufri Aldi, M.Si.

Pada sesi materi, Prof. Dr. Apt. Drs. Yufri Aldi, M.Si., dari Universitas Andalas mendemonstrasikan pembuatan teh mengkudu. Ia menjelaskan manfaatnya sebagai herbal lokal yang mudah ditemukan. “Mengkudu bisa membantu menjaga tekanan darah bila diolah dengan benar,” jelasnya.

Baca Juga  Dosen UNJA Ciptakan Facial Wash Antijerawat Nanoperak Daun Dadap Serep: Lolos Pendanaan Prototipe Nasional

Apt. Rafita Yuniarti, S.Si., M.Kes., dari UMN Al Washliyah mengulas manfaat teh herbal dan antioksidan. Ia mendorong masyarakat memanfaatkan tanaman lokal sebagai minuman kesehatan mudah diolah. “Herbal adalah bagian dari budaya sehat kita,” ujarnya.

Sementara itu, apt. Yuliawati, M.Farm., dari Universitas Jambi memberikan edukasi penggunaan obat yang aman melalui konsep DAGUSIBU. Ia juga menjelaskan bahaya resistensi antibiotik akibat penggunaan yang keliru.

Tim pelaksana dan peserta pengabdian masyarakat

Kegiatan semakin hidup dengan pembagian leaflet, edukasi personal, kuis, dan doorprize. Warga tampak antusias berdiskusi dan mengikuti setiap sesi. Interaksi yang terbangun menjadikan suasana pengabdian lebih dekat dan menyenangkan.

PKM kolaborasi nasional ini diharapkan memperkuat pemahaman masyarakat tentang obat dan pemanfaatan bahan alam. Sinergi antara perguruan tinggi, BPOM, dan pemerintah desa menjadi langkah penting membangun budaya kesehatan yang mandiri dan berkelanjutan.

banner 325x300
```

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 950x90