Site icon IAI NEWS

Pilihlah Diksi Positif

HIDUP itu adalah pilihan. Sejak kita membuka mata dari tidur pun sudah dihadapkan pada dua pilihan yakni melanjutkan tidur ataukah bangun untuk bersegera menunaikan ibadah shalat Subuh? Ada sebagian orang yang memilih untuk memejamkan kembali matanya, ada pula sebagian yang dengan berjuang bersusah payah untuk membuka mata untuk bisa bangun dari tidurnya.

Jika itu pilihan, tentu kita harus bisa memilih yang baik dari yang buruk atau memilih yang terbaik dari yang baik. Manusia diberikan anugerah akal, pikiran, dan hati agar bisa menentukan pilihan terbaik dalam hidupnya. Apabila kita memilih yang baik maka kita pun berharap hasil yang baik pula.

Namun, jikalau kita bimbang dalam menentukan pilihan, membuat kita semakin ragu dan was-was terhadap pilihan yang akan diambil. Pilihan keburukan maka jauhilah. Pilihan kebaikan maka ambil dan segera perbuatlah.

Begitu pula dengan diksi positif. Kita mengambil dan menggunakan diksi positif adalah sebuah pilihan, sebab kita disuguhkan oleh dua pilihan yakni diksi positif dan diksi negatif. Disaat kita sudah memilih diksi positif maka diksi negatif akan kita hiraukan. Tapi, dikala kita ragu untuk memilih antara diksi positif atau diksi negatif maka ada kemungkinan kita akan menjatuhkan pilihan pada diksi positif ada pula kemungkinan pada diksi negatif dengan persentase fifty fifty. Terlebih parah, apabila kita secara yakin memilih diksi negatif.

Kita tahu itu kebaikan maka kita pun harus bersegera melaksanakannya tanpa harus berpikir panjang. Namun, apabila itu keburukan, berpikir panjanglah bahkan hiraukanlah agar kita tidak melaksanakan keburukan tersebut.

Diksi positif akan membawa kepada kebaikan, sama halnya dengan diksi negatif yang akan membawa pada keburukan. Kita pilih diksi positif agar kebaikan membersamai. Bukan sebaliknya malah lebih senang dibersamai oleh keburukan.

Memilih itu memang susah, disaat kita masih belum bisa menentukan pilihan itu baik atau buruk atau kita sendiri belum memiliki pengetahuan dan ilmu untuk mengambil salah satu dari pilihan yang ada.

Dari berbagai pemaparan dan tulisan mengenai diksi positif tentu kita semakin bertambah wawasan pengetahuan dan pengalaman mengenai diksi positif sehingga kita pun akan menjatuhkan pilihan pada diksi positif.

Apa artinya sebuah pengetahuan dan pengalaman sebelum kita mampu untuk bisa mengamalkannya?

Pilihlah diksi positif, tatkala kita menginginkan sebuah perubahan kebaikan dan bergelut pada kebaikan, diksi positif pula yang akan membawa pada ketenangan dan harapan untuk berjuang. Ketenangan menghadapi berbagai permasalahan hidup termasuk kesehatan serta harapan untuk berjuang menyelesaikan berbagai persoalan hidup yang tak kunjung usai.

Ketika kita sakit, diksi positif akan menjadi ‘pengobatan’ gratis yang akan sangat berdampak pada pikiran, perasaan, dan hati seseorang. Sekilas terlihat sangat sederhana tapi memberikan dampak yang luar biasa pada kesehatan. Itulah diksi positif yang kita pilih.

Pilihan itu selalu terbentang lebar di dalam kehidupan. Semuanya terhampar dan tersedia di depan mata. Kita yang menjadi ‘sang pemilih’ berbagai hal yang disajikan. Pilihlah diksi positif jika harus memilih, tapi jika tidak ada pilihan pun diksi positif tetap digunakan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.***

Exit mobile version