Site icon IAI NEWS

Perkuat Budaya Penelitian, FIKAF UII Gelar Sharing Session ‘Awardee Hibah Nasional: Kiat Menembus Pendanaan Penelitian secara Efektif’

YOGYAKARTA, IAINews – Untuk memperkuat budaya penelitian, produktifitas akademik dan daya saing Pendidikan tinggi di tanah air, FIKAF UII menggelar kegiatan sharing session pada Sabtu (20/12/2025) yang bertema “Awardee Hibah Nasional: Kiat Menembus Pendanaan Penelitian secara Efektif”.

Acara yang diselenggarakan pda Sabtu, 20 Desember 2025 oleh Forum Komunikasi Keluarga Alumni Farmasi Universitas Islam Indonesia (FIKAF UII) secara daring tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan.

Koordinator bidang organisasi FIKAF UII, apt. Ilham Alifiar, M.Farm., mengungkapkan bahwa acara ini  menarik ratusan peserta dari kalangan dosen, peneliti, dan mahasiswa pascasarjana yang antusias mempelajari strategi meraih hibah penelitian nasional.

“Melalui acara ini, kami ingin memberikan panduan praktis, memotivasi, dan mendorong kolaborasi riset yang berkualitas,” tambah Ketua FIKAF UII, Dr. apt. Hadi Kuncoro, M.Farm.

Menurut apt Hadi Kuncoro acara tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya penelitian, produktivitas akademik, serta daya saing pendidikan tinggi di tanah air.

Dipandu oleh Moderator apt. Mitha Dwi Puspitasari, M.Farm, sharing session menghadirkan 5 narasumber kompeten yang telah berpengalaman sebagai penerima hibah penelitian nasional.

Mereka adalah Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc., apt. Ferdy Firmansyah, M.Sc, Dr apt Hadri Kuncoro, M.Farm, Dr apt. Tri Fitri Yana Utami, M.Sc, serta apt Maburortul, M.Farm.

Apt. Eka Siswanto Syamsul membawakan materi terkait penulisan proposal Hibah BIMA pada skema penelitian terapan dan fundamental.

Sementara apt Ferdy Firmansyah, M.Sc memaparkan peluang dalam program EQUITY–World Class University (WCU) 2025, khususnya skema Riset Melibatkan Mahasiswa Pascasarjana (RMMP) yang didukung oleh LPDP.

Di kesempatan yang sama, Dr. apt. Hadi Kuncoro, M.Farm., berbagi strategi praktis dalam menyusun proposal yang memenuhi aspek administrasi dan substansi, termasuk tips membuat judul menarik, menyusun metode yang jelas, serta menyusun anggaran yang realistis.

Acara yang berlangsung interaktif ini turut menyajikan pengalaman nyata narasumber dari Dr. apt. Tri Fitri Yana Utami, M.Sc sebagai contoh inspiratif peraih hibah PDP dan PDD.

Peserta diberikan panduan langkah demi langkah dalam menyiapkan proposal yang kompetitif, mulai dari pemilihan skema, penulisan substansi, hingga penyusunan RAB yang akuntabel.

Sementara apt. Mabrurotul M,Farm menjelaskan terkait hibah BLU dan BOPTN yang menyampaikan pengalaman dalam menyusun proposal untuk skema tersebut terutama terkait pentingnya kesesuaian proposal dengan pedoman maupun menyusun metode yang jelas.

Dalam paparannya, para narasumber menekankan pentingnya kesesuaian proposal dengan pedoman, kelengkapan dokumen, serta kebaruan penelitian yang diusulkan.

Mereka juga menyoroti perlunya perencanaan roadmap penelitian yang matang, kolaborasi dengan mitra, serta pemanfaatan rekam jejak penelitian melalui SINTA dan Scopus.

Sharing session ini diharapkan dapat memotivasi dan memandu para akademisi untuk lebih aktif dalam mengajukan proposal hibah, sehingga mampu meningkatkan kualitas penelitian dan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta masyarakat.***

Exit mobile version