MEDAN IAI News – Kongres XXII Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) resmi dibuka di Hotel Aryaduta Medan, Selasa (4/8/2026). Sebagai tuan rumah, Ketua Pengurus Daerah (PD) IAI Sumatera Utara, Agustama, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Sumatera Utara untuk menjadi penyelenggara kongres nasional tersebut.
Dalam sambutannya, Agustama mengungkapkan bahwa penyelenggaraan Kongres IAI di Kota Medan merupakan momen yang telah lama dinantikan oleh para apoteker di Sumatera Utara.
“Selama 44 tahun kami menunggu agar Kongres Ikatan Apoteker Indonesia dapat dilaksanakan di Kota Medan. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada Pengurus Pusat IAI atas kepercayaan yang telah diberikan kepada Sumatera Utara sebagai tuan rumah Kongres XXII IAI,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa perbedaan pandangan yang muncul dalam sebuah organisasi merupakan sesuatu yang wajar. Menurutnya, dinamika tersebut justru menjadi bukti bahwa IAI dihuni oleh insan-insan yang memiliki ilmu pengetahuan dan kepedulian terhadap kemajuan organisasi.
“Dalam organisasi, perbedaan pandangan adalah hal yang lumrah. Itu merupakan tanda bahwa Ikatan Apoteker Indonesia dipenuhi oleh orang-orang yang berilmu dan memiliki kepedulian terhadap masa depan organisasi,” katanya.
Agustama mengajak seluruh peserta kongres untuk tetap menjaga persatuan dan semangat kekeluargaan, meskipun terdapat berbagai dinamika selama proses kongres berlangsung.
“Meskipun banyak dinamika di dalam kongres, di luar forum mari kita tetap bersatu membangun Ikatan Apoteker Indonesia dengan semangat kekeluargaan,” pesannya.
Menutup sambutannya, Agustama menyampaikan keyakinannya bahwa siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Ketua Umum PP IAI merupakan putra-putri terbaik yang akan membawa organisasi semakin maju.
“Siapapun yang menjadi ketua terpilih nantinya adalah putra-putri terbaik Ikatan Apoteker Indonesia. Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Sumatera Utara sebagai tuan rumah Kongres XXII IAI,” pungkasnya.

