Informasi
Hubungi Redaksi IAINews melalui email : humas@iai.id
Floating Left Ads
Floating Right Ads
banner 950x90

Pelayanan Kesehatan Relawan ATB IAI di desa Babak Krueng, Pidie Jaya Diserbu Pasien

Penulis: apt. Dra. Tresnawati (Tim Media Nasional PP IAI)Editor: apt. Dra Tresnawati
Layanan psikososial pun dilakukan untuk menghibur anak-anak korban bencana.
banner 120x600
banner 468x60

PIDIE JAYA, IAINews – Pelayanan kesehatan (pelkes) yang dilakukan oleh relawan Apoteker Tanggan Bencana (ATB) IAI di desa Babak Krueng, Kecamatan Bandar Bru Ulegle, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh diserbu pasien.

‘’Pasien yang datang ke Pelkes Kolaborasi Peduli Sumatera Jumat, 12 Desember kemarin sempat diserbu pasien yang memang sudah lama menunggu hadirnya posko kesehatan,’’ tutur apt. Zulhijrah, salah satu relawan ATB PP IAI yang berangkat ke Aceh.

Iklan ×
Layanan psikososial pun dilakukan untuk menghibur anak-anak korban bencana.

Pelayanan kesehatan yang dilakukan mulai jam 15.00 tersebut terpaksa harus diakhiri pada jam 18.30 WIB karena kondisi yang mulai gelap dan tidak ada listrik di desa tersebut.

‘’Kemarin itu karena memang kita mulai sudah sore, rencananya akan mobile saja seandainya ada yang berobat, ternyata pasien membludak. Karena sudah mau maghrib akhirnya terpaksa kita sudahi setelah melayani sekitar 50 pasien,’’ tutur apt. Zulhijrah yang akrab disapan Ijoel ini.

Sebelum mobile, tim telah melayani sebanyak 168 pasien yang datang berbondong-bondong ke posko.

Pelayanan kesehatan kali ini merupakan kolaborasi ATB PP IAI, PD IAI Banten, PD IAI Aceh dan IDI Wilayah Banten dengan koordinator dr Eling Andyani.

Baca Juga  Peran Apoteker Sebagai First Contact Pemberian Konseling Pengguna Awal Kontrasepsi

‘’Karena kami datang bersama dokter, sehingga bisa melakukan pelayanan kesehatan,’’ tutur apt. Ijoel.

Jumat, 12 Desember adalah hari pertama tim Medis Banten Peduli Sumatera di Kabupaten Pidie Jaya, setelah tiba di Banda Aceh sehari sebelumnya.

Pelayanan kesehatan di desa Babak Krueng oleh tim hasil kolaborasi IAI dan IDI.

Pidie Jaya adalah wilayah terdampak banjir dan tanah longsor yang terdekat dengan Banda Aceh.

Kondisi masyarakat di wilayah tersebut sangat memerlukan pelayanan kesehatan, karena itulah tim memutuskan untuk mendatangi lokasi tersebut di hari pertama bertugas.

Mereka memberikan layanan kesehatan dasar, melakukan skrining penyakit serta edukasi terkait penyakit paska bencana.

Secara khusus tim memprioritaskan untuk melayani ibu hamil, balita, lansia, penderita penyakit kronis yang menjadi korban bencana Sumatra kali ini.

Relawan ATB Ikatan Apoteker Indonesia bersama tim media melakukan pemeriksaan kesehatan umum, pelayanan anak dan balita, pelayanan kesehatan lansia, skrining penyakit menular  seperti ISPA, diare, TB dan sebagainya.

Baca Juga  Ikatan Apoteker Indonesia Gelar Rakernas 2025 di Makassar

Relawan juga memberkan vitamin/obat-obatan, melakukan pemeriksaan tekanan darah, memberikan edukasi kesehatan (PHBS, sanitasi, pencegahan penyakit pascabencana)

Tim juga menemukan pasien yang mengalami katarak, glaukoma dan PJK dan merujuknya ke rumah sakita terdekat.

Tim relawan kolaborasi ATB PP IAI, PD IAI Banten, PD IAI Aceh serta IDI Wilayah Banten di desa Babak Krueng. Pidie Jaya, Aceh.

Selain melakukan pelayanan kesehatan, para relawan juga melakukan kegiatan psikososial yang melibatkan 50 anak yang menjadi korban bencana banjir dan tanah longsor.

Apt. Taty Rahmawati mengajak anak-anak bermain dan menghibur mereka dengan cara mengajak mereka bercerita, bernyanyi dan bercanda. Anak-anak juga mendapatkan oleh-oleh berupakan makanan kecil yang biasanya disukai mereka.

”Layanan psikososial ini diharapkan dapat membantu anak-anak mengatasi trauma akibat bencana yang mereka alami,” tutur apt. Tati Rahmawati.

Selain layanan psikososial, tim juga melakukan penyuluhan mengenai herbal yang diikuti oleh 50 orang. Mereka mendapatkan edukasi bagaimana memanfaatkan tanaman herbal untuk mengurangi kondisi penyakit tertentu.

Beberapa penyakit yang ditemukan di lokasi tersebut antara lain tinea pedis (kutu air), ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut), gastritis (nyeri lambung), hipertensi, diare dan dermatitis (peradangan kulit).

Baca Juga  Penuhi Harapan Obat Modern Dengan SNEDDS Bahan Alam Usadha Bali!

‘’Walaupun pasien yang datang membludak, diluar perkiraan kami, tapi alhamdulillah berjalan lancar dan tertib, persediaan logistik umum dan obat-obatan yang kami siapkan juga dapat memenuhi kebutuhan,’’ urai apt. Ijoel.

Selain kurangnya air bersih, apt. Ijoel menemukan banyaknya keluhan tinea pedis yang memerlukan pelayanan lanjutan, karena itu ia merekomendasikan untuk dilakukan bakti sosial lanjutan untuk menangani berbagai masalah yang masih ada.

Tim juga merekomendasikan agar dilakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk memberikan layanan kesehatan yang lebih memadai.

Adapaun tim yang bertugas di Desa  Babak Krueng kali ini adalah dr. Elling Andyani, ⁠dr. Elly Agustiana, ⁠dr. Mirza Hasani, ⁠dr. Asmia Djunishap,  apt. Tati Rahmawati, apt. Zulhijrah,  apt. Brisbane, apt. Tedy Kurniawan, apt. Niar, apt. Jannah, apt. Nadia, apt. Nurhanisa, apt. Alfin serta  ⁠Noval sebagai petugas dokumentasi.

Sekembali tim ke Banda Aceh, langsung kembali melakukan koordinasi dan persiapan untuk melakukan bakti sosial keesokan harinya ke Bireuen dan sekitarnya.***

 

banner 325x300
```

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 950x90