Site icon IAI NEWS

PD IAI Kaltim Gelar POPCA XX, Perkenalkan Organisasi kepada 111 Calon Anggota

SAMARINDA, IAINews – PD IAI Kaltim (Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia  Kalimantan Timur) sukses menggelar acara Pengenalan Organisasi dan Pembinaan Calon Anggota (POPCA) angkatan XX pada Sabtu, 15 Februari 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Samarinda ini diikuti oleh 111 peserta yang telah dinyatakan lulus Uji Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI) dan Ujian OSCE, serta baru saja menjalani sumpah apoteker.

Dengan demikian, para peserta secara sah telah memenuhi persyaratan perundang-undangan untuk diangkat sebagai apoteker dan siap berikrar menjadi anggota IAI, organisasi profesi apoteker tertua yang diakui pemerintah.

Acara yang dimulai sejak pukul 07.30 WITA dengan registrasi peserta ini dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Pengurus Pusat IAI, apt. Noffendri Roestam, S.Si., yang hadir memberikan sambutan secara daring.

Dalam arahannya, apt. Noffendri Roestam juga mendorong para apoteker muda untuk aktif bergabung dalam Indonesian Young Pharmacists Group (IYPG) sebagai wadah pembelajaran kepemimpinan dan pengembangan jaringan.

“Ikuti proses berorganisasi dengan sungguh-sungguh, karena IAI hadir untuk memperjuangkan hak-hak profesi apoteker di Indonesia,” ujar apt. Noffendri Roestam.

Sementara itu, Ketua PD IAI Kaltim, Dr. apt. Arsyik Ibrahim, M.Si., dalam sambutannya mengimbau para calon anggota untuk berperan aktif dalam organisasi, khususnya di wilayah Kaltim.

Apt. Arsyik Ibrahim menyebut bahwa tantangan profesi apoteker ke depan semakin nyata, sehingga peningkatan ilmu dan keterampilan menjadi keharusan.

“IAI akan menjadi fasilitator bagi anggota yang ingin berkembang dan berdaya saing. Jika menemukan kejanggalan dalam praktik, segera koordinasi dengan pengurus daerah atau cabang,” pesannya.

Pembukaan acara juga diisi dengan pembacaan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta Hymne dan Mars IAI yang diikuti seluruh peserta dan pengurus yang hadir.

Rangkaian materi POPCA XX terbagi dalam beberapa sesi. Materi pertama menghadirkan pengenalan organisasi IAI dari sisi Dewan Kehormatan (DEWAS), Majelis Kehormatan Etik Apoteker Indonesia (MKEAI), serta struktur organisasi IAI yang disampaikan oleh Sekretaris DEWAS IAI Kaltim apt. Kamaludin Jafar, S.Si., Sekretaris MKEAI apt. Achmad Kadri Ansyori, M.Sc., dan Sekretaris PD IAI Kaltim apt. La Ode Basmudin, S.Si. Mereka memaparkan peran serta fungsi organisasi dalam mencapai tujuan bersama profesi apoteker.

Pada materi kedua, peserta diperkenalkan dengan berbagai himpunan dan perhimpunan seminat yang aktif di PD IAI Kaltim. Mulai dari Hisfardis (Himpunan Seminat Farmasi Distribusi), Hisfarsi (Himpunan Seminar Farmasi Rumah Sakit), Hisfarma (Himpunan Seminar Farmasi Komunitas), Hisfarkesmas (Himpunan Seminat Farmasi Kesehatan Masyarakat), Apoteker Tanggap Bencana (ATB), hingga IYPG (Indonesian Young Pharmacists Group).

Setiap perwakilan himpunan menjelaskan sejarah, program, dan tujuan organisasinya. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan dalam sesi ini.

Sesi ketiga diisi dengan perkenalan masing-masing pengurus cabang (PC) se-Kalimantan Timur, yang dibagi dalam breakout room sesuai tujuan mutasi peserta.

Terdapat sembilan PC yang memperkenalkan diri, yakni PC Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara, Bontang, PPU, Paser, Kutai Timur, Kutai Barat, dan Berau.

Bagi peserta yang akan bermutasi ke luar Kaltim, mereka bergabung di PC Samarinda.

Dalam sesi ini, peserta mendapatkan penjelasan mengenai ketentuan administrasi pelayanan di masing-masing daerah serta pentingnya koordinasi dengan PC jika menghadapi hambatan di lapangan.

Materi terakhir difokuskan pada pengenalan aplikasi SiAp dan aplikasi Satu Sehat dari Kementerian Kesehatan yang disampaikan oleh apt. Nuficho Nor Rachman, S.Farm., selaku Penanggungjawab Aplikasi SIAp PD IAI Kaltim.

Materi ini menjadi krusial karena menjelaskan kewajiban apoteker dalam mengumpulkan Satuan Kredit Profesi (SKP) secara digital untuk pemenuhan kompetensi berkelanjutan.

Acara POPCA XX resmi ditutup pada pukul 16.00 WITA. Para peserta berharap kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan dengan pelatihan-pelatihan lanjutan yang lebih aplikatif guna mendukung pengembangan profesi apoteker di masa mendatang.***

Exit mobile version