Balikpapan, IAI News – Pelayanan dispensing sediaan steril menjadi salah satu kompetensi penting bagi apoteker, khususnya yang bekerja di rumah sakit.
Dalam upaya meningkatkan kompetensi ini, Himpunan Seminat Farmasi Rumah Sakit (HISFARSI) PD IAI Kalimantan Timur menyelenggarakan seminar dan workshop bertema “Peningkatan Kompetensi Apoteker dalam Penerapan Dispensing Sediaan Steril di Rumah Sakit” pada Sabtu, 14 September 2024, di Hotel Jatra, Balikpapan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja HISFARSI PD IAI Kalimantan Timur periode 2024-2028, khususnya di bidang Pendidikan dan Pelatihan. Dilaksanakan secara hybrid, acara ini dihadiri oleh peserta dari berbagai rumah sakit di Kalimantan Timur, dengan 102 peserta hadir secara offline dan 90 lainnya mengikuti secara daring melalui Zoom.
Ketua PD IAI Kalimantan Timur, Dr. apt. Arsyik Ibrahim, M.Si., dan Ketua PC IAI Balikpapan, apt. Endah Rahmawati, S.F., turut hadir dalam acara ini.
Ketua panitia, apt. Marwin, M.Farm., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama dengan PT Otsuka, bertujuan meningkatkan pengetahuan apoteker terkait pentingnya dispensing sediaan steril di rumah sakit. “Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi dan kualitas sejawat apoteker dalam pelayanan kefarmasian di tempat praktik masing-masing,” ujar apt. Marwin, yang berpraktik di RSUD Kanudjoso.
Sementara itu, Ketua HISFARSI PD IAI Kalimantan Timur, apt. M. Haryadi Saputro, M.Pharm., menyampaikan bahwa ini adalah kegiatan perdana HISFARSI di periode kepengurusan 2024-2028. “Kami berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan peningkatan kompetensi, baik dalam manajemen kefarmasian maupun pelayanan farmasi klinik,” ujar apoteker yang akrab disapa Puput. Ia juga menambahkan bahwa HISFARSI akan terus memberdayakan apoteker Kalimantan Timur sebagai narasumber dalam berbagai kegiatan.
Dr. apt. Arsyik Ibrahim, M.Si., Ketua PD IAI Kalimantan Timur, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada pengurus HISFARSI atas upayanya dalam meningkatkan kompetensi apoteker rumah sakit. “Pengurus daerah berkomitmen untuk terus mendukung HISFARSI dalam program kerja peningkatan kompetensi dan profesionalisme apoteker,” ujarnya.
Workshop ini menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu apt. Iwan Wahyudin, S.Si., dari PT Otsuka, dan apt. Octaviana Maria Simbolon, M.Farm.Klin., apoteker dari RSUD Ratu Aji Putri Botung, Penajam, yang juga pengurus HISFARSI bidang Farmasi Klinik.
Sesi pertama dibuka oleh apt. Iwan Wahyudin, S.Si., yang membahas “Stabilitas & Kompatibilitas Obat Injeksi”. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas obat, yaitu kemampuan produk untuk mempertahankan sifat dan kualitasnya selama periode penyimpanan dan penggunaan. Ia juga menekankan tiga isu utama dalam penyiapan obat injeksi: sterilitas, stabilitas, dan kompatibilitas.
Sesi kedua dilanjutkan oleh apt. Octaviana Maria Simbolon, yang membahas “Pencampuran Obat Injeksi dengan Teknik Aseptik”. Ia menjelaskan bahwa dispensing sediaan steril di rumah sakit adalah kewajiban yang diatur dalam standar PKPO 5 Akreditasi Rumah Sakit. Selain teori, apt. Octaviana juga mempraktikkan langsung teknik pencampuran injeksi dengan metode aseptik.
Peserta workshop dibagi menjadi lima kelompok dan diberikan simulasi yang berbeda, dengan bimbingan apoteker berpengalaman dari RSUD Kanudjoso Balikpapan. Simulasi ini dilakukan dengan serius, mencerminkan kondisi nyata di lapangan.
Pentingnya Dispensing Sediaan Steril Dispensing sediaan steril di rumah sakit bertujuan memastikan pasien menerima obat dengan dosis yang tepat, menjaga sterilitas dan stabilitas produk, melindungi petugas dari zat berbahaya, dan mencegah kesalahan pemberian obat. Obat harus steril karena langsung berkaitan dengan cairan tubuh yang tidak memiliki pertahanan lengkap seperti saluran cerna. Sterilitas ini mutlak, tanpa kompromi.
Metode Teknik Aseptik Teknik aseptik digunakan untuk memastikan produk tetap steril selama proses dispensing tanpa sterilisasi akhir. Beberapa hal penting dalam teknik aseptik meliputi:
- Lepas semua perhiasan di pergelangan tangan dan jari.
- Dilarang makan, minum, atau merokok di area kerja.
- Hindari berbicara, batuk, atau bersin menghadap produk.
- Jangan letakkan materi non-esensial seperti kalkulator atau ballpoint di atas meja kerja.
Dispensing sediaan steril harus dilakukan oleh tenaga kefarmasian yang terlatih, untuk menjamin keamanan dan efektivitas obat bagi pasien.
Oleh karena itu, pelatihan seperti ini sangat penting dan harus terus dilaksanakan.

