DI pasar tradisional maupun swalayan, lobak putih (Raphanus sativus L.) sering tampil sederhana: umbi putih silindris sepanjang 5–30 cm, kulit bersih, daging renyah.
Di balik penampilannya, sayuran ini mengandung serat, vitamin C, kalium, dan senyawa glucosinolate-isothiocyanate yang berperan bagi pencernaan, imunitas, dan kontrol glukosa darah, dengan catatan konsumsi wajar.
Isothiocyanate yaitu jenis antioksidan yang bisa membersihkan tubuh dari cat penyebab kanker, bahkan mencegah perkembangan tumor.
Lobak putih berasal dari negara Tiongkok yang juga memiliki nama lain daikon dan lobak Jepang. Sayuran ini kemudian banyak dibudidayakan di Indonesia, khususnya di daerah dataran rendah dan pegunungan.
Raphanus sativus L ini masuk ke dalam keluarga Brassicaceae atau Cruciferaceae. Golongan kelompok sayuran tersebut masih satu keluarga dengan sayuran kol atau kubis.
Lobak putih merupakan tanaman semusim berpola roset: batang pendek berongga, daun lonjong berbulu halus dengan tepi bergerigi, serta bunga bertandan putih-ungu berurat hijau.
Umbi yang dimanfaatkan adalah akar tunggang yang menyimpan cadangan makanan. Tumbuh optimal di lahan berdrainase baik dengan cuaca dingin-lembap, baik di dataran rendah maupun tinggi.
Pemahaman morfologi ini membantu konsumen memilih umbi segar—kulit mulus, padat, tanpa retak.
Manfaat Yang Didukung Kandungan Gizi
Serat tinggi membuat lobak mengenyangkan lebih lama dan melancarkan pencernaan, cocok untuk mereka yang sedang menjalani program diet.
Serta pada makanan akan lewat tanpa melalui proses pencernaan, sehingga tidak akan meningkatkan kadar gula. Melancarkan kerja pencernaan dan memberi asupan makanan bagi bakteri baik di dalamnya.
Vitamin C dan antioksidan memperkuat daya tahan tubuh dan melindungi sel dari radikal bebas. Kandungan antioksidan dalam lobak diyakini dapat menurunkan tekanan darah tinggi, sekaligus mencegah risiko serangan jantung dan stroke.
Data fitokimia menunjukkan glucosinolate dan isothiocyanate berkontribusi mengatur kadar gula darah, meski bukan pengganti obat diabetes.
Penggunaan tradisional untuk meredakan batuk dan sakit tenggorokan masih populer, namun efeknya bersifat pendukung.
Studi laboratorium mengaitkan antioksidan lobak dengan potensi antikanker (misalnya payudara dan prostat); ahli menegaskan ini belum menjadi rekomendasi klinis.
Menurut Data Komposisi Pangan milik Kementerian Kesehatan RI, ada beragam nutrisi penting yang terkandung pada jenis lobak ini. Dalam 100 gr sayur lobak bisa menyumbang sekitar 21 kalori, 0,9 gr protein, 0,1 gr lemak, 4,2 gr karbohidrat dan 1,4 gr serta.
Selain itu sejumlah vitamin dan mineral lenekgapi zat giczi dalam sayuran lobak ini. Mulai dari vitamin B, vitamin C, vitamin K, kalsium, fosfor, zat besi, natrium, kalium, tembaga hingga seng (zinc)
Cara Olah Dan Batas Amannya
Lobak dapat dikonsumsi mentah, dibuat sup, tumisan, atau acar (seperti namasu Korea). Mengupas kulit dan menambahkan garam membantu mengurangi rasa pahit dan bau langu.
Simpan di tempat kering dan sejuk 5–7 hari. Peringatan penting: konsumsi berlebihan dapat mengiritasi saluran cerna; penderita batu empedu disarankan membatasi.
Ibu hamil tetap dapat mengonsumsi dalam jumlah wajar.
Ahli gizi mengingatkan, manfaat optimal diperoleh bila lobak menjadi bagian pola makan beragam, bukan satu-satunya andalan.
Seperti bahan pangan lain, efek kesehatan bergantung pada jumlah, cara olah, dan kondisi individu.***













