Medan, IAINews — Setiap hari, relawan kemanusiaan terus berdatangan dari berbagai wilayah untuk membantu warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Mereka hadir dengan satu tujuan: meringankan beban masyarakat yang kini tengah berjuang di tengah sisa-sisa bencana.
Para relawan bergerak tanpa mengenal lelah, menjangkau wilayah perkotaan hingga pelosok terpencil Aceh Tamiang. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari penyaluran bantuan sembako dan pakaian layak pakai, pelayanan kesehatan bagi warga terdampak, hingga pembersihan lumpur di fasilitas umum dan rumah-rumah warga yang terendam banjir.
Salah seorang relawan Apoteker Tanggap Bencana (ATB), Apt. Chaliq, yang datang dari Bengkulu, mengungkapkan bahwa dirinya bersama tim telah berada di Aceh Tamiang selama enam hari. Selama itu pula, ia menyaksikan langsung beratnya penderitaan warga akibat banjir yang melumpuhkan aktivitas kehidupan sehari-hari.
“Kami melihat langsung bagaimana warga harus bertahan dalam keterbatasan, sementara sejumlah fasilitas umum belum dapat beroperasi kembali,” ujarnya.
Ia mengakui, perjuangan para relawan selama berhari-hari di lokasi bencana bukanlah hal yang mudah. Kelelahan fisik dan mental kerap dirasakan, terlebih ketika harus bekerja dari pagi hingga malam hari. Namun, semua rasa letih itu seolah sirna saat melihat sambutan hangat warga.
“Lelah itu hilang seketika ketika kami melihat senyuman tulus para korban banjir. Senyuman yang ikhlas, meskipun mereka sedang berada dalam kondisi yang sangat sulit,” tambahnya.
Menutup keterangannya, Apt. Chaliq menyampaikan kekagumannya terhadap ketegaran warga Aceh Tamiang. Menurutnya, di balik rumah yang rusak dan kehidupan yang porak-poranda, tersimpan kekuatan dan keikhlasan yang luar biasa.
- Pembagian alat sholat untuk warga Aceh Tamiang korban banjir
“Warga Aceh Tamiang adalah manusia-manusia kuat. Mereka masih mampu tersenyum di tengah bencana besar yang menghancurkan banyak hal dalam hidup mereka,” pungkasnya.

