Site icon IAI NEWS

Kunjungan STIKSAM ke UNPRI dan INKES Medistra Lubuk Pakam Perkuat Sinergi Akreditasi dan Kurikulum

Medan, IAINews – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda (STIKSAM) melakukan kunjungan kerja strategis ke dua perguruan tinggi mitra di Sumatera Utara, yaitu Universitas Prima Indonesia (UNPRI) di Medan dan Institut Kesehatan (INKES) Medistra Lubuk Pakam di Deli Serdang, pada Senin (3/8/2026).

Rombongan STIKSAM yang dipimpin langsung oleh Ketua STIKSAM, apt. Supomo, S.Si, M.Si., ini bertujuan untuk melakukan studi tiru sekaligus memperkuat jaringan kerja sama di bidang akademik dan manajemen mutu perguruan tinggi.

Rombongan STIKSAM yang hadir dalam kunjungan ini tergolong komplet, melibatkan jajaran pimpinan dan pengelola program studi. Turut serta dalam delegasi tersebut adalah Ketua Badan Penjaminan Mutu (BPM) Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc., Ketua Prodi Profesi Apoteker Dr. apt. Triswanto Sentat, M.Farm.Klin, Sekretaris Prodi S1 Farmasi apt. Novi Milasari, M.Farm., serta Sekretaris Prodi D3 Farmasi apt. Ghina Adhila, M.Farm.

Kehadiran unsur pimpinan ini menunjukkan keseriusan STIKSAM dalam mengadopsi praktik terbaik dari institusi kesehatan ternama di Sumatera Utara.

Kunjungan pertama rombongan STIKSAM disambut hangat oleh civitas akademika Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Prima Indonesia (UNPRI) yang berlokasi di Jl. Sampul No. 3, Medan. Pihak UNPRI yang menyambut langsung kedatangan tamu dari Kalimantan Timur tersebut adalah Wakil Dekan 1 Fakultas Ilmu Kesehatan UNPRI, apt. Razoki, S.Si., M.Kes., M.Biomed., M.H. Suasana diskusi yang interaktif langsung terjalin sejak sesi pembukaan, mencerminkan semangat kolaborasi antar institusi pendidikan tinggi.

Setelah rangkaian acara di UNPRI, rombongan STIKSAM melanjutkan perjalanan ke Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam yang terletak di Kabupaten Deli Serdang. Di kampus ini, delegasi STIKSAM diterima oleh jajaran pimpinan puncak institusi, yakni Wakil Rektor III Dr. Bd. Basyariah Lubis, S.ST., M.Kes., serta Dekan Fakultas Farmasi Dr. apt. Samran., M. Si. Turut hadir pula para kaprodi dari jenjang Sarjana Farmasi, Profesi Apoteker, hingga Program Studi S2 Farmasi, yang menunjukkan sambutan antusias dari seluruh elemen fakultas.

Kedua kunjungan ini difokuskan pada pembahasan teknis dan strategis seputar peningkatan mutu pendidikan tinggi bidang farmasi. Di UNPRI dan Medistra Lubuk Pakam, tim STIKSAM mendalami mekanisme Bundling akreditasi untuk program studi S1 Farmasi dan Profesi Apoteker.

Sistem bundling ini dinilai penting karena memungkinkan dua jenjang pendidikan tersebut diakreditasi secara simultan, sehingga efisiensi waktu dan sumber daya dapat tercapai tanpa mengorbankan kualitas standar yang ditetapkan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) Kesehatan.

Selain akreditasi, diskusi juga menyoroti tata kelola perguruan tinggi yang baik (good university governance) sebagai fondasi utama pengembangan institusi. Pihak STIKSAM sangat tertarik dengan model tata kelola yang diterapkan kedua kampus mitra, terutama dalam hal pengelolaan sumber daya, transparansi anggaran, serta optimalisasi peran Badan Penjaminan Mutu (BPM) dalam mengawal seluruh proses pendidikan.

Diskusi ini menjadi ajang berbagi pengalaman dan solusi atas tantangan administrasi yang kerap dihadapi oleh perguruan tinggi swasta di daerah.

Aspek kurikulum juga menjadi porsi diskusi yang tidak kalah intens, dengan fokus pada implementasi Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE).

Kedua institusi di Sumatera Utara berbagi pengalaman mengenai penyusunan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), pemetaan bahan kajian, serta sistem penilaian yang mampu mengukur secara valid apakah lulusan telah mencapai kompetensi yang diharapkan. Adaptasi kurikulum OBE ini menjadi krusial mengingat tuntutan dunia kerja yang terus berkembang dan membutuhkan apoteker serta tenaga farmasi yang adaptif dan kompeten.

Sesi jaminan mutu menjadi salah satu topik yang paling mendalam selama pertemuan berlangsung. Di Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam, diskusi bahkan diperkaya dengan kehadiran sejumlah dosen senior dan ahli, antara lain apt. Suprianto, S.Si.,M.Si., Dr. apt. Vivi Asfianti, M.Si, Dr. apt. Sumardi, M.Sc., dan apt. Yosi Darmirani, M.Farm.

Mereka memaparkan secara praktis bagaimana sistem penjaminan mutu internal berjalan mulai dari tingkat program studi hingga ke level universitas, termasuk mekanisme audit mutu, umpan balik mahasiswa, serta tindak lanjut hasil evaluasi.

Di akhir sesi kunjungan, Ketua STIKSAM apt. Supomo, S.Si, M.Si., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas keterbukaan dan keramahan yang ditunjukkan oleh UNPRI dan Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam. Beliau berharap bahwa hasil dari studi tiru ini dapat segera diimplementasikan di lingkungan STIKSAM, terutama dalam rangka persiapan akreditasi ulang dan peningkatan kualitas lulusan. “Kami datang untuk belajar, dan kami pulang dengan bekal yang sangat berharga untuk kemajuan bersama,” ujar apt. Supomo dalam sambutan penutupnya.

Sementara itu, para pimpinan dari kedua institusi mitra menyambut positif kunjungan ini dan menyatakan komitmen untuk terus menjalin silaturahmi akademik dengan STIKSAM. Wakil Rektor III Medistra Lubuk Pakam, Dr. Bd. Basyariah Lubis, menekankan pentingnya kolaborasi antar perguruan tinggi di luar Pulau Jawa untuk saling menguatkan ekosistem pendidikan kesehatan nasional. “Sinergi seperti ini yang akan membawa dunia farmasi Indonesia semakin maju dan berdaya saing,” tegasnya.

Kunjungan yang berlangsung selama satu hari penuh ini ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan cenderamata sebagai simbol kenang-kenangan.

Rombongan STIKSAM dijadwalkan kembali ke Samarinda pada keesokan harinya dengan membawa berbagai kesepakatan tindak lanjut, termasuk rencana pertukaran dosen dan mahasiswa, serta kolaborasi penelitian di bidang farmasi klinis dan sains. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kemitraan yang berkelanjutan demi mencetak tenaga kesehatan yang unggul dan profesional di Indonesia (Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc)

 

Exit mobile version