SAMARINDA IAINews — Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya pembuangan sampah obat secara sembarangan mendorong lahirnya komitmen bersama lintas sektor di Kalimantan Timur. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Samarinda bersama para pemangku kepentingan resmi meluncurkan Gerakan ABSONESIA (Ayo Buang Sampah Obat dengan Benar untuk Indonesia) di area Car Free Day (CFD) GOR Sempaja, Samarinda, Minggu (26/4/2026) pagi, sebagai langkah kolektif membangun budaya pengelolaan limbah obat yang bertanggung jawab.
Kegiatan yang berlangsung pukul 06.00–10.30 WITA itu tidak hanya menjadi ajang deklarasi, tetapi juga dirangkaikan dengan layanan kesehatan gratis serta edukasi langsung kepada masyarakat yang beraktivitas di kawasan CFD. Antusiasme pengunjung tampak tinggi, terutama saat mengikuti pemeriksaan kesehatan dan sesi edukasi mengenai dampak limbah obat terhadap lingkungan.
Gerakan ABSONESIA merupakan hasil kolaborasi strategis antara BBPOM di Samarinda, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda (STIKSAM), Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kaltim, Gabungan Pengusaha Farmasi Indonesia Provinsi Kaltim, serta Dharma Wanita Persatuan (DWP) BBPOM di Samarinda.
Kepala BBPOM di Samarinda, Agung Kurniawan, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar seremonial. Menurutnya, ABSONESIA menjadi langkah krusial dalam membangun budaya pengelolaan limbah obat yang benar, terutama di tingkat rumah tangga.
“Ke depan, kami tidak hanya bergerak di lingkup akademisi saja. BBPOM akan menggandeng lebih luas jajaran pemangku kepentingan, lintas sektor, komunitas profesi, pelaku usaha, hingga fasilitas pelayanan kesehatan untuk mensukseskan gerakan ini,” ujar Agung Kurniawan di hadapan peserta dan pengunjung CFD.
Salah satu agenda utama kegiatan ini adalah penandatanganan Dukungan dan Komitmen Bersama Gerakan Ayo Buang Sampah Obat dengan Benar (ABSONESIA). Penandatanganan dilakukan oleh perwakilan STIKSAM Samarinda, Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Dharma Wanita Persatuan BBPOM di Samarinda, Ketua PD Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kaltim, Ketua PC IAI Kota Samarinda, serta Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur.

Ketua PD IAI Kaltim, Bapak Arsyik Ibrahim, menyampaikan dukungan penuh dari seluruh apoteker di Kalimantan Timur terhadap gerakan tersebut.
“Gerakan ini sangat bagus, idenya fresh dan brilian. Kami dari Ikatan Apoteker Indonesia siap untuk mendukung penuh. Jika diperlukan, kami akan mengerahkan seluruh apoteker se-Kalimantan Timur untuk mengawal gerakan ABSONESIA ini,” tegas Arsyik Ibrahim disambut tepuk tangan peserta.
Selain peluncuran dan penandatanganan komitmen, kegiatan di CFD GOR Kadrie Oening Sempaja juga diramaikan dengan sejumlah agenda yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, antara lain pemeriksaan kesehatan gratis, minum jamu bersama, serta Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Obat Tebar Pesona.
Melalui kegiatan ini, BBPOM Samarinda berharap kesadaran masyarakat untuk membuang sampah obat secara benar dapat tumbuh menjadi kebiasaan baru di Kalimantan Timur. Agung Kurniawan menambahkan pihaknya akan terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi lintas sektor guna memastikan gerakan ini berjalan berkelanjutan.
“Kami ingin masyarakat mulai peduli. Sisa obat yang tidak terpakai jangan langsung dibuang ke tempat sampah biasa atau dibilas ke wastafel. Mari bawa ke apotek atau fasilitas kesehatan terdekat yang telah menyediakan tempat pengumpulan limbah obat,” imbau Agung.

