Karangasem – Bali, IAINews – Kolaborasi lintas disiplin antara dosen farmasi Universitas Bali Internasional (UNBI) dan dosen keperawatan STIKes Wira Medika Bali akan segera direalisasikan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai Hibah BIMA.
Program ini mengusung pengembangan “Wangi Usadha”, yaitu massage oil berbasis bahan alam yang dipadukan dengan edukasi terapi pijat untuk mendukung stimulasi tumbuh kembang anak.
Kegiatan direncanakan berlangsung pada Juli–Agustus dengan lokasi pengabdian di Desa Ababi, Kabupaten Karangasem, yang tercatat sebagai wilayah dengan prevalensi stunting tertinggi di Bali.
Ketua Tim bersama Kepala Desa Ababi dan Ketua Tim Penggerak PKK
Tim pengabdian diketuai oleh dosen farmasi UNBI, Dr. apt. I Gusti Ayu Rai Widowati, M.Kes., MH., yang konsisten dalam farmasi komunitas, dengan kepakaran penyakit infeksi.
Ia memimpin pengembangan formulasi “Wangi Usadha” sebagai minyak pijat herbal yang diformulasikan dengan pendekatan farmasetika untuk menjamin keamanan, stabilitas, dan kenyamanan penggunaan pada ibu dan anak.
Intervensi ini juga mempertimbangkan hubungan erat antara stunting dan penyakit infeksi pada anak. Infeksi berulang seperti diare dan infeksi saluran pernapasan dapat menurunkan nafsu makan, mengganggu penyerapan nutrisi, serta meningkatkan kebutuhan energi tubuh sehingga pertumbuhan anak terhambat.
Sebaliknya, anak yang mengalami stunting cenderung memiliki sistem imun lebih lemah sehingga lebih rentan terhadap infeksi berulang. Melalui edukasi terapi pijat menggunakan “Wangi Usadha” berbahan alam, program ini diharapkan dapat meningkatkan sirkulasi darah, kualitas tidur, serta nafsu makan anak, sehingga mendukung tumbuh kembang optimal sekaligus membantu memutus lingkaran stunting dan penyakit infeksi di masyarakat Desa Ababi.
Dalam pelaksanaannya, ia didampingi oleh apt. Dewa Ayu Putu Satrya Dewi, M.Sc., yang berperan dalam proses standarisasi bahan, pengujian mutu, serta penyusunan panduan penggunaan produk di masyarakat.
Program ini juga mendapat dukungan dari Koordinator dan Sekretaris Prodi Farmasi Klinis UNBI (apt. Ida Ayu Manik Partha Sutema, M.Farm-klin dan apt. Ni Putu Aryanti Suryaningsih, M.Farm-klin), yang akan terlibat dalam penyusunan materi edukasi, pemantauan penggunaan, serta evaluasi aspek keamanan produk selama implementasi di lapangan.
Dukungan ini memperkuat integrasi antara formulasi farmasi dan penerapan klinis berbasis komunitas.
Kolaborasi interdisiplin ini turut melibatkan dosen keperawatan STIKes Wira Medika Bali, Ns. Ni Made Nopita Wati, S.Kep., M.Kep., yang aktif dalam penelitian manajemen keperawatan dan keperawatan jiwa. Ia juga tercatat sebagai panel ahli Uji Kompetensi (UKOM) AIPNI 2023 dan memiliki berbagai publikasi ilmiah terkait perawat dan pelayanan kesehatan.
Dalam program ini, Ns. Nopita bertanggung jawab memberikan edukasi terapi pijat kepada ibu balita dan kader kesehatan desa sebagai upaya stimulasi tumbuh kembang anak.
Pelaksanaan kegiatan dirancang dalam empat kali kunjungan lapangan selama periode Juli hingga Agustus.
Kunjungan pertama difokuskan pada koordinasi dengan pemerintah desa dan identifikasi kebutuhan masyarakat. Kunjungan kedua akan diisi dengan pelatihan kader kesehatan serta pengenalan “Wangi Usadha”. Kunjungan ketiga direncanakan untuk edukasi dan praktik terapi pijat bagi ibu balita. Sementara kunjungan keempat difokuskan pada pendampingan, evaluasi awal, serta penguatan keberlanjutan program di tingkat desa.
Pendekatan ini menekankan pentingnya sentuhan terapeutik sebagai intervensi nonfarmakologis yang mudah diterapkan di rumah. Penggunaan minyak pijat berbasis bahan alam diharapkan dapat meningkatkan relaksasi, kualitas tidur, serta nafsu makan anak, yang menjadi faktor penting dalam pencegahan stunting.
Selain itu, kader kesehatan desa akan dilatih sebagai fasilitator lokal agar edukasi dapat berlanjut setelah program selesai.
Setelah rangkaian kegiatan lapangan, program akan dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi (monev) oleh instansi pemberi dana Hibah BIMA.
Tahap ini bertujuan untuk menilai ketercapaian luaran program, efektivitas implementasi, serta potensi keberlanjutan inovasi “Wangi Usadha” sebagai intervensi kesehatan berbasis komunitas.
Melalui program ini, tim pengabdian berharap “Wangi Usadha” tidak hanya menjadi inovasi produk berbasis bahan alam, tetapi juga menjadi media edukasi kesehatan yang mengintegrasikan kekuatan formulasi farmasi dan pendekatan keperawatan komunitas.
Kolaborasi dosen farmasi UNBI dan STIKes Wira Medika Bali ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal.***
