Makassar, IAI News – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) yang digelar di Makassar menjadi momentum penting dalam menentukan arah profesi kefarmasian di Indonesia. Dalam sambutannya, Ketua Umum IAI, apt. Noffendri Rustam, S.Si., menegaskan bahwa profesi apoteker harus terus bertransformasi, terutama dalam menghadapi era digitalisasi dan tuntutan peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
Ketua Umum IAI menyoroti peran strategis apoteker di tengah dinamika sistem kesehatan nasional, khususnya dalam memperkuat pelayanan kefarmasian berbasis teknologi.
“Apoteker harus mampu beradaptasi dengan perubahan. Era digital menuntut kita untuk lebih inovatif, tidak hanya dalam praktik kefarmasian, tetapi juga dalam mendukung kebijakan kesehatan nasional,” ujarnya.
Rakernas juga menjadi forum konsolidasi organisasi untuk merumuskan langkah strategis dalam peningkatan kompetensi apoteker di seluruh Indonesia. Ketua Umum menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah, akademisi, maupun industri farmasi, agar apoteker dapat berkontribusi lebih nyata dalam pembangunan kesehatan.
Dalam kesempatan tersebut, apt. Noffendri Rustam turut menyinggung urgensi peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kefarmasian. Pendidikan berkelanjutan serta pemanfaatan artificial intelligence (AI) disebut sebagai kunci untuk memperkuat pelayanan farmasi di masa depan.
“Apoteker bukan hanya penyedia obat, tetapi juga mitra strategis dalam menjaga kualitas hidup masyarakat. Karena itu, transformasi dan peningkatan kompetensi adalah sebuah keharusan,” tambahnya.
Rakernas IAI di Makassar dihadiri oleh Pengurus Pusat, Pengurus Daerah, Pengurus Cabang, serta perwakilan dari berbagai instansi dan pemangku kepentingan. Pertemuan ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi strategis yang memperkuat peran apoteker dalam sistem kesehatan nasional, sekaligus meningkatkan kontribusi profesi di tengah perubahan global.

