Jakarta, IAINews – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI), apt Noffendri Roestam, S.Si menemui Ketua Konsil Kesehatan Indonesia (KKI), drg Arianti Anaya, MKM untuk menyampaikan hasil Rakernas dan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) IAI yang dilaksanakan di Makassar akhir Agustus lalu.
Apt Noffendri didampingi Ketua Panitia Rakernas dan PIT IAI 2025, Dr apt Agus Sulaiman, Wakil Ketua Bidang Kerjasama, apt Dra Dettie Yuliarti, M.Kes, serta Wakil Sekjen, apt Dra Tresnawati.
Sementara drg Arianti Anaya didampingi anggota KKI, apt Abdur Rahman serta Konsil Tenaga Kefarmasian, apt Maryani. Secara daring hadir antara lain Ketua Kolegium Kefarmasian Indonesia, Prof Dr apt Dyah Perwitasari beserta jajarannya.
Dalam kesempatan itu apt. Noffendri menyampaikan, PIT kali ini mengembil tema ‘Performance, Innovation, and Collaborative Transformation in Healthcare’.
‘’Tema ini menyoroti pentingnya kinerja, inovasi serta kolaborasi dalam transformasi pelayanan kesehatan di masa depan,’’ ungkap apt. Noffendri.
Tema ini dipilih untuk menjawab berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi oleh profesi apoteker dalam era globalisasi dan digitalisasi. Termasuk dibahas didalamnya pemanfaatan kecerdasan buatan dalam farmasi dalam pengobatan berbasis biologi, serta kontribusi apoteker dalam menyediakan obat yang aman, efektid dan terjangkau bagi masyarakat.
Kegiatan ini diikuti oleh 1.607 peserta terdiri dari apoteker dan tenaga vokasi farmasi, dengan agenda utama simposium dengan para pakar dan praktisi di bidang farmasi sebagai narasumber serta pameran.
Sebanyak 217 abstrak, 118 presentasi oral dan 99 poster ditampilkan sepanjang kegiatan.
Rekomendasi Rakernas
Lebih lanjut apt. Noffendri menjelaskan rekomendasi dari rakernas yang meminta kepada Pengurus Pusat IAI untuk mengupayakan integrasi Aplikasi SIAp dengan Satu Sehat.
‘’Kami sebenarnya sudah mengupayakan untuk bisa beraudiensi dengan Menteri Kesehatan sebelum Rakernas, namun ternyata pertemuan baru bisa terlaksana setelah Rakernas dan PIT diselenggarakan, yaitu pada 10 September 2025,’’ ungkap apt. Noffendri.
Pada pertemuan dengan Menteri Kesehatan, Budi Gunawan Sadikin, tersebut, apt Noffendri menyampaikan urgensinya integrasi Aplikasi SIAp dengan Satu Sehat dan disambut positif oleh Menkes.
Menindaklanjuti hal tersebut, PP IAI kemudian melaksanakan pertemuan dengan Kapusdatin Kemenkes beserta tim pada 3 Oktober 2025 dalam rangka menindaklanjuti arahan Menteri Kesehatan.
Menurut apt. Noffendri Roestam, integrasi SIAp dan Satu Sehat bertujuan untuk sinkronisasi data apoteker, meningkatkan pelayanan kepada apoteker serta membantu kolegium dalam penyiapan data SKP ter-verifikasi.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Konsil Kesehatan Indonesia, drg Arianti Anaya menyampaikan akan mempelajari hal tersebut lebih jauh.
Ketua Umum PP IAI kemudian juga menyampaikan persoalan mengenai Surat Ijin Praktik SIP) bagi apoteker di industri dan distribusi farmasi.
‘’Untuk apoteker di industri dan distribusi memang kami tidak bisa memberikan SIP, karena SIP hanya diberikan untuk apoteker yang melakukan pelayanan langsung kepada pasien. Untuk meningkatkan kompetensi mereka, maka tugas IAI untuk menyelenggarakan pelatihan-pelatihan yang tersertifikasi bagi apoteker di industri dan distribusi,’’ tegas Arianti Anaya.***
