Medan IAINews — Bencana banjir yang melanda Aceh Tamiang tidak hanya merenggut harta benda warga, namun juga meninggalkan luka batin bagi mereka yang selama ini berdiri di garis depan pelayanan kesehatan. Salah satunya adalah Ketua Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (PC IAI) Aceh Tamiang, Apt. Puput, yang menjadi korban sekaligus relawan dalam musibah ini.

Apt. Puput diketahui bekerja sebagai Penanggung Jawab Instalasi Farmasi RSUD Aceh Tamiang. Saat banjir besar menerjang Kuala Simpang, rumah yang ia tempati tak luput dari terjangan air bah. Lumpur pekat memenuhi hampir seluruh bagian rumah, memaksanya meninggalkan tempat tinggalnya demi keselamatan.
Setelah berhasil keluar dari wilayah Kuala Simpang, Apt. Puput mengungsi ke rumah kerabat di kawasan Pangkalan Susu. Di tengah kondisi sebagai penyintas bencana, ia tetap menunjukkan ketegaran yang luar biasa. Tanpa banyak mengeluh, ia kembali ke lokasi terdampak untuk mendampingi Tim Apoteker Tanggap Bencana (ATB) berkeliling Kuala Simpang, memastikan pelayanan kefarmasian dan dukungan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan.
Secara fisik, Apt. Puput terlihat kuat dan tegar. Namun di balik senyum dan langkahnya mendampingi para relawan, tersimpan duka mendalam atas apa yang telah ia alami. Rumah yang rusak, kenangan yang terendam lumpur, serta rasa kehilangan yang tak mudah diungkapkan dengan kata-kata.
“Menjadi korban tidak menghentikan pengabdian,” itulah potret nyata yang tercermin dari sosok Apt. Puput. Ia memilih tetap hadir, berdiri bersama para relawan, dan menguatkan warga yang justru mengalami nasib serupa dengannya.
Semangat dan ketegaran Apt. Puput menjadi simbol kekuatan bagi masyarakat Aceh Tamiang—bahwa di tengah keterpurukan, masih ada harapan dan kepedulian yang terus menyala.












