Site icon IAI NEWS

Kasus Bunuh Diri Marak, Apa yang Harus Dilakukan?

MAKASSAR, IAINews – Akhir-akhir ini, kasus bunuh diri semakin marak terjadi. Sejatinya, sebelum terjadi, upaya tersebut dapat dicegah, asalkan tahu apa yang harus dilakukan.

Warga  Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, digemparkan oleh penemuan jasad seorang perempuan muda di salah satu kamar kos putri pada Selasa malam, 16 September 2025. Korban diketahui bernama VYR (24), seorang mahasiswi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga sengaja mengakhiri hidupnya sendiri. Saat petugas tiba, pintu kamar korban sudah dalam keadaan terbuka setelah sebelumnya didobrak oleh salah seorang saksi yang membantu mengecek kondisi korban.

Sebelumnya, kabar yang lebih miris terjadi. Sebuah tragedi di mana seorang ibu di Kabupaten Bandung baru-baru ini juga melakukan tindakan bunuh diri. Sebelumnya, ia terlebih dahulu mengakhiri hidup dua anaknya agar bisa mati bersama.

Tindakan tragis itu dilatarbelakangi oleh depresi akibat tekanan kemiskinan dan kondisi rumah tangga. Peristiwa ini menambah panjang daftar tindakan bunuh diri yang menyeret anak sebagai korban.

Angka Kasus Bunuh Diri Meningkat di Indonesia

Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI (Bareskrim POLRI) melaporkan jumlah kasus bunuh diri terus meningkat setiap tahun. Kenaikannya mencapai 60% dalam lima tahun terakhir. POLRI mencatat pada tahun 2022 jumlah kasus bunuh diri adalah 887 jiwa. Angka itu naik pada tahun 2023 hingga mencapai 1.288 kasus. Pada 2024, tercatat 1.023 kasus bunuh diri, hingga Mei 2025 ada 600 kasus bunuh diri.

Diduga kuat angka sebenarnya lebih besar lagi. Pasalnya, banyak kasus yang tidak dilaporkan (underreporting). Berdasarkan Indonesian Association for Suicide Prevention (INASP), tingkat underreporting diperkirakan mencapai 300%, jauh di atas rata-rata dunia yang berkisar antara 0–50%.

https://www.inasp.id/suicide-statistics

Faktor penyebab kasus bunuh diri memang beragam. Beban pendidikan yang terlalu berat, uang kuliah yang terlalu tinggi, hingga faktor sosial yang menyebabkan tidak sedikit di dalam kampus terdapat kesenjangan sosial.

Adanya kesenjangan sosial ini menyebabkan mahasiswa sulit beradaptasi dengan lingkungan baru dan menyesuaikan diri dengan teman atau orang baru yang memiliki kelas sosial berbeda dengan dirinya.

Masa-masa ini seringkali menimbulkan masalah pada mahasiswa. Selain itu, jerat kemiskinan adalah salah satu faktor kuat yang melatarbelakangi orang putus asa sehingga nekat bunuh diri.

Kemelaratan, menurut Komnas Perempuan, juga rerata menjadi pemicu filisida maternal, pembunuhan anak oleh ibu. Tidak tega melihat anak menderita kemiskinan, sang ibu memilih jalan mengakhiri hidup anaknya.

Mengenal Tanda-tanda Bunuh Diri

Terdapat sejumlah tanda peringatan umum pada orang yang berpikir untuk bunuh diri, antara lain mengalami kesedihan dan perubahan suasana hati yang bertahan lama, tiba-tiba menjadi tenang setelah periode depresi atau kemurungan.

Selain itu, dia memilih untuk menyendiri dan menghindari teman atau aktivitas sosial, kehilangan minat atau kesenangan terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai, ada perubahan sikap atau perilaku seperti berbicara atau bergerak dengan kecepatan atau kelambatan yang tidak biasa.

Ciri lain, ia berperilaku yang berpotensi membahayakan, seperti mengemudi sembarangan, berbicara tentang perasaan putus asa, tidak memiliki alasan untuk hidup, menjadi beban bagi orang lain, merasa terjebak atau berada dalam penderitaan emosional yang parah.

Apabila ada yang berbicara tentang kasus bunuh diri dan menunjukkan faktor risiko yang dapat merugikan dirinya sendiri, sebaiknya tanggapi hal tersebut dengan serius. Sebisa mungkin singkirkan benda apapun yang dapat digunakan untuk upaya bunuh diri.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap orang lain yang terindikasi ingin bunuh diri:

  1. Ajak berdiskusi dan jadilah pendengar yang baik

Orang yang berkeinginan untuk bunuh diri biasanya sedang mengalami suatu masalah berat. Oleh karena itu, peran orang terdekat sangat penting dalam membuka percakapan hangat agar ia mau berbagi cerita terkait masalah yang sedang dialaminya.

Saat ia mencurahkan segala keluh kesahnya, cobalah menahan diri untuk tidak langsung menawarkan solusi atau menasihatinya.

Dengarkan terlebih dahulu apa yang ingin ia sampaikan hingga selesai. Hal ini membuatnya nyaman serta menunjukkan bahwa masih ada yang ikut peduli dan berempati terhadap masalah yang sedang ia hadapi.

  1. Bantu selesaikan masalah semampunya

Orang yang memiliki keinginan untuk bunuh diri sangat menderita secara emosional, sehingga seringkali merasa tidak memiliki jalan keluar lain. Cobalah untuk menawarkan bantuan apa saja yang mungkin ia butuhkan.

  1. Jangan biarkan kesepian

Karena bunuh diri sering kali dilakukan secara diam-diam, sebisa mungkin jangan biarkan ia sendirian dan temani agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Tidak harus selalu berada di sisinya setiap saat, bisa juga menghubunginya lewat telepon, video call, atau pesan teks sebagai pencegahan bunuh diri.

Selain itu, singkirkan semua barang-barang yang dianggap berbahaya dari sekitarnya, untuk mencegahnya melakukan bunuh diri, seperti senjata api, senjata tajam, atau obat. Hal ini diharapkan bisa menurunkan hasrat maupun keinginannya untuk bunuh diri.

  1. Ajak untuk menemui psikolog atau psikiater

Bila segala usaha sebelumnya belum juga berhasil mengubah niat atau sikapnya untuk melakukan bunuh diri, satu-satunya jalan terbaik yang bisa dilakukan adalah mengajaknya ke psikiater. Dengan begitu, ia pun bisa mendapatkan penanganan yang tepat sesuai dengan penyebab yang mendasari pikiran dan perilakunya untuk bunuh diri.

Pada dasarnya, pencegahan kasus bunuh diri bisa teratasi dengan baik selama keluarga dan temannya ikut peduli untuk membantu serta mencari jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi orang tersebut.

Dukungan dari support system terbukti membawa pengaruh positif pada kesehatan mental seseorang, sehingga orang yang berisiko bunuh diri menjadi lebih kuat menjalani hari-harinya dan mengurungkan niatnya. Itulah mengapa support system memainkan peran penting dalam pencegahan bunuh diri.

Exit mobile version