Kota Kupang, IAINews – Kampanye TOSS TB warnai Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang jatuh pada 12 November setiap tahun. Sebanyak 110 tenaga kefarmasian di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar kampanye sosialisasi TOSS TB (Temukan, Obati, Sampai Sembuh). Kegiatan dipusatkan di area Car Free Day (CFD) Jalan El Tari, Kota Kupang, pada Sabtu pagi 8 November 2025, diikuti oleh apoteker dan tenaga vokasi farmasi.

Aksi ini merupakan bagian dari strategi pengarusutamaan Tuberkulosis (TB) serta bagian dari Sosialisasi dan Edukasi Masif. NTT termasuk dalam 8 (Delapan) Provinsi prioritas yang menjadi sasaran Kick-off Kampanye TOSS TB yang diadakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) secara Nasional. Provinsi prioritas lainnya adalah Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan.
Ketua Panitia Pelaksana kegiatan, apt. Siti Zakiah Baly, S.Farm, menjelaskan bahwa antusiasme para tenaga farmasi dari berbagai organisasi profesi kesehatan sudah terlihat sejak pagi buta. Menurutnya, kolaborasi ini sangat penting untuk menyukseskan program pemerintah.
“Rangkaian acara kami mulai tepat pukul 06.30 WITA dengan jalan santai bersama,” ujar Siti Zakiah, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua VII Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) NTT.

Para peserta, yang terdiri dari apoteker Kota Kupang dan tenaga vokasi farmasi yang tergabung dalam Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Kota Kupang, berjalan santai sambil membawa spanduk besar bertuliskan “TOSS TB: Temukan, Obati, Sampai Sembuh”. Aksi ini berhasil menarik perhatian ratusan masyarakat Kota Kupang yang sedang berolahraga di area CFD.
Setelah jalan santai, fokus utama kegiatan langsung beralih pada edukasi. Sebanyak 110 peserta yang hadir menyebar di area CFD, sembari membagikan brosur berisi informasi tentang TB dan terapinya, serta berinteraksi langsung dengan warga, menjelaskan apa itu TB dan betapa pentingnya program TOSS TB ini. Saat edukasi berlangsung, peserta yang hadir memperkenalkan kepada masyarakat bahwa “TOSS” adalah pesan kunci yang harus dipahami.

‘Temukan’ berarti masyarakat harus proaktif mengenali gejala TB, seperti batuk lebih dari dua minggu, demam, dan keringat malam. ‘Obati’ berarti segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan gratis.
Kegiatan edukasi ini juga untuk menginformasikan dan mengingatkan kepada masyarakat bahwa penyakit TB bukan kutukan dan yang terpenting adalah terapi harus diselesaikan ‘Sampai Sembuh’. Disinilah peran vital apoteker dan tenaga vokasi farmasi, untuk mengawal pasien agar patuh minum obat selama minimal 6 bulan hingga tuntas. Pengobatan yang tidak tuntas adalah akar dari masalah meningkatnya kasus TB dengan resistensi obat, seperti TB-MDR atau TB-XDR.
Untuk membuat suasana sosialisasi lebih cair dan dekat dengan masyarakat, panitia mengadopsi pendekatan kearifan lokal. Sembari edukasi berlangsung, panitia menyediakan rebusan panganan lokal seperti ubi jalar, jagung manis, dan pisang. Panganan hangat ini dinikmati bersama oleh peserta dan masyarakat, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat.

Antusiasme masyarakat di CFD tidak berhenti di situ. Acara dilanjutkan dengan olahraga zumba bersama yang berlangsung meriah, dipandu oleh Tim Mahkota Zumba Kupang. Ratusan warga dan peserta berbaur menjadi satu, bergerak bersama dalam semangat kesehatan, sejalan dengan tema Hari Kesehatan Nasional.
Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan sesi kesan dan pesan. Perwakilan Pengurus Daerah (PD) PAFI NTT, apt. Salmon Vebri Doko Rehi, S.Farm, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi luar biasa antara IAI dan PAFI di Kota Kupang.

“Perjuangan melawan TB adalah tanggung jawab bersama. Kegiatan hari ini di CFD adalah bukti bahwa tenaga farmasi bersatu dan peduli. Kami berharap pesan TOSS TB ini tidak berhenti di kegiatan ini, tetapi dibawa pulang oleh masyarakat dan disebarkan lebih luas lagi di keluarga dan lingkungan masing-masing,” ujarnya.–
https://iainews.net/cfd-kupang-127-apoteker-ajak-masyarakat-hidup-sehat/



















