Site icon IAI NEWS

Jangan Hanya Ditegur, Lakukan Ini Jika Orang Mendengkur Saat Tidur !

KEBANYAKAN orang tidak menyadari ketika dirinya mendengkur. Biasanya seseorang baru mengetahui dirinya mendengkur setelah diberitahu oleh orang yang tidur bersamanya atau tinggal serumah.

Tentu saja suara berisik dari orang mendengkur dapat memengaruhi hubungan sosial, karena bisa mengganggu orang yang tidur bersama.

Tanpa diberitahu orang lain pun, sebenarnya seseorang dapat mengenali beberapa tanda gejala. Orang yang mendengkur saat tidur, akan mengalami gejala gannguan seperti sering terbangun ketika tidur malam hari, nyeri tenggorokan ketika bangun, sering merasa tidak cukup tidur, dan pusing atau sakit kepala ketika bangun.

Mendengkur (ngorok) pada umumnya dapat dialami oleh setiap orang dan bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Namun, pada level kondisi tertentu, mendengkur ini bisa menjadi tanda dari adanya gangguan kesehatan yang sedang dialami orang tersebut.

Dari sisi medis, mendengkur merupakan kondisi ketika seseorang mengeluarkan suara kasar saat tidur. Kondisi ini merupakan dampak dari terhalang atau menyempitnya saluran pernapasan. Penyempitan saluran napas tersebut bisa disebabkan oleh kondisi medis yang serius.

Mendengkur yang keras dan terjadi dalam jangka waktu lama (kronis) dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung atau stroke.

Suara dengkuran yang mengganggu itu sebenarnya disebabkan oleh terhalang atau menyempitnya saluran pernapasan.

Adanya penyempitan ini menyebabkan getaran pada saluran pernapasan ketika tidur sehingga menimbulkan suara dengkuran.

Teorinya, makin terhalang saluran pernapasan, makin keras pula suara dengkuran.

Selain terjadi akibat melemahnya otot tenggorokan, terhalangnya saluran pernapasan dapat terjadi akibat faktor penuaan.

Kondisi lain yang juga dapat menyebabkan seseorang mendengkur adalah ketika mengalami sleep apnea, hidung atau saluran napas tersumbat baik pilek (rhinitis) atau sinusitis, tulang hidung bengkok, pembengkakan amandel atau kelenjar adenoid, penyakit gondok, hingga obesitas.

Oleh sebab itu, ketika mendapati orang dekat kita mendengkur saat tidur, cak cukup sekedar ditegur. Dengan itikad baik, sebaiknya diberikan saran dan masukan untuk sedikit peduli terhadap kondisi diri.

Jangan sampai, kondisi yang dialami sudah menjadi masalah kesehatan serius yang perlu segera mendapatkan perhatian dan penanganan secara medis.

Seseorang patut waspada ketika mendengkur terjadi lebih dari tiga kali dalam sepekan. Atau pernah mengalami terbangun akibat tersedak atau dengan terengah-engah, adanya keluhan sakit di kepala atau tenggorokan setiap bangun tidur, merasa sangat mengantuk di siang hari sehingga sulit berkonsentrasi, merasa gelisah, dan mengalami nyeri dada.

Apabila sudah demikian adanya, perlu segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis.

Diagnosis mendengkur diawali dengan menanyakan secara rinci gejala yang dialami dan penyakit yang pernah diderita pasien sebelumnya.

Dokter juga akan mengajukan pertanyaan terkait pola tidur, kebersihan tempat tidur, berapa kali pasien terbangun di malam hari, kantuk yang muncul di siang hari, hingga lamanya waktu tidur siang.

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk tekanan darah, serta pemeriksaan dada, mulut, hidung, dan leher.

Setelah itu, pemeriksaan tambahan akan dilakukan untuk menegakkan diagnosis, seperti pengukuran IMT(indeks masa tubuh) pasien untuk memeriksa apakah berat badan pasien ideal atau tidak.

Selanjutanya bisa dilakukan tes tidur dengan polisomnografi. Tes ini bertujuan untuk memeriksa pernapasan pasien ketika tidur dengan alat khusus yang dipasangkan ke tubuh.

Tes ini juga memeriksa gelombang otak, denyut jantung, kadar oksigen, dan gerakan tubuh ketika tidur.

Jika diperlukan, dilakukan pula pemindaian dengan CT scan atau MRI guna memeriksa kemungkinan adanya sumbatan, tumor, atau pembengkakan terutama di kepala dan leher.***

Exit mobile version