MAMUJU IAI News — Di penghujung masa kepengurusan periode 2023–2027, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Mamuju menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) II di Auditorium Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan, Jalan Poros Kalukku–Mamuju, Minggu (19/4/2026).
Bukan sekadar agenda rutin organisasi, Rakercab II menjadi ruang refleksi sekaligus penegasan komitmen pengabdian apoteker bagi masyarakat. Di forum inilah capaian ditakar, kekurangan dibenahi, dan arah masa depan ditentukan.
Kegiatan diawali dengan seminar bertema Optimalisasi Konseling Apoteker dalam Penanganan Penyakit Hipertensi: Strategi dan Implementasi untuk Peningkatan Kualitas Hidup Pasien yang dibawakan Apt. Nurfausiah, S.Farm.
Ia mengingatkan bahwa hipertensi masih menjadi persoalan kesehatan global berdasarkan data World Health Organization tahun 2019.
Menurutnya, kurangnya literasi penggunaan obat yang tepat serta pola hidup tidak sehat menjadi tantangan nyata di tengah masyarakat. Di sinilah peran apoteker tidak berhenti pada pelayanan obat, tetapi hadir sebagai pendidik, pendamping, dan penjaga kualitas hidup pasien.
“Apoteker harus hadir memberi pemahaman, bukan hanya menyerahkan obat,” tegasnya.
Memasuki pembukaan Rakercab, suasana forum menguat dengan pesan evaluatif. Ketua Panitia, Apt. Nurhayati Ibrahim, S.Si, menegaskan Rakercab merupakan amanat program kerja sekaligus forum konsolidasi.
“Rakercab ini bukan hanya mengevaluasi, tetapi memastikan organisasi tetap berjalan sesuai visi dan kebutuhan anggota serta masyarakat,” ujarnya.
Ketua PC IAI Mamuju, Apt. Hasmiaty, S.Si.,M.MKes menekankan Rakercab II menjadi rapat kerja terakhir pada periode ini. Ia menyebut forum tersebut sebagai momen penting untuk memastikan setiap program benar-benar berdampak.
“Ini Rakercab terakhir periode 2023–2027. Kita ingin memastikan apa yang telah direncanakan benar-benar memberi manfaat, dan apa yang belum tercapai menjadi pembelajaran,” katanya.
Ia menambahkan, organisasi telah berupaya meningkatkan profesionalisme anggota melalui pertemuan rutin dan penguatan kapasitas. Dari sisi pengabdian, IAI Mamuju juga aktif mendukung program pemerintah daerah, termasuk program OK CES (Apoteker Keren Cegah Stunting) yang dilaunching oleh Bupati Mamuju,Ibu Sutinah Suhardi pada tahun 2023.
Bagi apt. Hasmiaty, S.Si.,M.MKes pengabdian apoteker bukan sekadar slogan, melainkan komitmen yang harus diwujudkan melalui kerja nyata dan kolaborasi.
Rakercab II IAI Mamuju turut pula dihadiri oleh Ketua Dewan Pengawas Ikatan Apoteker Indonesia Sulawesi Barat, Apt. Drs. H. Ali Naharuddin, M.Kes, yang sekaligus didaulat untuk membuka kegiatan secara resmi. Ia mengapresiasi soliditas dan konsistensi PC IAI Mamuju dalam menjalankan roda organisasi.
“Semoga Rakercab ini melahirkan keputusan dan program kerja yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Selain Dewas IAI Sulbar, juga hadir unsur Majelis Kode Etik Apoteker Indonesia yang turut memperkuat komitmen etika dan profesionalisme dalam setiap langkah organisasi.
Rakercab II bukan hanya penanda akhir masa kepengurusan, tetapi juga simbol keberlanjutan semangat pengabdian. Di tengah dinamika zaman dan tantangan kesehatan yang terus berkembang, IAI Mamuju menegaskan satu hal: apoteker harus tetap hadir, profesional, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. (TMN)

