Site icon IAI NEWS

Peringati WPD 2025, PC IAI Luwu Timur Gelar Apoteker Go to School di SMA Negeri 8

Luwu Timur, IAINews – Penyuluhan dan edukasi pada siswa SMA Negeri 8 Luwu Timur bertajuk Apoteker Go to School digelar Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (PC IAI) Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Acara yang diselenggarakan pada Jum’at, 10 Oktober 2025 tersebut menghadirkan para apoteker yang memberikan edukasi mengenai “DAGUSIBU”, TBC, dan NAPZA.

Pihak SMAN 8 Luwu Timur yang diwakili Kepala Sekolah, Drs. H. Bakhtiar, M.Si, menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini.

”Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi pengetahuan sesaat, tapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita semua menjadi generasi yang cerdas dalam memilih dan menggunakan obat, serta menjadi agen perubahan bagi lingkungan sekitar untuk hidup lebih sehat dan sadar obat,” ujarnya di hadapan para apoteker Luwu Timur dan para siswa.

”Terima kasih kepada seluruh panitia dari PC IAI Luwu Timur yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini. Semoga kegiatan hari ini membawa manfaat dan menambah wawasan kita semua,” tutupnya.

Pemberian Cenderamata oleh Ketua PC IAI Luwu Timur pada Kepala SMAN 8

Penyuluhan DAGUSIBU

Penyuluhan tentang DAGUSIBU bagi siswa SMA adalah program edukasi yang sangat penting, terutama karena menyasar remaja yang mulai mandiri dalam melakukan swamedikasi (pengobatan sendiri) dan rawan terhadap isu penyalahgunaan obat.

“DAGUSIBU sendiri adalah singkatan dari: DApatkan, GUnakan, Simpan, dan Buang,” jelas Ketua PC IAI Luwu Timur, apt. Firman Mahjud, S.Farm, sebelum menjelaskan lebih detail mengenai DAGUSIBU.

Kemudian Ia menjelaskan maksud dari DAGUSIBU, yaitu:

  1. DA (Dapatkan): Mengajarkan siswa untuk membeli obat dari sumber resmi (Apotek, Puskesmas) dan memeriksa legalitas (izin BPOM) serta tanggal kedaluwarsa.
  2. GU (Gunakan): Menerangkan cara minum obat yang benar (Tepat Dosis, Tepat Waktu, Tepat Cara), menghindari penggunaan obat resep orang lain, dan mengenali risiko swamedikasi.
  3. SI (Simpan): Mengedukasi cara menyimpan obat yang aman (jauh dari jangkauan anak, panas, dan lembap) serta mengecek kondisi fisik obat secara berkala.
  4. BU (Buang): Memberikan panduan cara membuang obat yang sudah rusak atau kedaluwarsa secara aman untuk mencegah penyalahgunaan (misalnya, menghancurkan tablet dan merusak kemasan sebelum dibuang).

Pengenalan Dasar Tuberkulosis (TB)

Penyuluhan mengenai Tuberkulosis (TB) di SMA merupakan upaya penting untuk meningkatkan kesadaran remaja, yang berada dalam kelompok usia rentan, tentang pencegahan, penularan, dan pentingnya pengobatan TB.

Penyuluhan oleh Ketua PC IAI Luwu Timur, apt. Firman Mahjud, S.Farm

TB (tuberkulosis) merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Bukan penyakit keturunan atau guna-guna/sihir. Organ yang paling umum diserang yaitu paru-paru, disebut TB Paru. Tetapi TB dapat juga menyerang organ lain seperti kelenjar getah bening, tulang, otak.

Cara Penularan TB

Tanda dan Gejala TB

Pada materi ini, para siswa SMAN 8 Luwu Timur diajarkan untuk mengenali gejala dari TB agar dapat dideteksi dini melalui gejala utama dan gejala tambahan, yaitu:

Pencegahan Penularan (Etika Batuk dan PHBS).

Bagian ini sangat penting untuk diterapkan di lingkungan sekolah.

Pengobatan TB (Pentingnya Kepatuhan)

Mengingat pasien TB harus menjalani pengobatan dalam jangka waktu lama, siswa perlu memahami pentingnya kepatuhan.

Peran Remaja dan Siswa di Sekolah

Waspada Penyalahgunaan Narkoba (NAPZA)

Penyuluhan mengenai Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) atau Narkoba di sekolah menengah sangat krusial karena kelompok usia remaja adalah sasaran utama penyalahgunaan zat. Tujuannya adalah membangun kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan untuk menolak serta menghindari penyalahgunaan Narkoba.

Pengenalan Narkoba dan Jenisnya

Dampak dan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba

Materi ini fokus pada dampak yang relevan dan nyata bagi kehidupan siswa SMA.

Faktor Pemicu dan Penyebab Remaja Terjerumus

Membantu siswa memahami risiko dan cara menghindarinya.

Keterampilan Menolak dan Pencegahan

Ini adalah inti dari penyuluhan, yaitu membangun life skills remaja.

Hukum dan Rehabilitasi

Memberikan informasi tentang konsekuensi dan jalan keluar.

Foto Bersama PC IAI Luwu Timur dan Perwakilan SMA Negeri 8 Luwu Timur

”Sebagai apoteker, kami memiliki tanggung jawab bukan hanya dalam pelayanan obat di apotek atau fasilitas kesehatan, tetapi juga dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih paham tentang pentingnya menjaga kesehatan dan menggunakan obat secara tepat,” tutur Firman mewakili PC IAI Luwu Timur.

”Kegiatan penyuluhan di SMAN 8 Luwu Timur ini merupakan bagian dari upaya kami untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap hidup sehat, mulai dari hal sederhana seperti menjaga pola makan, memperhatikan kebersihan lingkungan, hingga bijak dalam menggunakan obat—baik obat bebas maupun obat resep dokter,” pungkasnya.–

https://iainews.net/pc-iai-luwu-timur-gelar-pengabdian-rakernas-pit-iai-2025-di-empat-titik/

Exit mobile version