Sleman, IAINews – Inovasi berbasis bahan alam kembali menempatkan Jurusan Farmasi Universitas Islam Indonesia (UII) di podium tertinggi kancah internasional. Melalui keahlian dalam teknik formulasi sediaan, tim mahasiswa UII sukses mengubah ekstrak pare (Momordica charantia L.) menjadi produk pangan fungsional yang praktis dan lezat. Karya ini berhasil meraih Gold Medal dalam ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) 2025 yang diselenggarakan di GIK dan GSP Universitas Gadjah Mada.
Keunggulan Formulasi Farmasi: Rahasia di Balik Hilangnya Rasa Pahit
Kekuatan utama penelitian ini terletak pada pendekatan farmasetika yang presisi. Mahasiswa Farmasi UII ditantang untuk mengatasi permasalahan organoleptik pare yang dikenal sangat pahit. Melalui riset formulasi yang mendalam, tim berhasil mengintegrasikan ekstrak pare ke dalam bentuk sediaan gummy yang kaya Vitamin C tanpa mengesampingkan aspek stabilitas zat aktifnya.

Inovasi bertajuk “Innovation of Gummy Based on Bitter Melon (Momordica charantia L.) Extract as a Vitamin C-Rich Functional Food Supporting SDG 3” ini menonjolkan kemampuan mahasiswa dalam melakukan analisis kandungan kimia dan menjamin keamanan konsumsi. Produk ini dirancang sebagai pendukung imunitas tubuh yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG 3: Good Health and Well-Being).
Sinergi Tim dan Sentuhan Bimbingan Pakar
Keberhasilan luar biasa ini tidak lepas dari tangan dingin para dosen pembimbing yang mengawal ketat kualitas riset. Di bawah arahan dr. apt. Viviane Annisa, S.Farm. dan apt. Fajar Aji Lumakso, M.Pharm.Sci., mahasiswa diarahkan untuk menghasilkan karya yang tidak hanya inovatif secara teori, tetapi juga aplikatif dan memenuhi standar kualitas kefarmasian.

Peran sentral bidang Farmasi dalam proyek ini diperkuat oleh kolaborasi tim yang solid, terutama oleh dua mahasiswa andalan dari Jurusan Farmasi UII:
- Citra Nofitasari (International Program Farmasi UII)
- Fakhri Zulfikar Adhita (Program Reguler Farmasi UII)
- Nasywa Dewi Nur Bramila (International Program Kimia UII)
- Salsabila Khoirunisa (Arsitektur UII)

Kehadiran Citra dan Fakhri memastikan aspek formulasi dan farmakologi produk tetap menjadi pondasi utama, sementara kolaborasi dengan program studi Kimia dan Arsitektur memperkaya dimensi analisis dan penyajian konsep secara holistik.
Menuju Kemandirian Pangan Fungsional Global
Dewan juri I2ASPO memberikan apresiasi tinggi pada relevansi produk ini di masa depan. Dengan memanfaatkan bahan alam lokal Indonesia, tim Farmasi UII membuktikan bahwa teknologi formulasi sediaan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas tradisional menjadi produk kesehatan berskala global.

Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen Jurusan Farmasi UII dalam mencetak inovator muda yang mampu menghadirkan solusi kesehatan bagi masyarakat dunia. Kemenangan di ajang I2ASPO 2025 merupakan kado indah sekaligus penegasan bahwa kepakaran farmasi dari kampus terpadu UII diakui di level internasional.


















