Surabaya–Malang, IAINews – Program Studi Farmasi Klinis dan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Universitas Bali Internasional (UNBI) melakukan benchmarking akademik ke dua perguruan tinggi ternama di Jawa Timur, yakni Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya dan Universitas Brawijaya Malang, serta dilanjutkan dengan kunjungan ke industri farmasi PT Satoria Pharma.
Benchmarking ini menjadi bagian dari upaya strategis UNBI dalam meningkatkan mutu pendidikan farmasi, memperkuat relevansi kurikulum, serta menjembatani kebutuhan dunia akademik dengan praktik industri kefarmasian.
Benchmarking dilakukan melalui diskusi dengan pengelola program studi, peninjauan kurikulum, serta observasi langsung fasilitas laboratorium, Computer-Based Test (CBT), dan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) center.
Tim Farmasi UNBI juga menggali praktik terbaik dalam pengelolaan pembelajaran, penelitian terapan, dan kemitraan dengan industri serta wahana pendidikan di fasilitas kesehatan.
Kurikulum Berbasis Outcome Jadi Sorotan
Salah satu temuan utama dari kunjungan tersebut adalah penerapan kurikulum berbasis outcome yang konsisten di kedua universitas tujuan. Pembelajaran tidak hanya menekankan penguasaan teori, tetapi juga kemampuan analisis kasus, praktik klinik, dan manajemen kefarmasian. Metode seperti outcome-based education (OBE) dan simulasi kasus klinis dinilai efektif dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan.
Tim Farmasi UNBI menilai pendekatan ini dapat menjadi referensi penting dalam penyempurnaan kurikulum agar lebih adaptif terhadap perkembangan ilmu dan kebutuhan layanan kesehatan.
Laboratorium dan Riset Terapan
Dari sisi sarana prasarana, fasilitas laboratorium di kedua kampus dinilai representatif dan mendukung kegiatan akademik maupun riset. Ketersediaan peralatan analitik serta laboratorium formulasi dan teknologi memungkinkan mahasiswa dan dosen melakukan penelitian terapan yang berorientasi pada pemecahan masalah nyata di bidang farmasi.
Selain itu, budaya riset yang kuat dan dukungan institusi terhadap publikasi ilmiah serta kolaborasi dengan industri menjadi poin pembelajaran penting bagi Farmasi UNBI.
Penguatan Jejaring dan Magang Industri
Benchmarking juga menyoroti pentingnya jejaring kerja sama dengan industri farmasi, apotek rumah sakit, dan lembaga kesehatan lainnya. Skema magang terstruktur dan berkelanjutan dinilai mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa sekaligus memperluas peluang kerja bagi lulusan.
Rangkaian kegiatan benchmarking juga dilakukan dengan kunjungan ke PT Satoria Pharma, salah satu industri farmasi nasional, yang merupakan satu-satunya produsen IV Solution di Indonesia yang menggunakan botol Pharmaceutical Grade Polypropylene (PP) untuk memudahkan deteksi kontaminasi dan perubahan warna.
Dalam kunjungan ini, peserta memperoleh gambaran langsung mengenai proses produksi obat, penerapan standar mutu, serta peran sumber daya manusia farmasi di industri.
Kunjungan industri ini diharapkan dapat memperkaya perspektif akademik sekaligus menjadi referensi dalam penguatan program magang dan kerja sama industri bagi mahasiswa Farmasi UNBI.
Bagi UNBI, masukan ini membuka peluang untuk memperluas kemitraan strategis dan memperkuat program magang berbasis kompetensi.
Hasil benchmarking ini akan dirumuskan menjadi rekomendasi pengembangan Farmasi UNBI, mulai dari penyelarasan kurikulum, peningkatan fasilitas laboratorium secara bertahap, hingga penguatan riset dan pengabdian masyarakat.
Kegiatan ini menegaskan komitmen UNBI untuk terus berbenah dan belajar dari institusi yang telah lebih dulu berkembang, demi menghadirkan pendidikan farmasi yang berkualitas dan berdaya saing.***

