Sibolga IAINews — Di balik penat yang menggantung di bahu para relawan Apoteker Tanggap Bencana (ATB), sebuah kehangatan sederhana hadir di posko. Bukan berupa kata-kata panjang, melainkan durian Sibolga, aroma khas yang seketika menghapus lelah setelah seharian berjibaku di lokasi bencana.
Ketua Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (PC IAI) Kota Sibolga, Apt. Tafnan, dengan sengaja menyuguhkan durian sebagai bentuk kasih dan perhatian bagi para relawan. Ia memahami betul bahwa seharian di lapangan bukan hanya menguras tenaga, tetapi juga perasaan.
“Biar yang diingat bukan hanya bencananya,” ungkapnya lirih, “tapi juga Tapanuli dengan segala kehangatan dan kuliner khas yang bisa dirindukan.”
Di tengah kondisi daerah yang masih diliputi duka, jamuan sederhana itu menjadi pengingat bahwa kemanusiaan tak pernah berhenti berbagi. Durian menjadi simbol pelukan, bahwa perjuangan para relawan dihargai, ditemani, dan didoakan.
Apt. Busman Nur, salah satu relawan ATB, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas pendampingan Ketua PC IAI Sibolga selama beberapa hari perjalanan kemanusiaan di Sibolga, Tapanuli Tengah, hingga Tapanuli Selatan. Di balik kelelahan, ada haru yang tak bisa disembunyikan.
“Kami sangat tersentuh,” ujarnya, “di tengah bencana, beliau masih menyempatkan diri memberikan jamuan terbaik untuk kami.”
Selain durian, malam terakhir di Sibolga pun ditutup dengan sajian ikan segar, hidangan yang menurut Apt. Tafnan wajib dinikmati. Sebab Sibolga, katanya, bukan sekadar kota persinggahan, melainkan kota ikan, tempat laut memberi kehidupan dan kenangan.
Di antara duka dan kerja kemanusiaan, durian dan ikan segar menjadi pengikat cerita. Bahwa di tanah yang terluka, masih ada rasa yang menyembuhkan, dan persaudaraan yang membuat lelah terasa berarti. (TMN)

