Site icon IAI NEWS

Dosen Poltekkes Kemenkes Jambi Edukasi Peserta Prolanis tentang Diabetes dan Kombucha Mahkota Dewa

JAMBI IAINews — Tim dosen Program Studi Farmasi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Jambi melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Puskesmas Simpang Kawat, Payo Lebar, Kota Jambi, Kamis (7/8/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 25 peserta, mayoritas anggota Prolanis, termasuk penderita Diabetes Melitus (DM), mengusung tema “Optimalisasi Potensi Lokal: Peningkatan Nilai Tambah Buah Mahkota Dewa melalui Fermentasi Kombucha sebagai Produk Minuman Fungsional.” Kegiatan tersebut dibuka oleh Kusnila Wardani, S.K.M., selaku Penanggung Jawab (PJ) Kluster 1 Puskesmas Simpang Kawat.

Sesi pemaparan materi.

Tim pengabdian yang terdiri atas apt. Mesa Sukmadani Rusdi, M.Sc. dan Sugiarti, S.Pd., M.Pd., mengawali kegiatan dengan memberikan edukasi dan konseling mengenai Diabetes Melitus. Materi mencakup faktor risiko, pentingnya pengendalian gula darah, pola makan sehat, aktivitas fisik, kepatuhan minum obat, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai bagian dari pengelolaan DM yang berkelanjutan.

Edukasi tersebut kemudian diarahkan pada pemanfaatan potensi bahan lokal sebagai bagian dari upaya mendukung pola hidup sehat. Salah satu inovasi yang diperkenalkan kepada peserta adalah Kombucha Mahkota Dewa, yang diposisikan sebagai terapi komplementer dan bukan sebagai pengganti pengobatan medis.

Dalam pemaparannya, tim menjelaskan bahwa Kombucha Mahkota Dewa dibuat dari daging buah mahkota dewa melalui proses fermentasi menggunakan Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast (SCOBY) selama 14 hari. Produk tersebut juga mengandung senyawa aktif seperti mangiferin, rutin, dan naringin yang memiliki potensi aktivitas antioksidan.

Selain mengenalkan manfaat dan proses pembuatannya, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya keamanan dalam mengolah dan mengonsumsi produk fermentasi. Tim menekankan bahwa proses fermentasi harus dilakukan secara higienis dan konsumsi perlu dilakukan secara bijak sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Foto bersama Tim pengabdian dan peserta.

Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi dan praktik sederhana pembuatan kombucha yang dapat dilakukan di rumah. Kegiatan ini menjadi ruang bagi peserta untuk tidak hanya memperoleh informasi mengenai pengelolaan diabetes, tetapi juga memahami bagaimana potensi bahan lokal dapat dikembangkan secara aman dan berbasis pengetahuan ilmiah.

Kusnila Wardani, S.K.M., mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai memberikan manfaat langsung bagi peserta Prolanis. “Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena peserta mendapatkan pengetahuan mengenai pengelolaan diabetes sekaligus pemanfaatan potensi tanaman lokal secara aman dan berbasis ilmiah,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Jambi menunjukkan upaya mendekatkan hasil penelitian dan inovasi di bidang farmasi kepada masyarakat. Edukasi tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya promotif dan preventif dalam pengendalian penyakit tidak menular, khususnya Diabetes Melitus, di wilayah kerja Puskesmas Simpang Kawat.

Exit mobile version