Informasi
Hubungi Redaksi IAINews melalui email : humas@iai.id
Floating Left Ads
Floating Right Ads
banner 950x90

Disiplin Waktu: Manifestasi Ketaqwaan Apoteker dalam Pelayanan (9)

Penulis: apt. Yulianto, M.P.HEditor: apt. Yulianto, M.P.H
banner 120x600
banner 468x60

Waktu merupakan modal utama dalam menyelamatkan nyawa manusia. Kecepatan dan ketepatan apoteker dalam menyiapkan obat sering kali menjadi penentu kesembuhan pasien. Kedisiplinan bukan sekadar aturan administratif melainkan refleksi dari kualitas ibadah seseorang. Allah SWT bersumpah demi waktu dalam Surah Al-Ashr untuk mengingatkan manusia agar tidak tergolong sebagai kaum yang merugi. Apoteker yang menghargai waktu menunjukkan rasa hormatnya terhadap hak-hak pasien yang sedang berjuang melawan rasa sakit.

Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk bersegera dalam melakukan kebaikan.

Iklan ×

Hadits Nabi SAW menyebutkan bahwa dua kenikmatan yang sering dilupakan manusia adalah kesehatan dan waktu luang. Seorang apoteker muslim wajib memanfaatkan setiap detik di ruang praktik untuk memberikan manfaat maksimal. Disiplin dalam memulai pelayanan dan ketepatan waktu pemberian dosis obat adalah bentuk implementasi hadits tersebut. Ketaatan terhadap jadwal praktik mencerminkan integritas moral yang tinggi di hadapan Sang Khalik.

Baca Juga  Audit Lemari Obat Anda! Waspada Serangan Senyap Kerusakan Obat Akibat Hot Spell

Al-Zahrawi menjadi sosok teladan dalam kedisiplinan metode bedah dan farmasi.

Ilmuwan besar ini sangat menekankan pentingnya ketelitian prosedur dan manajemen waktu dalam menangani pasien. Beliau menyusun ensiklopedia medis Al-Tasrif dengan sangat sistematis agar memudahkan sejawatnya bekerja secara efektif. Apoteker masa kini harus meneladani keteraturan berpikir dan bertindak yang diwariskan oleh para ulama terdahulu. Profesionalisme tanpa disiplin waktu hanya akan melahirkan kekacauan dalam sistem pelayanan kesehatan.

Hidup yang berkah adalah hidup yang teratur.

Gus Baha menjelaskan bahwa ketaatan pada waktu salat seharusnya melatih seorang muslim untuk disiplin dalam urusan duniawi lainnya. Apoteker yang menjaga waktu salatnya secara otomatis akan memiliki manajemen waktu yang baik di meja pelayanan. Jalaluddin Rumi turut berpesan agar kita tidak membiarkan waktu berlalu tanpa makna. Rumi mengatakan: “Kemarin saya pintar, jadi saya ingin mengubah dunia. Hari ini saya bijak, jadi saya mengubah diri sendiri.” Perubahan diri dimulai dari kedisiplinan kecil setiap hari.

Baca Juga  Marah dengan Diksi Positif

Efektivitas pelayanan kefarmasian sangat bergantung pada manajemen waktu yang presisi.

Pasien membutuhkan kepastian mengenai kapan mereka bisa mendapatkan obat dan edukasi yang memadai. Apoteker yang disiplin akan menciptakan rasa aman dan kepercayaan yang tinggi di hati masyarakat. Kedisiplinan ini pada akhirnya akan menjadi budaya kerja yang mendatangkan keberkahan bagi institusi kesehatan. Ramadan menjadi madrasah terbaik bagi apoteker untuk melatih ketepatan waktu antara sahur, bekerja, dan berbuka demi meraih rida-Nya.

banner 325x300
```

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 950x90