JAKARTA, IAINews – Layaknya sebuah kota mati, suasana mencekam begitu kental saat rombongan PD IAI Aceh memasuki wilayah Kabupaten Aceh Tamiang pada tengah malam Kamis, 4 Desember 2025 lalu.
Kabupaten Aceh Tamiang merupakan salah satu kabupaten yang mengalami kerusakan paling parah saat terjadi bencana banjir dan tanah longsor yang melanda pesisir barat pulau Sumatra, pada Rabu, 26 November 2025.
Saat memasuki kompleks Tamiang Sport Center terlihat area parkir dipenuhi dengan mobil-mobil yang terlihat dipenuhi dengan lumpur bekas banjir.
Terlihat ratusan mobil aneka merek dan jenis berjajar di area yang sepi, tak ada seorang pun manusia yang terlihat berada di wilayah tersebut.
Hanya mobil-mobil yang berselimut lumpur menjadi saksi bisu, keganasan banjir bandang yang melanda daerah tersebut beberapa hari sebelumnya.
Di sisi lain terlihat gerobak-gerobak penjual makanan teronggok berjajar dalam keadaan yang sama, penuh dengan lumpur bekas banjir.
Memasuki daerah-daerah lain, suasana tak berbeda dengan kompleks Tamiang Sport Center yang sepi. Di tengah suasana mencekam itu, terlihat rumah-rumah yang rusak, bangunan fasilitas umum lain juga terlihat dalam keadaan yang sama, kotor penuh lumpur.
‘’Walau sejawat apoteker yang tinggal di Aceh Tamiang sudah mulai bisa berkabar, namun kondisi mereka sungguh memprihatinkan,’’ ungkap Ketua PD IAI Aceh, apt. Tedy Kurniawan melaporkan hasil perjalanannya di Kabupaten Aceh Tamiang bersama tim.
Walau mereka selamat, namun 95 persen apoteker yang berada di Kabupaten Aceh Tamiang menjadi korban bencana Sumatra ini.
‘’Rumah habis, semua habis terendam banjir setinggi 5 meter. Bersyukur mereka masih selamat,’’ tambah apt. Ijoel Syamsudin, ATB PD IAI Banten.
‘’Aceh Tamiang sangat berat kondisinya, RSUD lumpuh, bau mayat di kabupaten tersebut mulai terasa menyengat,’’ tutur apt Tedy Kurniawan.
Menanggapi hal ini, apt Ijoel Syamsudin menyampaikan bahwa ATB PD IAI Banten tengah menyiapkan kantong jenasah untuk dikirimkan ke wilayah bencana.
Perjalanan ke Aceh Tamiang, PD IAI Aceh membawa bantuan logistik berupa beras, minyak goreng, air mineral, sarden, telur, sepatu bot, diapers untuk lansia, pembalut, biskuit, susu, lotion anti nyamuk, lampu emergency dan lain-lain telah diserahkan kepada masyarakat desa Durian, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang.
‘’Desa Durian ini merupakan salah satu desa paling berat terdampak banjir dan belum mendapatkan akses bantuan sama sekali dari pihak lain,’’ tutur apt Tedy Kurniawan.
Bantuan yang sama juga diserahkan untuk masyarakat desa Sriwijaya, Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang. Di desa ini ketinggian banjir mencapai 4 meter.
Di posko desa tersebut tercatat 1.000 KK yang mengungsi.
Sementara itu, Ketua PD IAI Sumatra Barat, apt Dedi Almasdy melaporkan, pihaknya juga telah mendatangi dua titik posko di Palembayan. Mereka melakukan perjalanan darat melalui Bukit tinggi dan arah Pariaman.
Apt. Dedi Almasdy mengisahkan perjuangan sejawat apoteker untuk menembus wilayah yang terisolasi dengan meniti jembatan darurat dengan air yang mengalir deras di bawahnya.
‘’Luar biasa cerita sejawat yang memungut potongan-potongan tubuh jenazah korban bencana banjir dan tanah longsor,’’ tutur apt. Dedi Almasdy tak mampu menyembunyikan rasa haru.
Sementara Ketua Umum PP IAI, apt Noffendry Roestam secara remote terus melakukan koordinasi dengan pengurus daerah lain yang juga bahu membahu untuk meringankan beban para korban bencana.
‘’Sejawat dari PD IAI Kalimantan Barat juga berkoordinasi dengan saya. Mereka akan mengirimkan sejumlah bantuan logistik ke tiga wilayah bencana. Begitu juga PD IAI Jawa Timur juga telah bergerak untuk mengumpulkan donasi berupa logistik dan uang,’’ tambah apt. Noffendri.
Saat ini Ketua Umum PP IAI tersebut juga tengah berada di Medan dan berkoordinasi dengan PD IAI Sumatra Utara dibawah pimpinan apt. Agustama.
‘’PD IAI Sumut malam ini tengah menyiapkan bantuan yang akan dibawa ke Tanjung Pura besok pagi,’’ tutur apt. Noffendri.
Lokasi Tanjung Pura hingga saat masih sangat sulit dijangkau, karena itu tim PD IAI Sumatra Utara berkoordinasi dengan kepala dusun setempat untuk serah terima bantuan di dekat jembatan di Tanjung Pura.
‘’Teman-teman PD IAI Sumut akan membawa bantuan di dekat jembatan Tanjung Pura, nanti akan diambil oleh kepala dusun yang datang menggunakan perahu, karena memang wilayah tersebut masih sangat sulit dijangkau,’’ tutur apt. Noffendri.
Dalam kesempatan itu, apt. Noffendri menyampaikan penghargaan sebesar-besarnya kepada para sejawat apoteker baik di Aceh, Sumut maupun Sumbar yang telah berjibaku untuk bisa menyerahkan bantuan ke wilayah terdampak bencana.
Ikatan Apoteker Indonesia masih membuka donasi melalui rekening BNI dengan nomor 8933529 atas nama Ikatan Apoteker Indonesia.
Untuk memberikan donasi serta mengetahui update-nya dapat diakses melalui https://peduli.iainews.net/.
‘’Portal peduli.iainews.net sengaja disiapkan secara khusus agar teman-teman apoteker dan masyarakat pada umumnya dapat mengirimkan donasi dengan lebih mudah dan cepat. Mereka yang telah menyampaikan donasi juga bisa mengupdate laporan terkini mengenai donasi yang dikumpulkan oleh PP IAI ini,’’ tutur apt. Dra Tresnawati, Wakil Sekjen Bidang Humas dan Pengmas PP IAI.***
