Site icon IAI NEWS

Dari Dapur Menuju Surga: Pengabdian Masyarakat Farmasi UII, Manufaktur Estetik di Ruang Domestik

Farmasi UII Berilmu Amaliah, Beramal Ilmiah

Rumah tangga merupakan miniatur dunia yang keberlanjutannya sangat bergantung pada ketulusan serta kearifan seorang ibu. Dapur tidak sekadar menjadi tempat mengolah makanan melainkan bertindak sebagai jantung kehidupan sekaligus sumber utama limbah domestik. Kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup mendasari tim dosen Jurusan Farmasi Universitas Islam Indonesia (UII) untuk kembali menyambangi warga Kelompok Usaha Bersama (KUB) Padukuhan Blekik, Sardonoharjo, Sleman. Program hibah pengabdian masyarakat lintas disiplin ilmu ini hadir membawa solusi konkret melalui pemanfaatan minyak nabati murni menjadi sabun mandi artisan bernilai ekonomi tinggi.

Romo Sukir mengapresiasi keberadaan para wanita dan Ibu dalam kehidupan beragam , berbangsa dan keluarga dalam materi tausiahnya

Manifesto Kehormatan Perempuan dalam Dakwah

Acara pengabdian masyarakat diawali oleh siraman rohani yang mencerahkan dari Romo Sukir dengan tema sentral kemuliaan wanita dalam Islam. Sosok nyentrik ini mengangkat kisah Khaulah binti Tsa’labah sebagai cerminan bahwa suara dan keluh kesah seorang istri didengar langsung oleh Tuhan hingga menggetarkan langit.

Khaulan binti Tsa’labah sosok wanita hebat yang doanya mengguncang langit dan diabadikan ceritanya dalam al Qur’an di surah al mujadilah ayat 1-4

Perempuan memegang peran strategis sebagai manajer domestik yang mampu menggerakkan roda ekonomi keluarga sekaligus bertindak sebagai penjaga kelestarian bumi. Pengorbanan serta rasa lelah para ibu di ruang dapur tidak boleh dipandang sebelah mata karena dari tangan merekalah peradaban mulia dilahirkan. Manajemen rumah tangga yang berbasis pada nilai spiritual akan mengubah aktivitas harian di dapur menjadi jembatan ibadah menuju surga.

Sinergi Sains dan Kelestarian Air

Potensi pencemaran air got akibat buangan detergen kimia memerlukan tindakan mitigasi yang cepat dan terukur dari para akademisi. Pakar teknik lingkungan UII, Dr. Eng. Ir. Awaluddin Nurmianto, memberikan simulasi interaktif mengenai kategorisasi air limbah rumah tangga guna mencegah kerusakan tanah secara meluas.

Mengenal Air Limbah dan Cara Pengolahannya

Edukasi tersebut diperkuat dengan lokakarya pembuatan sabun padat alami menggunakan metode cold process oleh pakar teknologi farmasi, apt. Siti Zahliyatul Munawiroh, Ph.D. Inovasi penggunaan minyak sawit murni dan minyak kelapa terbukti ampuh menghasilkan sabun artisan yang aman bagi kulit sensitif serta ramah terhadap ekosistem air.

pak awaluddin dan Ibu Siti Zahlia bergantian memberikan materi dalam menjaga alam dan memupuk kreativitas ibu rumah tangga

Panduan Praktis Meracik Sabun Mandi Alami

Pembuatan sabun alami di rumah sebetulnya sangat sederhana namun memerlukan ketelitian layaknya meracik obat di laboratorium farmasi. Pengolahannya mengandalkan reaksi saponifikasi antara asam lemak dari minyak nabati dengan senyawa alkali atau basa kuat. Ibu-ibu KUB Dusun Blekik diajak mempraktikkan proses pembuatan secara runut melalui beberapa tahapan esensial berikut:

Teknik membuat sabun padat
Mahasiswa farmasi UII bersama para ibu yang dengan bangga menunjukkan hasil karyanya

Kolaborasi Masif Menggerakkan Ekonomi Kreatif

Keberhasilan agenda pemberdayaan ini didukung penuh oleh kontribusi nyata 18 dosen Jurusan Farmasi UII yang terjun langsung ke lapangan. Para akademisi senior beserta mahasiswa farmasi berkolaborasi aktif mengawal setiap tahapan workshop agar berjalan sesuai dengan standar keamanan bahan.

Tim inti pengabdian masyarakat Farmasi UII yang terdiri dari Dosen, Laboran dan mahasiswa

Keterampilan baru manufaktur estetik ini membuka peluang usaha kreatif berbasis domestik yang sangat potensial dalam menopang finansial keluarga. Keberlanjutan program pengabdian dibuktikan lewat pendampingan yang intensif di bawah supervisi Dr. apt. Viviane Annisa serta dukungan teknis dari laboran senior Bapak Hartanto. Kerja sama lintas sektor ini membuktikan bahwa aksi nyata di masyarakat jauh lebih efektif dalam melahirkan dusun yang bersih, mandiri, serta membanggakan.

Exit mobile version