Site icon IAI NEWS

Closing Ceremony Rakernas & PIT IAI 2025 Bekali Materi Mental Blok Untuk Apoteker Baru Sulawesi Selatan

MAKASSAR, IAINews – Setelah 4 hari diselenggarakan, akhirnya Rakernas dan PIT IAI 2025 memasuki sesi akhir. Closing Ceremony diselenggarakan di Phinisi Ballroom Hotel Claro, Sabtu, 30 Agustus dengan acara spesial.

Salah satu keunikan dari acara penutupan ini yang membedakan dengan acara Rakernas & PIT IAI sebelumnya adalah penyambutan apoteker baru lulusan dari seluruh perguruan tinggi farmasi yang ada di Sulawesi Selatan.

Bertajuk “Welcoming Home Apoteker Lulusan Baru Sulawesi Selatan”, para apoteker baru ini disambut dengan ramah dan hangat oleh para apoteker peserta Rakernas & PIT IAI 2025 sambil berdiri dan bertepuk tangan.

Para apoteker baru ini, kemudian mendapatkan pembekalan  berupa materi bertema ‘Mental Block. It’s Ok To Not Be Ok : Cerita, Peluang dan Harapan untuk Apoteker Muda’.

Dimoderatori apt Yuri Pratiwi Utami, pemateri Faradillah Firdaus.,S.Psi.,M.A membuka sesi dengan materi mengenai bagaimana mengenali dan mengatasi overwhelmed.

Sebelumnya, moderator menyampaikan pengantar mengenai ap aitu mental block, yaitu kondisi psikologis sementara yang menyebabkan hambatan mental sehingga sulit berpikir jernih, berkonsentrasi, atau mengakses ide-ide kreatif. Seringkali karena stres, kecemasan, kelelahan, atau trauma emosional.

“Overwhelmed adalah kondisi yang dapat dialami siapa saja, termasuk apoteker. Ini bukan kelemahan karakter, melainkan sinyal bahwa Anda membutuhkan dukungan dan strategi yang lebih baik,’’ ungkap Faradillah Firdaus.

Ciri Fisik Overwhelmed

Ciri Emosional Overwhelmed :

Ciri Mental/Kognitif Overwhelmed :

Ciri Khusus Overwhelmed pada Apoteker

Berikutnya, Faradilah Firdaus menyampaikan bagaimana membangun resiliensi dan growth mindset untuk apoteker.

“Sesi partisipatif dirancang untuk membantu apoteker muda mengembangkan ketahanan mental dan pola pikir berkembang dalam menghadapi tantangan profesi,’’ ungkap Faradilah Firdaus.

‘’Melalui aktivitas interaktif, peserta akan belajar mengidentifikasi kekuatan diri, menetapkan tujuan dengan metode SMART, dan mempraktikkan teknik mindfulness untuk meningkatkan kesejahteraan professional,” tuturnya.

Fixed vs Growth Mindset

Faradilah Firdaus Kemudian melanjutkan dengan materi mengenai resiliensi dan growth mindset.

’’Resiliensi adalah kemampuan untuk bangkit dari kegagalan, mampu beradapati setelah sebuah kegagalan terjadi,’’ papar Faradilah Firdaus.

Resiliensi juga berkaitan dengan kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan sistem baru, untuk regulasi baru, untuk tetap berkinerja baik di bawah tekanan.

Melayani dengan baik meski apotek ramai dan untuk belajar dan tumbuh dari pengalaman sulit, juga adalah sebuah resiliensi. Dan terakhir menjadi lebih baik setelah menghadapi komplain pasien.

Setelah penjelasan mengenai resiliensi, Faradilah Firdaus menguraikan bagaimana praktik mindfulness untuk apoteker dilakukan :

Praktik mindfulness ini dapat membantu anda mengelola stres, meningkatkan fokus, dan memperkuat koneksi dengan pasien dan rekan kerja.***

Exit mobile version