Site icon IAI NEWS

Cegah Kanker Serviks, KORPRI BPOM Resmikan Gerakan Nasional 1 Juta Vaksin Serviks

JAKARTA, IAINews – Guna memperkuat perlindungan kesehatan ASN, khususnya perempuan, dari ancaman kanker serviks, Dewan Pengurus Korpri Nasional (DPKN) bersama BPOM secara resmi meluncurkan Program “Satu Juta Vaksin Serviks”.

Program bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan istri ASN di seluruh Indonesia ini diluncurkan pada Jumat, 28 November 2025 dan mulai dilaksanakan pada Oktober 2025.

Kanker serviks menjadi penyakit yang merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi bagi perempuan di Indonesia.

Dalam sambutannya, Ketua Umum DPKN sekaligus Kepala Badan Kepegawaian Negara Zudan Arif Fakrulloh menyampaikan pentingnya gerakan ini sebagai upaya kolektif menjaga kesehatan ASN.

Zudan menegaskan, “Jumlah ASN kita sekitar 5,4 juta orang, separuhnya perempuan. Kanker serviks adalah pembunuh nomor satu bagi perempuan’’.

‘’Karena itu, KORPRI berikhtiar bersama BPOM menghadirkan Program Satu Juta Vaksin Serviks untuk ASN dan istri ASN dengan biaya terjangkau,” kata Zudan.

Dalam arahannya, Kepala BPOM Taruna Ikrar menekankan urgensi vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) sebagai salah satu bentuk perlindungan dini terhadap kanker serviks.

“Lebih dari 36.000 perempuan Indonesia terdiagnosis kanker serviks tiap tahun dan 70% di antaranya baru diketahui pada stadium lanjut. Padahal, 99% kasus disebabkan oleh infeksi HPV yang sebenarnya bisa dicegah dengan vaksinasi,” tutur Taruna.

Taruna Ikrar menjelaskan bahwa pelaksanaan Program “Satu Juta Vaksin Serviks” dilakukan secara bertahap hingga 2026 dan menjangkau 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, serta 105 kementerian/lembaga.

Dengan jumlah ASN yang sangat besar dan lebih dari separuhnya adalah perempuan, program ini diyakini akan memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan perlindungan kesehatan di lingkungan birokrasi.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, seluruh kementerian/lembaga, serta industri farmasi penyedia vaksin yang telah berkolaborasi dalam percepatan vaksinasi HPV untuk ASN.

Vaksin HPV merupakan vaksin yang memberikan perlindungan terhadap virus penyebab kanker serviks dan kondisi pra‑kanker.

Vaksin ini bekerja dengan membantu tubuh membangun kekebalan sehingga virus tidak dapat berkembang menjadi infeksi berbahaya.

Hingga saat ini BPOM telah menyetujui 6 produk vaksin HPV, yaitu 3 vaksin HPV bivalen (Cervarix, Cecolin dan Vaceta), 2 vaksin HPV tetravalen (Gardasil, Nusagard), dan satu vaksin HPV nonavalen (Gardasil 9).

Dengan vaksinasi, risiko terjadinya perubahan sel abnormal di leher rahim dapat ditekan sejak dini sehingga mencegah perkembangan kanker.

“Bagi banyak perempuan, vaksin ini memberikan rasa aman karena mereka memiliki perlindungan tambahan sebelum pernah terpapar virus HPV,’’ tutur Taruna Ikrar.

‘’Dalam jangka panjang, vaksinasi HPV membantu mengurangi angka kematian akibat kanker serviks dan meningkatkan kualitas hidup perempuan Indonesia,” ujar Kepala BPOM.

Sepakat dengan penjelasan Kepala BPOM, Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono menilai program ini sejalan dengan upaya nasional untuk menurunkan angka kanker serviks.

“Setiap tahun terdapat lebih dari 36.000 kasus baru kanker serviks di Indonesia dan banyak dari mereka baru mendapatkan diagnosis di tahap yang sudah berat,’’ papar Dante.

‘’Karena itu, vaksinasi HPV dan skrining rutin adalah pilar penting untuk mencegah kanker serviks sejak dini,” tegas Dante.

Program “Satu Juta Vaksin Serviks” juga memiliki manfaat besar bagi ASN, termasuk kemudahan akses terhadap vaksinasi, peningkatan pemahaman mengenai pentingnya deteksi dini kanker, dan menjadi contoh nyata bagi masyarakat luas tentang pentingnya pencegahan.

Dengan memperkuat budaya hidup sehat di lingkungan ASN, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat yang terdorong untuk melakukan vaksinasi dan pemeriksaan rutin.

Sebagai bentuk apresiasi atas dorongan dan keterlibatannya dalam program besar ini, Kepala BPOM menerima penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) sebagai Pemrakarsa Rekor Gerakan Satu Juta Vaksin Kanker Serviks bagi ASN KORPRI secara Serentak di Seluruh Indonesia.

Penghargaan ini menjadi simbol komitmen kuat pemerintah Indonesia dalam upaya pencegahan kanker serviks secara nasional.

Dengan diluncurkannya program ini, KORPRI dan BPOM menegaskan langkah nyata menuju Indonesia yang lebih sehat.

Melalui perlindungan vaksin HPV, ASN perempuan dan keluarga ASN dapat memperoleh perlindungan dini agar tercipta aparatur negara yang lebih sehat, produktif, dan siap memberikan pelayanan terbaik bagi bangsa.

Program ini bukan hanya bentuk perlindungan kesehatan, tetapi juga komitmen bersama untuk menurunkan beban kanker serviks di Indonesia secara berkelanjutan.***

Exit mobile version