<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Riset dan Pendidikan &#8211; IAI NEWS</title>
	<atom:link href="https://iainews.net/category/riset/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://iainews.net</link>
	<description>Portal Berita Ikatan Apoteker Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 Aug 2026 03:03:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.8</generator>

<image>
	<url>https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/03/cropped-Untitled-1-32x32.jpg</url>
	<title>Riset dan Pendidikan &#8211; IAI NEWS</title>
	<link>https://iainews.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cegah Hipertensi dan Resistensi Antibiotika, Mahasiswa KKN STIKSAM Gelar Penyuluhan dan Demo Pembuatan Jus di Desa Jembayan</title>
		<link>https://iainews.net/cegah-hipertensi-dan-resistensi-antibiotika-mahasiswa-kkn-stiksam-gelar-penyuluhan-dan-demo-pembuatan-jus-di-desa-jembayan/</link>
					<comments>https://iainews.net/cegah-hipertensi-dan-resistensi-antibiotika-mahasiswa-kkn-stiksam-gelar-penyuluhan-dan-demo-pembuatan-jus-di-desa-jembayan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2026 03:03:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Riset dan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#pengabdianmasyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Antibiotika]]></category>
		<category><![CDATA[DesaJembayan]]></category>
		<category><![CDATA[hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[iai]]></category>
		<category><![CDATA[KKN]]></category>
		<category><![CDATA[KutaiKartanegara]]></category>
		<category><![CDATA[posyandu lansia]]></category>
		<category><![CDATA[ResistensiAntimikroba]]></category>
		<category><![CDATA[STIKSAM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=16493</guid>

					<description><![CDATA[Kutai Kartanegara, IAI News. Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan, dosen...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kutai Kartanegara, IAI News.</strong> Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan, dosen Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc., bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Abdillah, Aldi, Dwi, Syelda, Sofa, dan Rosalina dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKSAM) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.</p>
<p><img data-dominant-color="838774" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #838774;" fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-16495 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260819-WA0008-1.jpg" alt="" width="3024" height="4032" /></p>
<p>Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 13 Agustus 2026 tersebut dihadiri sekitar 100 warga dari tujuh RT dan bertempat di Aula Kantor Desa Jembayan. Kegiatan ini difokuskan pada edukasi mengenai penggunaan antibiotika secara rasional serta pemahaman tentang obat antihipertensi yang banyak digunakan masyarakat.</p>
<p>Dalam penyuluhan, masyarakat diberikan pemahaman mengenai bahaya penggunaan antibiotika yang tidak tepat, termasuk penggunaan tanpa indikasi, dosis yang tidak sesuai, maupun tidak mengikuti aturan penggunaan. Penggunaan antibiotika yang tidak rasional dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi antimikroba.</p>
<p><img data-dominant-color="9c9e8b" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #9c9e8b;" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-16496 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260819-WA0009.jpg" alt="" width="3024" height="4032" /></p>
<p>Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai hipertensi, pentingnya mengontrol tekanan darah, kepatuhan dalam mengonsumsi obat, serta mengenali efek samping obat antihipertensi. Para pemateri menekankan bahwa hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi sehingga membutuhkan pengelolaan yang tepat dan berkelanjutan.</p>
<p><img data-dominant-color="8d9080" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #8d9080;" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-16497 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260819-WA0006.jpg" alt="" width="4032" height="3024" /></p>
<p>Acara dibuka oleh Ketua Kader Posyandu Desa Jembayan, Sri Mariatun, yang didampingi sejumlah kader lainnya. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada tim STIKSAM yang telah memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Kegiatan tersebut juga berlangsung bersamaan dengan pelayanan Posyandu rutin yang diikuti oleh ibu hamil, ibu balita, dan para kader Posyandu.</p>
<p>Rangkaian kegiatan tidak hanya berupa penyampaian materi, tetapi juga diisi dengan demonstrasi pembuatan jus berbahan dasar pangan yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat, seperti mentimun, seledri, dan tomat. Demonstrasi ini bertujuan memperkenalkan pilihan pola konsumsi yang mendukung gaya hidup sehat dalam upaya menjaga tekanan darah.</p>
<p>Penyuluhan disampaikan secara komunikatif dan interaktif sehingga peserta antusias mengikuti kegiatan. Sesi tanya jawab juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Warga berkesempatan menyampaikan berbagai pertanyaan, termasuk mengenai efek samping obat dan pengelolaan hipertensi pada ibu hamil. Pertanyaan tersebut dijawab oleh tenaga kesehatan sesuai dengan kompetensi dan informasi medis yang tepat.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, tim STIKSAM berharap pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat yang rasional, pencegahan resistensi antibiotika, serta pengelolaan hipertensi dapat semakin meningkat. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat peran Posyandu dalam memberikan pelayanan promotif dan preventif kepada masyarakat.</p>
<p>“Ke depannya, Posyandu berkomitmen untuk terus mendekatkan pelayanan promotif dan preventif kepada masyarakat guna mewujudkan derajat kesehatan yang optimal,” ujar Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/cegah-hipertensi-dan-resistensi-antibiotika-mahasiswa-kkn-stiksam-gelar-penyuluhan-dan-demo-pembuatan-jus-di-desa-jembayan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>STIKSAM Adopsi Inovasi WBK Fakultas Keperawatan USU</title>
		<link>https://iainews.net/stiksam-adopsi-inovasi-wbk-fakultas-keperawatan-usu/</link>
					<comments>https://iainews.net/stiksam-adopsi-inovasi-wbk-fakultas-keperawatan-usu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2026 13:47:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Riset dan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[berita iai]]></category>
		<category><![CDATA[iai]]></category>
		<category><![CDATA[iainews]]></category>
		<category><![CDATA[STIKSAM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=16305</guid>

					<description><![CDATA[Medan, IAINews &#8211; Dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan pelayanan publik yang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Medan, IAINews &#8211; Dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan pelayanan publik yang prima, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda (STIKSAM) melakukan kunjungan kerja ke Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara (USU) (4/8/2026).</p>
<p>Rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua STIKSAM, apt. Supomo, S.Si, M.Si., ini bertujuan untuk mempelajari secara mendalam implementasi Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).</p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kunjungan ini disambut langsung oleh Dekan Fakultas Keperawatan USU, Dr. Dudut Tanjung, S.Kp., M.Kep., Sp.KMB., beserta jajaran pimpinan fakultas. Delegasi STIKSAM yang turut hadir antara lain Ketua Badan Penjaminan Mutu (BPM) Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc., Ketua Prodi Profesi Apoteker Dr. apt. Triswanto Sentat, M.Farm.Klin, Sekretaris Prodi S1 Farmasi apt. Novi Milasari, M.Farm., serta Sekretaris Prodi D3 Farmasi apt. Ghina Adhila, M.Farm. Kedatangan ini menandai komitmen serius STIKSAM dalam mengadopsi sistem reformasi birokrasi di lingkungan kampus.</span></p>
<p><img data-dominant-color="67656b" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #67656b;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-16306 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/Screenshot_2026-08-07-20-41-23-903_com.google.android.apps_.docs_.editors.docs-edit.jpg" alt="" width="1220" height="710" /></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam sesi diskusi, Cholina Trisa Siregar, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.KMB., memaparkan strategi penyusunan dokumen ZI-WBK. Ia menegaskan bahwa WBK merupakan miniatur dari sistem reformasi birokrasi yang menilai setiap satuan kerja (satker), bukan institusi secara keseluruhan. &#8220;Tahun pertama adalah proses penilaian, baik terhadap orang lain maupun evaluasi diri. Perubahan terjadi secara perlahan, tidak mutlak langsung berubah, dan intinya adalah memberi pelayanan dari manusia kepada manusia, atau memanusiakan manusia,&#8221; ujarnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Langkah awal yang paling fundamental dalam pembangunan ZI adalah meluruskan niat. Hal ini meliputi pembentukan semangat, doa, impian, dan harapan yang diikat dengan hukum tarik-menarik. &#8220;Apa yang anda pikirkan, itulah yang Tuhan berikan,&#8221; jelas Dr. Cholina, menekankan pentingnya fondasi mental dalam perubahan budaya organisasi. Selain itu, sosialisasi yang masif kepada seluruh pegawai, dosen, dan mahasiswa menjadi kunci agar setiap perubahan yang terjadi dapat dipahami dan diterima secara terbuka.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Lebih dari sekadar administratif, implementasi ZI harus menjadi budaya sehari-hari di lingkungan kampus. Untuk itu, STIKSAM dan USU sepakat bahwa pembangunan ZI harus mencakup seluruh civitas akademika, termasuk dosen dan tenaga kependidikan (tendik), dengan melibatkan mahasiswa sebagai pengguna layanan utama. Para mahasiswa diberikan pemahaman melalui pendekatan per angkatan dan per kelas, serta diajak untuk berpartisipasi dalam evaluasi hasil ujian dan pelayanan yang wajar di kampus.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Fakultas Keperawatan USU telah menerapkan sejumlah inovasi untuk mendukung ZI, seperti layanan Anjungan Satu Atap (ASA), peminjaman alat melalui aplikasi untuk mengurangi kontak fisik, sistem paperless untuk efisiensi biaya, serta penggunaan G-Sheet untuk praktikum laboratorium. Berbagai strategi seperti pemetaan proses dan risiko, inovasi pelayanan yang menyentuh masyarakat dan ramah teknologi, serta dokumentasi yang baik, menjadi contoh konkret yang dibagikan kepada rombongan STIKSAM.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kunjungan ini diakhiri dengan penekanan pada pentingnya dukungan penuh dari yayasan, terutama dalam aspek fasilitas fisik yang akan disurvei oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Selain itu, pengawasan internal juga diperkuat melalui pembentukan Duta Gratifikasi yang bertugas melaporkan setiap indikasi pemberian atau permintaan di lingkungan kampus tanpa sepengetahuan dosen dan mahasiswa lainnya. STIKSAM berharap dengan belajar dari USU, langkah menuju predikat WBK dan WBBM dapat segera terwujud. </span></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/stiksam-adopsi-inovasi-wbk-fakultas-keperawatan-usu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sinergi Akademik: STIKSAM dan Farmasi USU Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Penelitian</title>
		<link>https://iainews.net/sinergi-akademik-stiksam-dan-farmasi-usu-perkuat-kolaborasi-pendidikan-dan-penelitian/</link>
					<comments>https://iainews.net/sinergi-akademik-stiksam-dan-farmasi-usu-perkuat-kolaborasi-pendidikan-dan-penelitian/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2026 13:40:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Riset dan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[almamater STIKSAM]]></category>
		<category><![CDATA[berita iai]]></category>
		<category><![CDATA[Berita iai hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[iainews]]></category>
		<category><![CDATA[STIKSAM]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas sumatera utara]]></category>
		<category><![CDATA[USU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=16300</guid>

					<description><![CDATA[Medan, IAINews – Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) menerima kunjungan dari Sekolah Tinggi Ilmu...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Medan, IAINews – Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) menerima kunjungan dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samudra (STIKSAM) dalam rangka implementasi Memorandum of Agreement (MoA) yang telah ditandatangani sebelumnya (4 Agustus 2026).</p>
<p>Pertemuan yang berlangsung di lingkungan Farmasi USU ini difokuskan pada penguatan tridharma perguruan tinggi, khususnya di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Kedua institusi sepakat untuk memperluas cakupan kerja sama yang selama ini telah berjalan, dengan menyoroti berbagai peluang baru yang dapat dikembangkan secara Bersama</p>
<p><span style="font-weight: 400;">Rombongan STIKSAM yang dipimpin langsung oleh Ketua STIKSAM, apt. Supomo, S.Si, M.Si. Turut serta dalam delegasi tersebut adalah Ketua Badan Penjaminan Mutu (BPM) Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc., Ketua Prodi Profesi Apoteker Dr. apt. Triswanto Sentat, M.Farm.Klin, Sekretaris Prodi S1 Farmasi apt. Novi Milasari, M.Farm., serta Sekretaris Prodi D3 Farmasi apt. Ghina Adhila, M.Farm.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kegiatan kunjungan STIKSAM disambut oleh Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. Khairunnisa sebagai dekan, didampingi oleh Dr. apt. Dadang Irfan Husori, Dr. apt. Aminah Dalimunthe, Dr. apt. Henny Sri Wahyuni, M.Si. serta sejumlah katua dan sekretaris prodi. Salah satu poin utama yang diangkat adalah rencana pengembangan bidang farmasi veteriner oleh Farmasi USU, yang dinilai sebagai terobosan penting mengingat kebutuhan tenaga apoteker di sektor peternakan dan kesehatan hewan semakin meningkat. Selain itu, saat ini Farmasi USU mengelola empat program studi, mulai dari jenjang S1, Magister, Doktor, hingga Program Profesi Apoteker. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ke depan, STIKSAM dan USU berencana menghadirkan kuliah pakar untuk mahasiswa S1 serta membentuk grup komunikasi khusus guna mempermudah koordinasi akademik antar kedua institusi.</span></p>
<p><img data-dominant-color="585d60" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #585d60;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-16301 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/Screenshot_2026-08-07-20-33-45-449_com.google.android.apps_.docs_.editors.docs-edit.jpg" alt="" width="1220" height="868" /></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam ranah penelitian dan pengabdian, kedua pihak membahas peluang kolaborasi melalui skema RKI (Riset Kolaborasi Indonesia) yang dapat melibatkan pihak swasta sebagai mitra pendanaan. Selain itu, program PMDSU (Program Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul) turut menjadi perhatian, di mana empat dosen dari STIKSAM telah diajukan untuk mengikuti program tersebut. Diskusi juga mencakup peningkatan kapasitas dosen dalam penulisan artikel ilmiah dan capaian Indeks Kinerja Utama (IKU) yang menjadi target bersama.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pembaruan MoA menjadi agenda krusial mengingat dokumen kerja sama saat ini telah dinyatakan berakhir (ED). Kedua institusi sepakat untuk memperbarui naskah MoA dengan menambahkan poin-poin baru, terutama yang berkaitan dengan keterlibatan mahasiswa pascasarjana dalam program pertukaran riset dan bimbingan bersama. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hal ini diharapkan dapat memperluas akses mahasiswa tingkat lanjut untuk mendapatkan pengalaman akademik yang lebih komprehensif di kedua institusi.</span></p>
<p><img data-dominant-color="6a6f6d" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #6a6f6d;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-16302 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/Screenshot_2026-08-07-20-34-02-790_com.google.android.apps_.docs_.editors.docs-edit.jpg" alt="" width="1220" height="942" /></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Topik paling mendalam dalam pertemuan tersebut adalah pengelolaan Praktik Kerja Profesi termasuk Monitoring pelaksanaan PKPA juga menjadi perhatian serius. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Setiap mahasiswa diwajibkan melakukan minimal delapan kali pertemuan dengan dosen pembimbing, baik secara tatap muka maupun melalui daring. Selain itu, mahasiswa harus mengisi logbook yang memuat capaian pembelajaran (CPL) secara spesifik, serta melaporkan ketercapaian CPL melalui tautan yang akan dipantau oleh dosen internal”. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Monitoring ke lokasi luar pulau akan diintegrasikan dengan kegiatan lain demi efisiensi anggaran, dan setiap wahana diharuskan melaporkan jika terjadi kendala selama masa praktik.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kunjungan ini diakhiri dengan komitmen kuat untuk segera menindaklanjuti seluruh poin kerja sama demi tercapainya mutu pendidikan farmasi yang unggul dan berdaya saing. </span></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/sinergi-akademik-stiksam-dan-farmasi-usu-perkuat-kolaborasi-pendidikan-dan-penelitian/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Best Practice Pembimbingan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Kegiatan Kemahasiswaan</title>
		<link>https://iainews.net/best-practice-pembimbingan-program-kreativitas-mahasiswa-pkm-dan-kegiatan-kemahasiswaan/</link>
					<comments>https://iainews.net/best-practice-pembimbingan-program-kreativitas-mahasiswa-pkm-dan-kegiatan-kemahasiswaan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2026 06:54:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Riset dan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[berita apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[iai]]></category>
		<category><![CDATA[iainews]]></category>
		<category><![CDATA[STIKSAM]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Tjut Nyak Dhien]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=16202</guid>

					<description><![CDATA[Medan, IAINews – Universitas Tjut Nyak Dhien menjadi tuan rumah kegiatan bertajuk &#8220;Best Practice Pembimbingan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Medan, IAINews</strong> – Universitas Tjut Nyak Dhien menjadi tuan rumah kegiatan bertajuk &#8220;Best Practice Pembimbingan PKM &amp; Kegiatan Kemahasiswaan&#8221; pada Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama, Assoc. Prof. Dr. dr. Humairah Medina Liza Lubis, M.Ked. (PA)., Sp.PA, dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), yang dikenal sebagai dosen pendamping dengan jumlah judul PKM didanai terbanyak di tingkat nasional pada tahun 2025.</p>
<p>Acara ini dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Tjut Nyak Dhien beserta jajaran, termasuk Dr. apt. Eva Sartika Dasopang, M.Si. serta mendapatkan perhatian serius dari jajaran pimpinan STIKSAM yang hadir dengan rombongan lengkap.</p>
<p><span style="font-weight: 400;">Delegasi STIKSAM dipimpin langsung oleh Ketua STIKSAM apt. Supomo, M.Si., didampingi Ketua Badan Penjaminan Mutu (BPM) Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc., Ketua Prodi Profesi Apoteker Dr. apt. Triswanto Sentat, M.Farm.Klin, Sekretaris Prodi S1 Farmasi apt. Novi Milasari, M.Farm., serta Sekretaris Prodi D3 Farmasi apt. Ghina Adhila, M.Farm. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kehadiran unsur pimpinan ini menunjukkan keseriusan STIKSAM dalam mengadopsi praktik terbaik dari institusi kesehatan ternama di Sumatera Utara untuk meningkatkan kualitas pembinaan kemahasiswaan di lingkungan kampusnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam pemaparannya, Dr. Humairah membagikan sejumlah strategi kunci yang telah membawa UMSU meraih penghargaan sebagai Perguruan Tinggi Terproduktif Klaster II. Ia menekankan pentingnya penyiapan tim dosen dan mahasiswa secara dini, jauh-jauh hari sebelum pembukaan PKM. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Tim dibentuk dan dilatih untuk mengerjakan literatur review sebagai persiapan awal pengajuan proposal. Pembimbing dan tim juga diwajibkan membaca serta memahami seluruh regulasi dan panduan PKM terbaru agar tidak terjadi kesalahan prosedural yang dapat menggugurkan proposal di tahap awal.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Narasumber juga memaparkan sistem seleksi proposal yang ketat dan terstruktur di UMSU, dimulai dari pengumuman pembukaan penerimaan judul proposal di mana judul yang tidak layak akan dikembalikan. Setelah penyusunan proposal oleh tim beranggotakan 5 mahasiswa dan 1 dosen pendamping, dilakukan seleksi di tingkat fakultas dengan penilaian minimal oleh 3 orang untuk menjaga objektivitas. Proposal yang lolos kemudian melanjutkan ke seleksi tingkat institusi sebelum akhirnya masuk dalam kuota pendaftaran nasional, memastikan hanya proposal-proposal terbaik yang dikirimkan ke tingkat pusat.</span></p>
<p><img data-dominant-color="858384" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #858384;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-16204 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/Screenshot_2026-08-05-13-46-25-343_com.google.android.apps_.docs_.editors.docs-edit.jpg" alt="" width="994" height="479" /></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dr. Humairah secara khusus menyoroti pentingnya inovasi yang melampaui batas-batas konvensional untuk setiap skema PKM. Untuk PKM-Kewirausahaan, ia menekankan agar mahasiswa berpikir &#8220;out of the box&#8221; dan menghindari produk makanan dan minuman yang itu-itu saja, dengan memberikan contoh inovatif seperti &#8220;jas lab anti air&#8221; dari bidang farmasi. Sementara itu, PKM-Pengabdian Masyarakat harus melibatkan mitra non-profit seperti karang taruna atau PKK, sedangkan PKM-Penerapan IPTEK menyasar mitra profit seperti petani dan UMKM. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Untuk PKM-Karya Inovatif, wajib telah melalui proses review etik dan kekayaan intelektual serta memiliki unsur keberlanjutan tim dari berbagai angkatan, sedangkan PKM-Video Gagasan Konstruktif memanfaatkan skill mahasiswa dalam membuat konten bertema keprihatinan bangsa.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Aspek teknis dan administratif juga menjadi perhatian serius dalam pemaparan. Narasumber mengingatkan bahwa penulisan daftar pustaka tidak boleh menggunakan &#8220;et al.&#8221; dan harus mengikuti gaya Harvard dengan mencantumkan seluruh nama penulis. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Judul proposal harus menggambarkan secara gamblang ide dan metode penelitian, dengan bidang ilmu ketua tim wajib sesuai dengan tema PKM yang dipilih. Terkait pendanaan, kampus dapat membantu pembuatan kuitansi dengan stempel resmi sebagai bukti RAB, dan bantuan pendanaan dari perguruan tinggi wajib ada dengan nilai maksimal 2 juta rupiah. Artikel ilmiah yang dihasilkan boleh disubmit namun tidak boleh menggunakan dana dari Belmawa.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Mengenai penilaian dan reward, Dr. Humairah menjelaskan bahwa penilaian aspek sosial media tidak berfokus pada jumlah pengikut, like, atau komentar, melainkan pada ketepatan waktu unggah dan isi konten yang berkualitas. Semua anggota tim berhak mendapatkan reward yang setara, seperti kebijakan pembebasan tugas akhir bagi mahasiswa yang lolos sebagai finalis PKM—bukan hanya yang mendapatkan pendanaan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ia juga menekankan pentingnya menjalin komunikasi dengan akun operator dan institusi menyurati Belmawa untuk mendapatkan hasil review, serta membentuk tim dosen pendamping yang solid dan dipersiapkan jauh hari sebelum pembukaan PKM.</span></p>
<p><img data-dominant-color="9d9d9f" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #9d9d9f;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-16205 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/Screenshot_2026-08-05-13-46-50-145_com.google.android.apps_.docs_.editors.docs-edit.jpg" alt="" width="990" height="731" /></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Diskusi juga memperluas cakupan ke Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa), yang memiliki skala lebih luas dibandingkan PKM pada umumnya. Program ini dilaksanakan di tingkat desa dengan cakupan pemberdayaan masyarakat yang lebih luas, melibatkan semua elemen organisasi di masyarakat, dan dapat menjalankan hingga 10 program sekaligus. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">PPK Ormawa dirancang untuk menciptakan dampak berkelanjutan dan memiliki potensi nyata dalam meningkatkan ekonomi masyarakat, menjadikannya program unggulan bagi mahasiswa yang ingin berkontribusi langsung pada pembangunan komunitas.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kegiatan Best Practice ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh perguruan tinggi di Medan, khususnya STIKSAM dan Universitas Tjut Nyak Dhien, untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan kemahasiswaan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dengan mengadopsi strategi dan praktik terbaik dari UMSU, diharapkan akan lahir lebih banyak proposal PKM yang inovatif dan kompetitif di tingkat nasional. Kolaborasi antarinstitusi ini juga memperkuat sinergi di antara perguruan tinggi di Sumatera Utara dalam mencetak mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga kreatif dan berdaya saing tinggi (Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc.)</span></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/best-practice-pembimbingan-program-kreativitas-mahasiswa-pkm-dan-kegiatan-kemahasiswaan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kunjungan STIKSAM ke UNPRI dan INKES Medistra Lubuk Pakam Perkuat Sinergi Akreditasi dan Kurikulum</title>
		<link>https://iainews.net/kunjungan-stiksam-ke-unpri-dan-inkes-medistra-lubuk-pakam-perkuat-sinergi-akreditasi-dan-kurikulum/</link>
					<comments>https://iainews.net/kunjungan-stiksam-ke-unpri-dan-inkes-medistra-lubuk-pakam-perkuat-sinergi-akreditasi-dan-kurikulum/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2026 06:45:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Riset dan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[berita apoteker hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[iai]]></category>
		<category><![CDATA[iainews]]></category>
		<category><![CDATA[Stikaam]]></category>
		<category><![CDATA[unpri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=16196</guid>

					<description><![CDATA[Medan, IAINews – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda (STIKSAM) melakukan kunjungan kerja strategis ke dua...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Medan, IAINews – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda (STIKSAM) melakukan kunjungan kerja strategis ke dua perguruan tinggi mitra di Sumatera Utara, yaitu Universitas Prima Indonesia (UNPRI) di Medan dan Institut Kesehatan (INKES) Medistra Lubuk Pakam di Deli Serdang, pada Senin (3/8/2026).</p>
<p>Rombongan STIKSAM yang dipimpin langsung oleh Ketua STIKSAM, apt. Supomo, S.Si, M.Si., ini bertujuan untuk melakukan studi tiru sekaligus memperkuat jaringan kerja sama di bidang akademik dan manajemen mutu perguruan tinggi.</p>
<p><span style="font-weight: 400;">Rombongan STIKSAM yang hadir dalam kunjungan ini tergolong komplet, melibatkan jajaran pimpinan dan pengelola program studi. Turut serta dalam delegasi tersebut adalah Ketua Badan Penjaminan Mutu (BPM) Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc., Ketua Prodi Profesi Apoteker Dr. apt. Triswanto Sentat, M.Farm.Klin, Sekretaris Prodi S1 Farmasi apt. Novi Milasari, M.Farm., serta Sekretaris Prodi D3 Farmasi apt. Ghina Adhila, M.Farm.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"> Kehadiran unsur pimpinan ini menunjukkan keseriusan STIKSAM dalam mengadopsi praktik terbaik dari institusi kesehatan ternama di Sumatera Utara.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kunjungan pertama rombongan STIKSAM disambut hangat oleh civitas akademika Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Prima Indonesia (UNPRI) yang berlokasi di Jl. Sampul No. 3, Medan. Pihak UNPRI yang menyambut langsung kedatangan tamu dari Kalimantan Timur tersebut adalah Wakil Dekan 1 Fakultas Ilmu Kesehatan UNPRI, apt. Razoki, S.Si., M.Kes., M.Biomed., M.H. Suasana diskusi yang interaktif langsung terjalin sejak sesi pembukaan, mencerminkan semangat kolaborasi antar institusi pendidikan tinggi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Setelah rangkaian acara di UNPRI, rombongan STIKSAM melanjutkan perjalanan ke Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam yang terletak di Kabupaten Deli Serdang. Di kampus ini, delegasi STIKSAM diterima oleh jajaran pimpinan puncak institusi, yakni Wakil Rektor III Dr. Bd. Basyariah Lubis, S.ST., M.Kes., serta Dekan Fakultas Farmasi Dr. apt. Samran., M. Si. Turut hadir pula para kaprodi dari jenjang Sarjana Farmasi, Profesi Apoteker, hingga Program Studi S2 Farmasi, yang menunjukkan sambutan antusias dari seluruh elemen fakultas.</span></p>
<p><img data-dominant-color="9a957c" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #9a957c;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-16199 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/Screenshot_2026-08-05-13-39-00-748_com.google.android.apps_.docs_.editors.docs-edit.jpg" alt="" width="1038" height="796" /></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kedua kunjungan ini difokuskan pada pembahasan teknis dan strategis seputar peningkatan mutu pendidikan tinggi bidang farmasi. Di UNPRI dan Medistra Lubuk Pakam, tim STIKSAM mendalami mekanisme Bundling akreditasi untuk program studi S1 Farmasi dan Profesi Apoteker. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sistem bundling ini dinilai penting karena memungkinkan dua jenjang pendidikan tersebut diakreditasi secara simultan, sehingga efisiensi waktu dan sumber daya dapat tercapai tanpa mengorbankan kualitas standar yang ditetapkan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) Kesehatan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selain akreditasi, diskusi juga menyoroti tata kelola perguruan tinggi yang baik (good university governance) sebagai fondasi utama pengembangan institusi. Pihak STIKSAM sangat tertarik dengan model tata kelola yang diterapkan kedua kampus mitra, terutama dalam hal pengelolaan sumber daya, transparansi anggaran, serta optimalisasi peran Badan Penjaminan Mutu (BPM) dalam mengawal seluruh proses pendidikan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Diskusi ini menjadi ajang berbagi pengalaman dan solusi atas tantangan administrasi yang kerap dihadapi oleh perguruan tinggi swasta di daerah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Aspek kurikulum juga menjadi porsi diskusi yang tidak kalah intens, dengan fokus pada implementasi Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE). </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kedua institusi di Sumatera Utara berbagi pengalaman mengenai penyusunan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), pemetaan bahan kajian, serta sistem penilaian yang mampu mengukur secara valid apakah lulusan telah mencapai kompetensi yang diharapkan. Adaptasi kurikulum OBE ini menjadi krusial mengingat tuntutan dunia kerja yang terus berkembang dan membutuhkan apoteker serta tenaga farmasi yang adaptif dan kompeten.</span></p>
<p><img data-dominant-color="8a6e50" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #8a6e50;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-16197 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/Screenshot_2026-08-05-13-39-20-276_com.google.android.apps_.docs_.editors.docs-edit.jpg" alt="" width="1038" height="788" /></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sesi jaminan mutu menjadi salah satu topik yang paling mendalam selama pertemuan berlangsung. Di Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam, diskusi bahkan diperkaya dengan kehadiran sejumlah dosen senior dan ahli, antara lain apt. Suprianto, S.Si.,M.Si., Dr. apt. Vivi Asfianti, M.Si, Dr. apt. Sumardi, M.Sc., dan apt. Yosi Darmirani, M.Farm. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Mereka memaparkan secara praktis bagaimana sistem penjaminan mutu internal berjalan mulai dari tingkat program studi hingga ke level universitas, termasuk mekanisme audit mutu, umpan balik mahasiswa, serta tindak lanjut hasil evaluasi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Di akhir sesi kunjungan, Ketua STIKSAM apt. Supomo, S.Si, M.Si., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas keterbukaan dan keramahan yang ditunjukkan oleh UNPRI dan Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam. Beliau berharap bahwa hasil dari studi tiru ini dapat segera diimplementasikan di lingkungan STIKSAM, terutama dalam rangka persiapan akreditasi ulang dan peningkatan kualitas lulusan. &#8220;Kami datang untuk belajar, dan kami pulang dengan bekal yang sangat berharga untuk kemajuan bersama,&#8221; ujar apt. Supomo dalam sambutan penutupnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sementara itu, para pimpinan dari kedua institusi mitra menyambut positif kunjungan ini dan menyatakan komitmen untuk terus menjalin silaturahmi akademik dengan STIKSAM. Wakil Rektor III Medistra Lubuk Pakam, Dr. Bd. Basyariah Lubis, menekankan pentingnya kolaborasi antar perguruan tinggi di luar Pulau Jawa untuk saling menguatkan ekosistem pendidikan kesehatan nasional. &#8220;Sinergi seperti ini yang akan membawa dunia farmasi Indonesia semakin maju dan berdaya saing,&#8221; tegasnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kunjungan yang berlangsung selama satu hari penuh ini ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan cenderamata sebagai simbol kenang-kenangan. </span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="font-weight: 400;">Rombongan STIKSAM dijadwalkan kembali ke Samarinda pada keesokan harinya dengan membawa berbagai kesepakatan tindak lanjut, termasuk rencana pertukaran dosen dan mahasiswa, serta kolaborasi penelitian di bidang farmasi klinis dan sains. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kemitraan yang berkelanjutan demi mencetak tenaga kesehatan yang unggul dan profesional di Indonesia (Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc)</span></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/kunjungan-stiksam-ke-unpri-dan-inkes-medistra-lubuk-pakam-perkuat-sinergi-akreditasi-dan-kurikulum/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tembus Ombak demi Generasi Bebas Stunting: Mengintip Riset Farmakoekonomi Doktoral apt. Rahmah Mustarin di Pulau Barrang Lompo</title>
		<link>https://iainews.net/tembus-ombak-demi-generasi-bebas-stunting-mengintip-riset-farmakoekonomi-doktoral-apt-rahmah-mustarin-di-pulau-barrang-lompo/</link>
					<comments>https://iainews.net/tembus-ombak-demi-generasi-bebas-stunting-mengintip-riset-farmakoekonomi-doktoral-apt-rahmah-mustarin-di-pulau-barrang-lompo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Busman Nur, S.Farm]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2026 02:11:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Riset dan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#pdiaisulsel]]></category>
		<category><![CDATA[#ppiai #FIP #apoteker #apotekerindonesia #apotekermudaindonesia #pharmacist #WorldPharmacistDay2026 #WPD2026#RaisingCommunityAwareness]]></category>
		<category><![CDATA[Penanganan Stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=15765</guid>

					<description><![CDATA[MAKASSAR, IAI News – Penanganan stunting tidak hanya soal pemenuhan gizi, melainkan juga tentang efisiensi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>MAKASSAR, IAI News</strong></em> – Penanganan stunting tidak hanya soal pemenuhan gizi, melainkan juga tentang efisiensi dan efektivitas intervensi kesehatan yang diberikan. Sudut pandang baru inilah yang tengah digali oleh apt. Rahmah Mustarin, S.Farm., M.PH, melalui penelitian Program Doktor (S3) di Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin (Unhas). Dalam penelitiannya, ia menyoroti penanggulangan stunting dari perspektif farmakoekonomi, sebuah disiplin ilmu yang mengukur nilai, biaya, dan luaran (<em>outcome</em>) dari suatu terapi maupun intervensi kesehatan.</p>
<p>Guna mengumpulkan data riil di lapangan, apt. Rahmah Mustarin bersama tim peneliti melakukan aksi jemput bola ke wilayah kepulauan Kota Makassar. Pada Selasa (30/6/2026), tim peneliti menginjakkan kaki di Puskesmas Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Kota Makassar.</p>
<p>Di pulau tersebut, tercatat sebanyak 30 anak mengalami stunting berdasarkan data Puskesmas Barrang Lompo. Jumlah tersebut menjadi subjek utama dalam pengambilan data komprehensif terkait efektivitas biaya (<em>cost-effectiveness</em>) dari program penanganan stunting yang selama ini telah berjalan.</p>
<p>Letak geografis lokasi penelitian yang berada di seberang lautan menghadirkan cerita tersendiri bagi tim peneliti. Salah satu tantangan terbesar sekaligus paling berkesan dalam riset ini adalah keharusan menyeberangi Selat Makassar menggunakan kapal cepat (<em>jet boat</em>). Perjalanan membelah ombak tersebut justru menjadi penyemangat sekaligus pengalaman berharga bagi seluruh anggota tim dalam upaya memperoleh data yang valid.</p>
<p>Setibanya di lokasi, proses pengambilan data dilakukan secara langsung melalui pengisian kuesioner stunting. Untuk memastikan data yang diperoleh akurat, proses pengisian kuesioner dipandu dan didampingi langsung oleh apt. Rahmah Mustarin, dengan dukungan aktif tim peneliti Fakultas Farmasi Unhas serta kerja sama yang baik dari tim Puskesmas Barrang Lompo.</p>
<figure id="attachment_15768" aria-describedby="caption-attachment-15768" style="width: 942px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="b9a79c" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #b9a79c;" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-15768 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/07/Makassar-2.jpg" alt="" width="942" height="530" /><figcaption id="caption-attachment-15768" class="wp-caption-text">apt. Rahmah Mustarin memberikan arahan dan pendampingan langsung pada pengambilan data penelitian stunting di Puskesmas Pulau Barrang Lompo.</figcaption></figure>
<p>Penelitian ini juga menyoroti peran strategis apoteker dalam ranah kesehatan masyarakat (<em>public health</em>). Sebagai calon doktor, apt. Rahmah Mustarin ingin menunjukkan bahwa apoteker memiliki kontribusi penting dalam menganalisis kelayakan ekonomi berbagai intervensi kesehatan, mulai dari pemberian suplemen, vitamin, makanan tambahan, hingga obat-obatan yang didistribusikan kepada anak dengan stunting.</p>
<p>Melalui pendekatan farmakoekonomi, penelitian ini akan menganalisis apakah anggaran yang dikeluarkan pemerintah maupun fasilitas pelayanan kesehatan telah menghasilkan luaran klinis berupa perbaikan status gizi dan pertumbuhan anak secara optimal, sekaligus memberikan nilai yang <em>cost-effective</em>. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran ilmiah mengenai efektivitas program penanganan stunting, khususnya di wilayah kepulauan yang memiliki karakteristik geografis dan tantangan pelayanan kesehatan yang berbeda dengan wilayah daratan.</p>
<p>Menutup rangkaian pengambilan data di Pulau Barrang Lompo, apt. Rahmah Mustarin menyampaikan harapannya agar penelitian doktoral ini tidak hanya menjadi karya akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pembangunan kesehatan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Harapan kami, data yang diperoleh dari 30 anak di Pulau Barrang Lompo ini dapat memberikan manfaat yang nyata. Kami ingin hasil analisis farmakoekonomi ini nantinya dapat menjadi rekomendasi ilmiah bagi para pembuat kebijakan, khususnya Dinas Kesehatan Kota Makassar, dalam menyusun strategi intervensi stunting yang lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran bagi masyarakat kepulauan,&#8221; ujar apt. Rahmah.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/tembus-ombak-demi-generasi-bebas-stunting-mengintip-riset-farmakoekonomi-doktoral-apt-rahmah-mustarin-di-pulau-barrang-lompo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kuliah Praktisi “Produksi Bahan Alam di Industri Farmasi” Digelar Daring oleh STIKES Samarinda</title>
		<link>https://iainews.net/kuliah-praktisi-produksi-bahan-alam-di-industri-farmasi-digelar-daring-oleh-stikes-samarinda/</link>
					<comments>https://iainews.net/kuliah-praktisi-produksi-bahan-alam-di-industri-farmasi-digelar-daring-oleh-stikes-samarinda/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Busman Nur, S.Farm]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2026 02:56:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Riset dan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#ppiai #FIP #apoteker #apotekerindonesia #apotekermudaindonesia #pharmacist #WorldPharmacistDay2026 #WPD2026#RaisingCommunityAwareness]]></category>
		<category><![CDATA[pdkaltim]]></category>
		<category><![CDATA[STIKES Samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=15284</guid>

					<description><![CDATA[SAMARINDA, IAI News — Program Studi Diploma III Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Samarinda...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SA<em>MARINDA, IAI News </em></strong>— Program Studi Diploma III Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Samarinda menggelar kuliah praktisi bertajuk “Produksi Bahan Alam di Industri Farmasi” pada Sabtu (16/5/2025). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WITA.</p>
<p>Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Panitia yang juga Ketua Program Studi DIII Farmasi STIKES Samarinda, Siti Jubaidah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi serta rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai penting dalam mendukung pembelajaran mahasiswa.</p>
<p>“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga melihat secara nyata bagaimana proses produksi bahan alam di industri farmasi. Kuliah praktisi ini menjadi jembatan antara dunia akademik dan dunia kerja. Saya berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk bertanya, berdiskusi, dan menggali wawasan dari narasumber yang berpengalaman,” ujar Siti Jubaidah.</p>
<p>Acara kemudian secara resmi dibuka oleh Ketua STIKES Samarinda, Supomo. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penguatan kompetensi mahasiswa di bidang bahan alam, mengingat Indonesia memiliki kekayaan hayati yang sangat besar.</p>
<p>“Indonesia merupakan negara <em>megabiodiversity</em> dengan ribuan jenis tumbuhan berkhasiat obat. STIKES Samarinda berkomitmen untuk terus mendukung pembelajaran yang berbasis kearifan lokal dan kebutuhan industri. Kuliah praktisi ini merupakan salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut,” tutur Supomo.</p>
<figure id="attachment_15287" aria-describedby="caption-attachment-15287" style="width: 867px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="949ba6" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #949ba6;" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-15287 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/06/kuliah-bahan-alam-2.jpg" alt="" width="867" height="604" /><figcaption id="caption-attachment-15287" class="wp-caption-text">Narasumber Agus Santosa owner dan apoteker penanggungjawab dari CV. Herbal Indo Utama (HIU) Group. Agus Santosa</figcaption></figure>
<p>Memasuki sesi inti, peserta mendapatkan materi dari narasumber Agus Santosa, owner sekaligus apoteker penanggung jawab CV. Herbal Indo Utama (HIU) Group. Agus Santosa juga aktif di berbagai organisasi profesi, di antaranya Himpunan Apoteker Seminat Obat Tradisional (HIMASTRA) PP IAI, GP Jamu, Perkosmi, serta GAPMMI.</p>
<p>Dalam paparannya, Agus Santosa menyoroti besarnya potensi kekayaan hayati Indonesia sebagai sumber bahan baku industri farmasi. Indonesia diketahui memiliki lebih dari 30.000 jenis tumbuhan, dengan sekitar 9.600 spesies memiliki manfaat dan 300 jenis digunakan sebagai bahan baku obat maupun obat tradisional. Dari sektor kelautan, Indonesia juga memiliki sekitar 8.500 spesies ikan, 950 spesies biota terumbu karang, serta 555 spesies rumput laut.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa berbagai bagian tumbuhan dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat alam, mulai dari bunga seperti cengkeh, daun seperti katuk, buah seperti mengkudu, kulit buah manggis, biji pala, batang brotowali, kulit batang kayu manis, herba pegagan, rimpang jahe, hingga umbi bawang.</p>
<p>“Selain tumbuhan, bahan alam juga dapat berasal dari mineral seperti belerang dan seng, serta hewan seperti ikan, teripang, sarang walet, dan cacing tanah,” ujar Agus Santosa.</p>
<p>Lebih lanjut, narasumber memaparkan sejumlah karakteristik bahan baku alam. Meski relatif mudah diperoleh di dalam negeri, bahan alam memiliki tantangan tersendiri, seperti sulit distandardisasi dan rentan terhadap cemaran. Namun, bahan alam juga memiliki keunggulan karena relatif lebih aman, memiliki efek terapi yang beragam, serta bekerja secara konstruktif menuju sumber penyakit, meskipun dukungan data ilmiah dan uji klinis pada beberapa produk masih terbatas.</p>
<p>Materi kuliah juga mencakup tahapan pengembangan produk bahan alam, mulai dari ide awal, konsep produk, studi kelayakan, formulasi, skala pilot, pengujian, registrasi, komersialisasi, hingga evaluasi produk. Peserta turut dibekali pemahaman mengenai proses ekstraksi, yaitu pemisahan senyawa aktif dari simplisia nabati maupun hewani.</p>
<figure id="attachment_15286" aria-describedby="caption-attachment-15286" style="width: 852px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="757673" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #757673;" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-15286 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/06/kuliah-bahan-alam-1.jpg" alt="" width="852" height="482" /><figcaption id="caption-attachment-15286" class="wp-caption-text">Proses kuliah praktisi bertajuk &#8220;Produksi Bahan Alam di Industri Farmasi&#8221; via zoom.</figcaption></figure>
<p>Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai peran tenaga farmasi dalam proses produksi bahan alam di industri farmasi, mulai dari hulu hingga hilir.</p>
<p>“Proses ekstraksi merupakan tahap penting dalam bidang farmasi untuk memperoleh senyawa aktif dari bahan alam. Oleh karena itu, tenaga farmasi diharapkan mampu memahami prinsip, metode, serta faktor-faktor yang memengaruhi proses ekstraksi agar dapat menerapkannya secara tepat,” demikian salah satu pesan utama dalam kuliah praktisi tersebut.</p>
<p>Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif antara peserta dan narasumber, menandai antusiasme tinggi mahasiswa dalam memperdalam wawasan mengenai pengembangan bahan alam di industri farmasi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/kuliah-praktisi-produksi-bahan-alam-di-industri-farmasi-digelar-daring-oleh-stikes-samarinda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>FGD di Universitas Balikpapan: Mendiktisaintek dan Ketua Komisi X Dengar Aspirasi APTKes Indonesia</title>
		<link>https://iainews.net/fgd-di-universitas-balikpapan-mendiktisaintek-dan-ketua-komisi-x-dengar-aspirasi-aptkes-indonesia/</link>
					<comments>https://iainews.net/fgd-di-universitas-balikpapan-mendiktisaintek-dan-ketua-komisi-x-dengar-aspirasi-aptkes-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 04:29:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Riset dan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[aspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Eka Siswanto]]></category>
		<category><![CDATA[Gunarmi]]></category>
		<category><![CDATA[kognitif]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi X DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Mendiktisaintek]]></category>
		<category><![CDATA[Standar Nasional Pendidikan Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[ujian berbasis komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Balikpapan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=14621</guid>

					<description><![CDATA[BALIKPAPAN, IAINews – Aliansi Perguruan Tinggi Kesehatan (APTKes) Indonesia menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BALIKPAPAN, IAINews – Aliansi Perguruan Tinggi Kesehatan (APTKes) Indonesia menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Dr. Ir. Brian Yulianto, Ph.D  dan Ketua Komisi X DPR RI Dr. Ir. H. Hetifah Sjaifudian di Universitas Balikpapan (Uniba), beberapa waktu lalu.</p>
<p>Dalam FGD dengan tema ‘Strategi Peningkatan Mutu dan Kompetensi Pendidikan Tinggi Di Indonesia’ ini, APTKes Indonesia menyampaikan sejumlah catatan kritis terkait pelaksanaan uji kompetensi bagi lulusan pendidikan tinggi kesehatan, khususnya jalur vokasi dan profesi.</p>
<p>Hadir dalam pertemuan tersebut jajaran pengurus APTKes Indonesia, yakni Ketua Umum Dr. Gunarmi Sholihin, SKM, STrKeb, MKes, Sekretaris Jenderal Dr. Nurhayati, SST, M Biomed, MKM, anggota bidang Hukum dan Advokasi Guntur Abdurrahman, SH., MH, serta Ketua Wilayah Kaltim Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, S.Farm, MSc, bersama sejumlah pengurus APTKes Kaltim.</p>
<p><img data-dominant-color="785f57" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #785f57;" loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-14622 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/06/FGD-di-Universitas-Balikpapan-bersama-Mendiktisaintek-dan-Ketua-Komisi-X-DPR-RI.jpg" alt="" width="554" height="311" /></p>
<p>Dalam kesempatan itu, APTKes mengemukakan tiga persoalan mendasar yang dinilai perlu segera dicari akar masalahnya.</p>
<p><strong>Pertama</strong>, Tingginya Angka Tidak Lulus vs Akreditasi Baik.</p>
<p>&#8220;Pendidikan tinggi kesehatan, terutama vokasi dan profesi, wajib mengikuti uji kompetensi di akhir masa pendidikan, yang menjadi pertanyaan, kenapa banyak yang tidak lulus? Apakah pendidikannya tidak berkualitas, padahal akreditasinya baik sekali hingga unggul? Atau cara ujinya yang belum terstandar?,&#8221; ujar Dr. Gunarmi.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa agar tidak semakin banyak korban yang akhirnya menganggur, akar masalah harus segera ditemukan.</p>
<p><strong>Kedua,</strong> Minimnya Peran Perguruan Tinggi.</p>
<p>Dr. Gunarmi menambahkan bahwa selama ini keterlibatan perguruan tinggi dalam uji kompetensi sangat minim, bahkan hampir tidak ada.</p>
<p><img data-dominant-color="846f69" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #846f69;" loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-14623 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/06/Mendiktisaintek-di-Unba-2.jpg" alt="" width="602" height="272" /></p>
<p>Menurutnya, selama Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) masih berlaku, kewajiban PT-lah yang melakukan penilaian mata ajar dan kompetensi.</p>
<p>&#8220;Undang-undang berbunyi, uji kompetensi diselenggarakan oleh penyelenggara pendidikan/perguruan tinggi (bukan prodi), bekerja sama dengan kolegium atau LSP,&#8221; jelasnya.</p>
<p><strong>Ketiga,</strong> metode ujian berbasis komputer (CBT) dengan soal pilihan ganda.</p>
<p>APTKes menilai metode tersebut baru mengukur ranah kognitif atau pengetahuan semata, padahal kompetensi mencakup tiga ranah: pengetahuan, sikap, dan keterampilan.</p>
<p><img data-dominant-color="837f7b" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #837f7b;" loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-14624 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/06/Mendiktisaintek-di-Unba-3.jpg" alt="" width="570" height="484" /></p>
<p>&#8220;Kalau baru satu ranah, sudah pasti belum bisa menjamin kompeten. Kenapa dipaksakan sementara korban sudah berjatuhan? Kenapa proses uji kompetensi harus ditarik keluar dari perguruan tinggi?&#8221; tegas Gunarmi.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ir. M. Isradi Zainal, M.T., M.H., M.M., DESS., M.K.K.K., IPU, Rektor Universitas Balikpapan yang juga menjabat sebagai Koordinator Kalimantan University Consortium (KUC), Pengurus Pusat APTKes, serta Penasehat APTKes Kaltim, menyatakan rasa syukurnya karena telah memfasilitasi kawan-kawan perguruan tinggi, baik PTN maupun PTS, khususnya APTKes, untuk menyampaikan aspirasi.</p>
<p>&#8220;Langkah berikutnya adalah mengawal aspirasi dan harapan PTN, PTS, maupun APTKes untuk pendidikan tinggi yang bermutu, kompeten, dan mudah bekerja, termasuk upaya independensi perguruan tinggi,&#8221; ujar Isradi.</p>
<p><img data-dominant-color="837d84" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #837d84;" loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-14625 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/06/FGD-di-Universitas-Balikpapan-bersama-APTKes-Indonesia-Mendiktisaintek-RI-dan-Ketua-Komisi-X-DPR-RI.jpg" alt="" width="996" height="601" /></p>
<p>APTKes berharap pertemuan dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Ketua Komisi X DPR RI ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi melahirkan langkah nyata: revisi mekanisme uji kompetensi yang lebih adil, melibatkan peran aktif perguruan tinggi, serta mengukur kompetensi secara holistik, bukan sekadar pengetahuan teoretis.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/fgd-di-universitas-balikpapan-mendiktisaintek-dan-ketua-komisi-x-dengar-aspirasi-aptkes-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>STIFAR Riau Kembali Meluluskan 100% Peserta UKOMNAS PDPA</title>
		<link>https://iainews.net/stifar-riau-kembali-meluluskan-100-peserta-ukomnas-pdpa/</link>
					<comments>https://iainews.net/stifar-riau-kembali-meluluskan-100-peserta-ukomnas-pdpa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jun 2026 04:40:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Riset dan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Hilwan Y. Teruna]]></category>
		<category><![CDATA[iai]]></category>
		<category><![CDATA[stifar riau]]></category>
		<category><![CDATA[Sumpah Apoteker]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=14562</guid>

					<description><![CDATA[RIAU, IAINews – Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau (STIFAR...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>RIAU, IAINews – Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau (STIFAR Riau) melaksanakan Sidang Pengambilan Sumpah Apoteker ke-XIV, pada Selasa, 19 Mei 2026 lalu.</p>
<p>Sebanyak 111 orang apoteker mengikuti prosesi sumpah dengan capaian kelulusan nasional mencapai 100 persen.</p>
<p>Prestasi ini menunjukkan komitmen PSPPA STIFAR Riau dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan berkualitas di bidang kefarmasian. Hal ini diapresiasi oleh Kepala LLDIKTI XVII, Dr. H. Nopriadi, SKM, M.Kes.</p>
<figure id="attachment_14563" aria-describedby="caption-attachment-14563" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img data-dominant-color="ab9177" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #ab9177;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-14563 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/06/STIFAR-Riau-Sumpah-Apoteker-XIV.jpg" alt="" width="700" height="467" /><figcaption id="caption-attachment-14563" class="wp-caption-text">Sidang Pengambilan Sumpah Apoteker ke-XIV PSPPA STIFAR Riau</figcaption></figure>
<p>Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan, Zulkifli, S.Kep, MH, menyampaikan peran strategis apoteker alumni STIFAR Riau dalam pembangunan kesehatan di Provinsi Riau.</p>
<p>Sementara itu Ketua VI Pengurus Pusat IAI, apt. Hilwan Y. Teruna, Ph.D., menyampaikan bahwa Apoteker tetap dituntut bekerja secara profesional.</p>
<p>Adanya Peraturan Kepala BPOM, PerBPOM nomor 5 tahun 2026, yang mana salah satu butir yang kritikal adanya peran tenaga pendamping/penunjang kesehatan yang bersertifikat sebagai penanggung-jawab pada “fasilitas lain”, menjadi salah satu isu yang disampaikan.</p>
<p>‘’IAI berharap pendamping/penunjang ini harus dipertegas menjadi tenaga apoteker atau tenaga teknis kefarmasian,’’ tegas apt Hilwan Y. Teruna.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Prof. Dr. Sudjianto, M.Si sebagai Pembina Yayasan Universitas Riau juga turut mengapresiasi capaian ini dan menghimbau selalu bersemangat untuk  meningkatkan kompetensi lulusan dan meraih hasil yang lebih baik pada lulusan selanjutnya.</p>
<p>Pada Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Apoteker Nasional (UMKOMNAS), peserta didik PSPPA STIFAR Riau juga mencatatkan hasil membanggakan dengan nilai tertinggi Computer Based Test (CBT) nasional sebesar 91,00.</p>
<p>Berdasarkan nilai murni rata-rata nasional dari 88 Institusi Prodi Profesi yang mengikuti ujian nasional PSPPA STIFAR Riau berhasil masuk dalam Cluster 1 dari 4 cluster perguruan tinggi penyelenggara pendidikan profesi apoteker di Indonesia.</p>
<p>Surat Sumpah, Sertifikat Profesi, dan Sertifikat Kompetensi diserahkan masing-masing oleh Dr. apt. Endamora, M.Farm., apt. Nesa Agistia, M.Farm, dan apt. Hilwan Y. Teruna, Ph.D.</p>
<p>Dalam sidang tersebut, sebanyak 11 orang apoteker meraih predikat Summa Cumlaude dengan IPK 4,00 dan 67 orang lainnya memperoleh predikat Cumlaude. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi lulusan dalam mengabdikan diri kepada masyarakat.***</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/stifar-riau-kembali-meluluskan-100-peserta-ukomnas-pdpa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SYAJARATIN THAYYIBAH PENDIDIKAN TINGGI: PRODI DOKTOR FARMASI UII SIAP SEMAI ILMUWAN DUNIA</title>
		<link>https://iainews.net/syajaratin-thayyibah-pendidikan-tinggi-prodi-doktor-farmasi-uii-siap-semai-ilmuwan-dunia/</link>
					<comments>https://iainews.net/syajaratin-thayyibah-pendidikan-tinggi-prodi-doktor-farmasi-uii-siap-semai-ilmuwan-dunia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2026 09:05:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Riset dan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Romo Sukir Program Doktor Farmasi UII]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=14242</guid>

					<description><![CDATA[Yogyakarta, IAINews &#8211; Dinamika perkembangan ilmu sains serta tuntutan global memerlukan lompatan kualitatif dalam penyelenggaraan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="font-weight: 400;"><strong>Yogyakarta, IAINews</strong> &#8211; Dinamika perkembangan ilmu sains serta tuntutan global memerlukan lompatan kualitatif dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi kefarmasian di Indonesia. Jurusan Farmasi Universitas Islam Indonesia (UII) menjawab tantangan besar tersebut dengan secara resmi meluncurkan Program Studi Farmasi Program Doktor (PSFPD). Peluncuran strata tiga ini merefleksikan keindahan Al-Qur&#8217;an Surah Ibrahim ayat 24 mengenai <em>Syajaratin Thayyibah</em> atau pohon yang baik.</p>
<p>Institusi pendidikan tinggi yang unggul harus memiliki akar integritas keislaman yang menghujam kokoh ke dalam bumi. Batang serta cabangnya kemudian tumbuh menjulang tinggi ke langit melalui pencapaian riset global serta inovasi teknologi yang mutakhir. Pohon akademik ini didesain khusus agar terus berbuah kemaslahatan (<em>rahmatan lil &#8216;alamin</em>) yang melimpah bagi peradaban kesehatan manusia tanpa mengenal musim.</p>
<figure id="attachment_14245" aria-describedby="caption-attachment-14245" style="width: 1200px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="505456" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #505456;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-14245 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/05/3-4.png" alt="" width="1200" height="628" /><figcaption id="caption-attachment-14245" class="wp-caption-text">Ibarat pohon yang baik, program doktor farmasi UII ditopang dengan keilmuan yang kuat, peluang menjulang untuk berkembang, dan siap memberi hasil untuk kemaslahatan umat</figcaption></figure>
<p style="font-weight: 400;"><strong>Akar yang Kuat: Fondasi Spiritual dan Integritas Keislaman</strong></p>
<p style="font-weight: 400;">Keunggulan utama dari perumpamaan <em>Syajaratin Thayyibah</em> ini bermula dari cerminan akar yang menghujam sangat kuat (<em>ashluha tsabitun</em>). Komitmen transendental ini menjadi fondasi utama dalam pembentukan karakter ilmuwan di Universitas Islam Indonesia. Kurikulum doktor tidak dirancang untuk mengejar pencapaian duniawi semata melainkan menempatkan sains sebagai media pengabdian luhur kepada Sang Pencipta.</p>
<p>Nilai-nilai keislaman universal diintegrasikan secara mendalam pada setiap etika riset ilmiah serta penyusunan karya disertasi. Keteguhan akar spiritual ini menjamin lahirnya para doktor farmasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki integritas moral yang kokoh.</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>Inkubasi Visi Riset Berbasis Passion Mahasiswa</strong></p>
<p style="font-weight: 400;">Komitmen tinggi dalam menyemai ilmuwan masa depan ditegaskan secara humanis oleh Ketua Program Studi Doktor Farmasi UII, Prof. Dr. apt. Vitarani Dwi Ananda Ningrum, M.Si. Beliau menyatakan bahwa kurikulum prodi memberikan keleluasaan penuh bagi setiap calon mahasiswa untuk berkembang sesuai dengan minat terdalam mereka. Calon doktor yang telah mengantongi rencana riset spesifik akan mendapatkan pendampingan ahli guna mengonversi rancangan tersebut menjadi karya nyata yang berdampak luas.</p>
<figure id="attachment_14244" aria-describedby="caption-attachment-14244" style="width: 1200px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="49556a" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #49556a;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-14244 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/05/2-4.png" alt="" width="1200" height="628" /><figcaption id="caption-attachment-14244" class="wp-caption-text">Prof Vitarani dan kolega siap mendampingi, jadi mitra diskusi, membimbing untuk merealisasikan cita-cita dan mimpi kandidat doktor farmasi</figcaption></figure>
<p style="font-weight: 400;">
Sebaliknya, kandidat yang belum meyakini pilihan tema riset tidak perlu merasa khawatir saat akan memulai perkuliahan. Manajemen prodi siap menyediakan ruang diskusi dan <em>assessment</em>intensif guna memetakan potensi riset paling prospektif bagi masa depan akademis mahasiswa.</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>Kurikulum Efisien Mengacu Standar Regulasi Internasional</strong></p>
<p style="font-weight: 400;">Landasan pengembangan struktur mata kuliah di PSFPD UII berdiri tegak di atas kepatuhan regulasi nasional serta mutu global yang ketat. Arsitektur akademik prodi mengacu penuh pada Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 serta pemenuhan standar IAPS Doktor Unggul. Standardisasi internasional diperkuat melalui keselarasan terhadap <em>UNESCO International Standard Classification of Education</em> (ISCED 2024) serta organisasi mutu Eropa ORPHEUS 2024.</p>
<p>Manajemen waktu studi dirancang secara sangat efisien sehingga mahasiswa dapat menyelesaikan seluruh rangkaian beban akademik dalam kurun waktu 5 hingga 6 semester saja. Kejelasan struktur ini menghindarkan peneliti dari risiko masa studi yang berlarut-larut akibat kendala birokrasi bimbingan.</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>Cabang yang Menjulang Tinggi: Inovasi Sains Data dan Akal Imitasi</strong></p>
<p style="font-weight: 400;">Perwujudan cabang yang tumbuh rindang dan menjulang tinggi ke langit (<em>wa far&#8217;uha fis-sama&#8217;</em>) dibuktikan lewat fokus kajian teknologi mutakhir masa kini. Penelitian doktoral di UII diarahkan pada penemuan agen terapi baru dengan memanfaatkan integrasi sains data serta Akal Imitasi (AI). Penerapan kecerdasan buatan dalam riset kefarmasian mampu menembus batas konvensional melalui optimalisasi efisiensi waktu dan penekanan biaya laboratorium yang signifikan.</p>
<figure id="attachment_14246" aria-describedby="caption-attachment-14246" style="width: 1200px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="7d8891" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #7d8891;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-14246 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/05/4-3.png" alt="" width="1200" height="628" /><figcaption id="caption-attachment-14246" class="wp-caption-text">Mari bergabung bersama program doktor Farmasi UII</figcaption></figure>
<p style="font-weight: 400;">
Cabang inovasi digital ramah lingkungan ini mengantarkan riset UII sejajar dengan tren perkembangan industri kesehatan di tingkat global. Mahasiswa dituntun untuk menjadi konseptor ulung yang mahir mengoperasikan algoritma komputasi modern demi kemajuan sains dunia.</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>Infrastruktur Laboratorium Komprehensif dan Kedalaman Fasilitas</strong></p>
<p style="font-weight: 400;">Kelancaran jalannya proyek riset disertasi mahasiswa disokong penuh oleh ketersediaan fasilitas laboratorium canggih yang berada di bawah pengelolaan Jurusan Farmasi UII. Peneliti mendapatkan akses tak terbatas pada instrumen analisis mutakhir, fasilitas uji komputasi performa tinggi, hingga laboratorium teknologi formulasi modern.</p>
<p>Ekosistem riset yang lengkap ini memastikan setiap tahapan pembuktian ilmiah di dalam proposal disertasi dapat dieksekusi secara presisi dan akurat. Ketersediaan sarana fisik yang mumpuni bertindak sebagai tanah subur yang menjamin pertumbuhan ide-ide kreatif mahasiswa menjadi invensi siap pakai.</p>
<figure id="attachment_14247" aria-describedby="caption-attachment-14247" style="width: 1200px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="93a3ac" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #93a3ac;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-14247 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/05/5-3.png" alt="" width="1200" height="628" /><figcaption id="caption-attachment-14247" class="wp-caption-text">Jajaran promotor yang siap menopang dan mewujudkan mimpimu jadi doktor farmasi</figcaption></figure>
<p style="font-weight: 400;"><strong>Sinergi Global Melalui Jaringan Promotor Lintas Negara</strong></p>
<p style="font-weight: 400;">Kekuatan akademik program doktor ini diperkuat oleh barisan promotor, ko-promotor, serta mentor yang memiliki reputasi keilmuan internasional yang diakui dunia. Proses bimbingan mengedepankan skema <em>joint supervision</em> yang melibatkan guru besar dari UII berkolaborasi dengan para profesor dari universitas mitra luar negeri.</p>
<p>Sinergi lintas negara ini membuka cakrawala berpikir mahasiswa agar mampu menembus batas-batas riset lokal yang konvensional. Interaksi intensif bersama para pakar global memberikan garansi bahwa kualitas metodologi riset serta kedalaman analisis ilmiah mahasiswa setara dengan standar universitas top dunia.</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>Akselerasi Pendanaan Melalui Skema Bantuan Hibah dan Beasiswa</strong></p>
<p style="font-weight: 400;">Dukungan finansial yang kuat menjadi pilar penting bagi UII untuk menjamin ketenangan serta fokus mahasiswa dalam meneliti. Prodi menyediakan fasilitasi program <em>coaching clinic</em> penulisan proposal hibah riset eksternal yang kompetitif sejak sebelum masa perkuliahan aktif dimulai. Skema ini mengarahkan mahasiswa untuk meraih pendanaan dari Kemendiktisaintek RI, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), maupun lembaga donor internasional. Kemitraan strategis juga diwujudkan melalui penyediaan Skema Beasiswa Mitra Kerjasama bagi institusi yang memiliki nota kesepahaman (MoU) aktif per April 2026.</p>
<p>Keberadaan bantuan pembiayaan ini meminimalkan hambatan ekonomi sehingga pohon riset mahasiswa dapat terus tumbuh subur tanpa kekeringan dana.</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>Buah yang Lebat: Kontribusi Nyata bagi Industri Farmasi Nasional dan Global</strong></p>
<p style="font-weight: 400;">Puncak dari siklus pertumbuhan pohon kebaikan ini adalah buah-buah kemaslahatan yang lebat dan dapat dinikmati sepanjang musim. Lulusan doktor farmasi UII dipersiapkan untuk memproduksi karya nyata berupa publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi serta hak paten atas produk kesehatan aplikatif.</p>
<figure id="attachment_14248" aria-describedby="caption-attachment-14248" style="width: 1200px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="4e6a8d" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #4e6a8d;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-14248 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/05/6.png" alt="" width="1200" height="628" /><figcaption id="caption-attachment-14248" class="wp-caption-text">Tetap bisa unik, spesifik, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bersama program doktor Farmasi UII</figcaption></figure>
<p style="font-weight: 400;">
Inovasi yang dihasilkan menjadi solusi konkret dalam mengatasi tantangan kesehatan, kemandirian bahan baku obat, serta penguatan pelayanan klinis di tengah masyarakat. Buah pemikiran yang ranum ini akan disebarluaskan demi mendukung kedaulatan industri farmasi Indonesia sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas hidup manusia di kancah global.</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>Agenda Penerimaan Mahasiswa Baru dan Periode Pendaftaran</strong></p>
<p style="font-weight: 400;">Pintu gerbang untuk bergabung menjadi bagian dari agen perubahan dunia kesehatan kini telah resmi dibuka. Program Doktor Farmasi UII mengundang para praktisi, akademisi, dan peneliti terbaik untuk mendaftarkan diri pada periode seleksi tahun akademik 2026/2027 yang terbagi dalam dua gelombang utama:</p>
<ul style="font-weight: 400;">
<li><strong>Pendaftaran Gelombang 1:</strong> Dibuka mulai tanggal <strong>21 April hingga 23 Juni 2026</strong>.</li>
<li><strong>Pendaftaran Gelombang 2:</strong> Dibuka mulai tanggal <strong>24 Juni hingga 18 Agustus 2026</strong>.</li>
</ul>
<p style="font-weight: 400;"><strong>Akses Layanan dan Alamat Informasi</strong></p>
<p style="font-weight: 400;">Seluruh berkas persyaratan administrasi, pengunggahan draf proposal riset, serta informasi detail terkait skema beasiswa dapat diakses secara daring. Segerakan langkah Anda untuk menjalin diskusi produktif bersama para calon promotor demi mewujudkan riset disertasi yang keren dan bereputasi. Informasi resmi serta proses pendaftaran dapat dilakukan dengan mengunjungi tautan berikut:</p>
<ul style="font-weight: 400;">
<li><strong>Portal Pendaftaran:</strong> <a href="https://pmb.uii.ac.id/pascasarjana/" target="_blank" rel="noopener">pmb.uii.ac.id/pascasarjana/</a></li>
<li><strong>Situs Resmi Prodi:</strong> <a href="https://farmasi.uii.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">farmasi.uii.ac.id</a></li>
<li><strong>Saluran Komunikasi Khusus:</strong> Hubungi nomor WhatsApp resmi program studi di <strong>0821-3874-8848</strong></li>
</ul>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/syajaratin-thayyibah-pendidikan-tinggi-prodi-doktor-farmasi-uii-siap-semai-ilmuwan-dunia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
