<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pengabdian Masyarakat &#8211; IAI NEWS</title>
	<atom:link href="https://iainews.net/category/pengabdian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://iainews.net</link>
	<description>Portal Berita Ikatan Apoteker Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 Aug 2026 07:24:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.8</generator>

<image>
	<url>https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/03/cropped-Untitled-1-32x32.jpg</url>
	<title>Pengabdian Masyarakat &#8211; IAI NEWS</title>
	<link>https://iainews.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kader Posyandu Kemanisan Tingkatkan Keterampilan Olah Pangan Lokal untuk Cegah Stunting</title>
		<link>https://iainews.net/kader-posyandu-kemanisan-tingkatkan-keterampilan-olah-pangan-lokal-untuk-cegah-stunting/</link>
					<comments>https://iainews.net/kader-posyandu-kemanisan-tingkatkan-keterampilan-olah-pangan-lokal-untuk-cegah-stunting/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2026 07:24:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan]]></category>
		<category><![CDATA[ikan lele]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan Kemanisan]]></category>
		<category><![CDATA[Nulte]]></category>
		<category><![CDATA[Posyandu]]></category>
		<category><![CDATA[Program Pengabdian kepada Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[STIKES Salsabila]]></category>
		<category><![CDATA[stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=16510</guid>

					<description><![CDATA[SERANG, IAINews  – Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang memerlukan perhatian bersama. Menyadari...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SERANG, IAINews  – Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang memerlukan perhatian bersama. Menyadari hal tersebut, STIKes Salsabila Serang melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada peningkatan kapasitas kader Posyandu dalam pemanfaatan pangan lokal untuk mendukung pencegahan stunting.</p>
<p>Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian program pemberdayaan masyarakat yang telah dilaksanakan secara berkesinambungan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat STIKes Salsabila Serang di Kelurahan Kemanisan, Kecamatan Curug, Kota Serang.</p>
<p><img data-dominant-color="96814c" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #96814c;" fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-16511 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/Salsabila-1.jpg" alt="" width="700" height="394" /></p>
<p>Pada tahun 2024, program difokuskan pada edukasi dan pemberdayaan terkait pencegahan anemia pada remaja putri, sedangkan pada tahun 2025 dilanjutkan melalui program pemanfaatan pangan lokal berbasis Nugget Lele dan Tempe (NULTE) sebagai upaya peningkatan gizi masyarakat.</p>
<p>Melanjutkan capaian tersebut, pada tahun 2026 kegiatan difokuskan pada peningkatan kapasitas kader Posyandu dalam pemanfaatan pangan lokal untuk mendukung pencegahan stunting.</p>
<p><img data-dominant-color="97895e" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #97895e;" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-16512 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/Salsabila-2.jpg" alt="" width="700" height="394" /></p>
<p>Di Kelurahan Kemanisan, Kecamatan Curug, Kota Serang, peran kader Posyandu selama ini lebih banyak berfokus pada kegiatan rutin seperti penimbangan balita dan pencatatan, sementara edukasi gizi berbasis pangan lokal belum berjalan secara optimal.</p>
<p>Selain itu, masyarakat umumnya masih memanfaatkan ikan lele dan tempe sebagai lauk sehari-hari tanpa banyak variasi pengolahan.</p>
<p>Untuk menjawab permasalahan tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat STIKes Salsabila Serang yang diketuai oleh Dr. apt. Yusransyah, M.Sc., bersama anggota Syilvi Adini, M.Farm. dan Bd. Indah Ayu Nur Hasana, M.Keb., serta melibatkan mahasiswa Cezia Sitorus dari Program Studi Kebidanan dan Fasya Rizki Ramadani dari Program Studi Farmasi, melaksanakan kegiatan edukasi dan pelatihan pemanfaatan pangan lokal berbasis ikan lele dan tempe kepada kader Posyandu Kelurahan Kemanisan pada Sabtu,  20 Juni 2026.</p>
<p>Kegiatan ini mengangkat tema “Optimalisasi Peran Kader Posyandu dalam Pemanfaatan Pangan Lokal Lele dan Tempe (NULTE) untuk Pencegahan Stunting di Kelurahan Kemanisan”.</p>
<p><img data-dominant-color="998872" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #998872;" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-16513 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/Salsabila-3.jpg" alt="" width="700" height="394" /></p>
<p>Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai stunting, pentingnya gizi seimbang, serta manfaat protein hewani dan nabati bagi pertumbuhan anak.</p>
<p>Selanjutnya, para kader mengikuti demonstrasi dan praktik pembuatan NULTE (Nugget Lele dan Tempe) sebagai salah satu inovasi pangan lokal yang mudah diperoleh, bergizi, dan ramah bagi balita.</p>
<p>Kegiatan yang diikuti oleh 10 orang kader Posyandu Kelurahan Kemanisan berlangsung secara interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta.</p>
<p><img data-dominant-color="a2926a" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #a2926a;" loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-16514 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/Salsabila-4.jpg" alt="" width="700" height="394" /></p>
<p>‘’Dari kegiatan ini kami melihat adanya peningkatan level pemberdayaan masyarakat pada aspek sosial kemasyarakatan,’’ ungkap apt Yusransyah.</p>
<p>Berdasarkan hasil evaluasi melalui kuesioner pre-test dan post-test, terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta mengenai pencegahan stunting serta pemanfaatan pangan lokal berbasis lele dan tempe.</p>
<p>Para kader tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengolah produk NULTE dan menyampaikan edukasi gizi kepada masyarakat.</p>
<p>Dengan peningkatan kapasitas tersebut, kader Posyandu diharapkan dapat berperan lebih optimal sebagai agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi balita dan pencegahan stunting secara berkelanjutan.</p>
<p><img data-dominant-color="8e7b50" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #8e7b50;" loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-16515 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/Salsabila-5.jpg" alt="" width="700" height="394" /></p>
<p>Menurut Dr. apt. Yusransyah, M.Sc., pemanfaatan potensi pangan lokal merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mendukung pemenuhan gizi anak.</p>
<p>“Melalui peningkatan kapasitas kader Posyandu, diharapkan edukasi mengenai gizi seimbang dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga mampu mendukung upaya pencegahan stunting di masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Selain kegiatan edukasi dan pelatihan, tim pengabdian juga melakukan penyerahan aset pendukung kegiatan kepada mitra kader Posyandu Kelurahan Kemanisan sebagai upaya menjamin keberlanjutan program.</p>
<p>Bantuan yang diserahkan berupa peralatan dan sarana pendukung pengolahan pangan lokal yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan Posyandu maupun pelatihan lanjutan di masyarakat.</p>
<p><img data-dominant-color="988c5c" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #988c5c;" loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-16516 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/Salsabila-6.jpg" alt="" width="700" height="394" /></p>
<p>Penyerahan aset tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemandirian kader dalam mengembangkan inovasi pangan berbasis lele dan tempe serta memperkuat upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan di Kelurahan Kemanisan.</p>
<p>Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Pendanaan 2026 yang didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/kader-posyandu-kemanisan-tingkatkan-keterampilan-olah-pangan-lokal-untuk-cegah-stunting/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>STIKSAM Berdayakan Ibu PKK Desa Gas Alam Muara Badak 1 Melalui Pelatihan Produk Farmasi Non-Obat Berbasis Bahan Alam</title>
		<link>https://iainews.net/stiksam-berdayakan-ibu-pkk-desa-gas-alam-muara-badak-1-melalui-pelatihan-produk-farmasi-non-obat-berbasis-bahan-alam/</link>
					<comments>https://iainews.net/stiksam-berdayakan-ibu-pkk-desa-gas-alam-muara-badak-1-melalui-pelatihan-produk-farmasi-non-obat-berbasis-bahan-alam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2026 04:25:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Gas Alam Muara Badak 1]]></category>
		<category><![CDATA[Eka Siswanto]]></category>
		<category><![CDATA[Kutai Kartanegara]]></category>
		<category><![CDATA[minyak aromaterapi]]></category>
		<category><![CDATA[pengabdian kepada masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[PKK]]></category>
		<category><![CDATA[produk farmasi non-obat]]></category>
		<category><![CDATA[Reksi Sundu]]></category>
		<category><![CDATA[STIKES Samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[STIKSAM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=16500</guid>

					<description><![CDATA[KUTAI KARTANEGARA, IAINews – Sebanyak 30 anggota Kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Gas Alam...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KUTAI KARTANEGARA, IAINews – Sebanyak 30 anggota Kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Gas Alam Muara Badak 1, Kabupaten Kutai Kartanegara, mengikuti kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda (STIKSAM).</p>
<figure id="attachment_16501" aria-describedby="caption-attachment-16501" style="width: 1379px" class="wp-caption alignnone"><img data-dominant-color="676c6b" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #676c6b;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-16501 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/Pembuatan-sabun-STIKSAM.jpg" alt="" width="1379" height="913" /><figcaption id="caption-attachment-16501" class="wp-caption-text">Demo pembuatan sabun oleh tim PKM STIKSAM</figcaption></figure>
<p>Kegiatan bertema “Pemberdayaan Kelompok PKK Desa Gas Alam Muara Badak 1 Melalui Pelatihan Pembuatan Produk Farmasi Non-Obat: Sabun, Minyak Urut, dan Aromaterapi” ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam menghasilkan produk berbasis bahan alam yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai usaha mandiri.</p>
<p>Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 16 Juli 2026, bertempat di Gedung Sekretariat PKK Desa Gas Alam Muara Badak 1, Kabupaten Kutai Kartanegara.</p>
<p>Kegiatan diawali dengan pembukaan secara resmi yang dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, apt. Reksi Sundu, M.Sc.</p>
<figure id="attachment_16503" aria-describedby="caption-attachment-16503" style="width: 1061px" class="wp-caption alignnone"><img data-dominant-color="8e9096" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #8e9096;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-16503 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/Pembuatan-minyak-urut-STIKSAM.jpg" alt="" width="1061" height="825" /><figcaption id="caption-attachment-16503" class="wp-caption-text">Peragaan proses pembuatan mintak urut.</figcaption></figure>
<p>Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan keterampilan di bidang kesehatan dan pengembangan kewirausahaan berbasis produk rumah tangga.</p>
<p>“Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta tidak hanya memperoleh keterampilan dalam membuat produk, tetapi juga mampu mengembangkan hasil pelatihan menjadi peluang usaha yang memberikan nilai tambah secara ekonomi,” ujar apt. Reksi Sundu, M.Sc.</p>
<p>Ketua PKK Desa Gas Alam Muara Badak 1,  Hadirah, S.Pd., menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh tim STIKSAM.</p>
<figure id="attachment_16504" aria-describedby="caption-attachment-16504" style="width: 1093px" class="wp-caption alignnone"><img data-dominant-color="747576" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #747576;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-16504 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/Pembuatan-minyak-terapi-STIKSAM.jpg" alt="" width="1093" height="965" /><figcaption id="caption-attachment-16504" class="wp-caption-text">Peragaan pembuatan minyak aromaterapi.</figcaption></figure>
<p>Ia berharap program pemberdayaan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat.</p>
<p>Kegiatan diawali dengan evaluasi pengetahuan awal melalui pre-test, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai pembuatan tiga jenis produk farmasi non-obat, yaitu sabun, minyak aromaterapi, dan minyak urut berbahan herbal.</p>
<p>Setelah sesi materi, peserta mengikuti praktik langsung pembuatan produk dengan pendampingan dari tim pelaksana.</p>
<figure id="attachment_16505" aria-describedby="caption-attachment-16505" style="width: 510px" class="wp-caption alignnone"><img data-dominant-color="827c70" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #827c70;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-16505 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/Hasil-produk-farmasi-non-obat-STIKSAM.jpg" alt="" width="510" height="287" /><figcaption id="caption-attachment-16505" class="wp-caption-text">Hasil produk farmasi non-obat, yakni sabun, minyak urut dan minyak aromaterapi dalam PKM STIKES Samarinda di desa Gas Alam Muara Badak 1.</figcaption></figure>
<p>Dalam sesi praktik pembuatan sabun, peserta diperkenalkan dengan tahapan formulasi menggunakan bahan seperti minyak zaitun, minyak kelapa, minyak sawit, dan bahan pendukung lainnya.</p>
<p>Peserta juga mempelajari proses pencampuran, pencetakan, hingga proses pematangan sabun sebelum digunakan.</p>
<p>Setelah kegiatan praktik selesai, peserta mengikuti evaluasi akhir melalui post-test untuk mengetahui peningkatan pemahaman setelah pelatihan.</p>
<figure id="attachment_16506" aria-describedby="caption-attachment-16506" style="width: 996px" class="wp-caption alignnone"><img data-dominant-color="828d87" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #828d87;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-16506 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/Pemberian-peralatan-produk-farmasi-non-obat-STIKSAM.jpg" alt="" width="996" height="627" /><figcaption id="caption-attachment-16506" class="wp-caption-text">Penyerahan secara simbolis peralatan pembuatan produk farmasi non-obat dari Tim PKM STIKES Samarinda kepada anggota PKK desa Gas Alam Muara Badak 1</figcaption></figure>
<p>Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dibandingkan sebelum mengikuti kegiatan.</p>
<p>Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim pengabdian STIKSAM menyerahkan sejumlah peralatan produksi berupa alat potong sabun, cetakan sabun, hand mixer, dan perlengkapan pendukung lainnya kepada kelompok PKK Desa Gas Alam Muara Badak 1.</p>
<figure id="attachment_16502" aria-describedby="caption-attachment-16502" style="width: 513px" class="wp-caption alignnone"><img data-dominant-color="9c9fa3" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #9c9fa3;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-16502 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/Foto-bersama-STIKSAM.jpg" alt="" width="513" height="225" /><figcaption id="caption-attachment-16502" class="wp-caption-text">Foto bersama ibu-ibu PKK Desa Gas Alam Muara Badak 1 dan Tim Pengabdian STIKES Samarinda</figcaption></figure>
<p>Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, STIKSAM berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan.</p>
<p>Program pemberdayaan berbasis bahan alam ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan produk rumah tangga yang inovatif, aman, dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat Desa Gas Alam Muara Badak 1.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/stiksam-berdayakan-ibu-pkk-desa-gas-alam-muara-badak-1-melalui-pelatihan-produk-farmasi-non-obat-berbasis-bahan-alam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cegah Hipertensi dan Resistensi Antibiotika, Mahasiswa KKN STIKSAM Gelar Penyuluhan dan Demo Pembuatan Jus di Desa Jembayan</title>
		<link>https://iainews.net/cegah-hipertensi-dan-resistensi-antibiotika-mahasiswa-kkn-stiksam-gelar-penyuluhan-dan-demo-pembuatan-jus-di-desa-jembayan/</link>
					<comments>https://iainews.net/cegah-hipertensi-dan-resistensi-antibiotika-mahasiswa-kkn-stiksam-gelar-penyuluhan-dan-demo-pembuatan-jus-di-desa-jembayan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2026 03:03:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Riset dan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#pengabdianmasyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Antibiotika]]></category>
		<category><![CDATA[DesaJembayan]]></category>
		<category><![CDATA[hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[iai]]></category>
		<category><![CDATA[KKN]]></category>
		<category><![CDATA[KutaiKartanegara]]></category>
		<category><![CDATA[posyandu lansia]]></category>
		<category><![CDATA[ResistensiAntimikroba]]></category>
		<category><![CDATA[STIKSAM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=16493</guid>

					<description><![CDATA[Kutai Kartanegara, IAI News. Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan, dosen...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kutai Kartanegara, IAI News.</strong> Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan, dosen Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc., bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Abdillah, Aldi, Dwi, Syelda, Sofa, dan Rosalina dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKSAM) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.</p>
<p><img data-dominant-color="838774" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #838774;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-16495 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260819-WA0008-1.jpg" alt="" width="3024" height="4032" /></p>
<p>Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 13 Agustus 2026 tersebut dihadiri sekitar 100 warga dari tujuh RT dan bertempat di Aula Kantor Desa Jembayan. Kegiatan ini difokuskan pada edukasi mengenai penggunaan antibiotika secara rasional serta pemahaman tentang obat antihipertensi yang banyak digunakan masyarakat.</p>
<p>Dalam penyuluhan, masyarakat diberikan pemahaman mengenai bahaya penggunaan antibiotika yang tidak tepat, termasuk penggunaan tanpa indikasi, dosis yang tidak sesuai, maupun tidak mengikuti aturan penggunaan. Penggunaan antibiotika yang tidak rasional dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi antimikroba.</p>
<p><img data-dominant-color="9c9e8b" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #9c9e8b;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-16496 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260819-WA0009.jpg" alt="" width="3024" height="4032" /></p>
<p>Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai hipertensi, pentingnya mengontrol tekanan darah, kepatuhan dalam mengonsumsi obat, serta mengenali efek samping obat antihipertensi. Para pemateri menekankan bahwa hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi sehingga membutuhkan pengelolaan yang tepat dan berkelanjutan.</p>
<p><img data-dominant-color="8d9080" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #8d9080;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-16497 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260819-WA0006.jpg" alt="" width="4032" height="3024" /></p>
<p>Acara dibuka oleh Ketua Kader Posyandu Desa Jembayan, Sri Mariatun, yang didampingi sejumlah kader lainnya. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada tim STIKSAM yang telah memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Kegiatan tersebut juga berlangsung bersamaan dengan pelayanan Posyandu rutin yang diikuti oleh ibu hamil, ibu balita, dan para kader Posyandu.</p>
<p>Rangkaian kegiatan tidak hanya berupa penyampaian materi, tetapi juga diisi dengan demonstrasi pembuatan jus berbahan dasar pangan yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat, seperti mentimun, seledri, dan tomat. Demonstrasi ini bertujuan memperkenalkan pilihan pola konsumsi yang mendukung gaya hidup sehat dalam upaya menjaga tekanan darah.</p>
<p>Penyuluhan disampaikan secara komunikatif dan interaktif sehingga peserta antusias mengikuti kegiatan. Sesi tanya jawab juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Warga berkesempatan menyampaikan berbagai pertanyaan, termasuk mengenai efek samping obat dan pengelolaan hipertensi pada ibu hamil. Pertanyaan tersebut dijawab oleh tenaga kesehatan sesuai dengan kompetensi dan informasi medis yang tepat.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, tim STIKSAM berharap pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat yang rasional, pencegahan resistensi antibiotika, serta pengelolaan hipertensi dapat semakin meningkat. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat peran Posyandu dalam memberikan pelayanan promotif dan preventif kepada masyarakat.</p>
<p>“Ke depannya, Posyandu berkomitmen untuk terus mendekatkan pelayanan promotif dan preventif kepada masyarakat guna mewujudkan derajat kesehatan yang optimal,” ujar Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/cegah-hipertensi-dan-resistensi-antibiotika-mahasiswa-kkn-stiksam-gelar-penyuluhan-dan-demo-pembuatan-jus-di-desa-jembayan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tim Kesehatan Bima Tiba di Manggarai, Bawa Pelayanan Kesehatan dan Obat untuk Korban Gempa</title>
		<link>https://iainews.net/tim-kesehatan-bima-tiba-di-manggarai-bawa-pelayanan-kesehatan-dan-obat-untuk-korban-gempa/</link>
					<comments>https://iainews.net/tim-kesehatan-bima-tiba-di-manggarai-bawa-pelayanan-kesehatan-dan-obat-untuk-korban-gempa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Busman Nur, S.Farm]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2026 02:12:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[#ppiai #FIP #apoteker #apotekerindonesia #apotekermudaindonesia #pharmacist #WorldPharmacistDay2026 #WPD2026#RaisingCommunityAwareness]]></category>
		<category><![CDATA[Pciaibima]]></category>
		<category><![CDATA[Pdiaintb]]></category>
		<category><![CDATA[pdiaintt]]></category>
		<category><![CDATA[ppatb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=16473</guid>

					<description><![CDATA[NTT, IAI News — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa di Pulau Flores terus berdatangan dari...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left"><em><strong>NTT, IAI News</strong> </em>— Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa di Pulau Flores terus berdatangan dari berbagai daerah. Tim kesehatan dari Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), tiba di Compang Cerep, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, pada 18 Agustus 2026 untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak.</p>
<p>Tim yang diberangkatkan dari Bima tersebut berjumlah sembilan orang, terdiri atas tenaga medis dan nonmedis. Dalam tim tersebut terdapat satu orang apoteker, Apt. Arif Rahmasyah, yang turut memastikan dukungan kefarmasian dan ketersediaan obat bagi masyarakat.</p>
<figure id="attachment_16478" aria-describedby="caption-attachment-16478" style="width: 1600px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="949498" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #949498;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-16478 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260819-WA0044.jpg" alt="" width="1600" height="1200" /><figcaption id="caption-attachment-16478" class="wp-caption-text">Tim Relawan Bima yang telah tiba di Pulau Flores Kabupaten Manggarai untuk memberikan bantuan terhadap korban gempa bumi.</figcaption></figure>
<p>Tim kesehatan ini dipimpin oleh Iskandar, S.Sos., Kasi Pelayanan Dinas Kesehatan Kabupaten Bima.</p>
<p>Setibanya di lokasi, tim langsung memberikan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan kepada warga yang berada di pengungsian.</p>
<p>“Warga sudah mendapatkan pemeriksaan dan pelayanan,” demikian disampaikan terkait kondisi masyarakat setelah tim tiba di lokasi.</p>
<p><strong>Membawa Tenaga, Obat dan Bahan Kesehatan</strong></p>
<p>Sebelum berangkat menuju wilayah terdampak, tim telah mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk mendukung pelayanan di lapangan. Persiapan tersebut mencakup tenaga medis dan nonmedis, obat-obatan, serta berbagai bahan yang diperlukan selama pelaksanaan pelayanan kesehatan.</p>
<p>Kehadiran tim kesehatan dari Bima menjadi bagian dari solidaritas lintas daerah dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana gempa di Flores.</p>
<p>Bersama tenaga kesehatan dan relawan lainnya, tim berupaya memastikan masyarakat di lokasi pengungsian tetap memperoleh akses pemeriksaan dan pelayanan kesehatan di tengah situasi pascabencana.</p>
<figure id="attachment_16476" aria-describedby="caption-attachment-16476" style="width: 1600px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="a48c80" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #a48c80;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-16476 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260818-WA0010.jpg" alt="" width="1600" height="1200" /><figcaption id="caption-attachment-16476" class="wp-caption-text">apt. Arif Rahmansyah, S.Farm bersama tim relawan kesehatan Kabupaten Bima NTB yang bergerak membantu para korban gempa di Pulau Flores.</figcaption></figure>
<p>Kehadiran Apt. Arif Rahmasyah sebagai satu-satunya apoteker dalam tim juga memperkuat aspek pelayanan kefarmasian, khususnya dalam mendukung pengelolaan dan penggunaan obat yang diberikan kepada masyarakat terdampak.</p>
<p>Solidaritas tenaga kesehatan lintas daerah ini menunjukkan bahwa penanganan bencana bukan hanya tentang bantuan material, tetapi juga tentang menghadirkan tenaga dan keahlian untuk membantu masyarakat bangkit dari situasi sulit.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/tim-kesehatan-bima-tiba-di-manggarai-bawa-pelayanan-kesehatan-dan-obat-untuk-korban-gempa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UNJA Perkuat Pencegahan Penyakit Berbasis Lingkungan melalui Pengelolaan Sampah Organik dan Budidaya Maggot</title>
		<link>https://iainews.net/unja-perkuat-pencegahan-penyakit-berbasis-lingkungan-melalui-pengelolaan-sampah-organik-dan-budidaya-maggot/</link>
					<comments>https://iainews.net/unja-perkuat-pencegahan-penyakit-berbasis-lingkungan-melalui-pengelolaan-sampah-organik-dan-budidaya-maggot/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2026 14:42:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[#ppiai #FIP #apoteker #apotekerindonesia #apotekermudaindonesia #pharmacist #WorldPharmacistDay2026 #WPD2026#RaisingCommunityAwareness]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen Farmasi UNJA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=16414</guid>

					<description><![CDATA[JAMBI IAINews &#8212; Upaya pencegahan penyakit tidak hanya dilakukan melalui pengobatan, tetapi juga dapat dimulai...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>JAMBI IAINews</em></strong> &#8212; Upaya pencegahan penyakit tidak hanya dilakukan melalui pengobatan, tetapi juga dapat dimulai dari lingkungan yang bersih serta pemeliharaan ternak yang sehat. Hal tersebut menjadi fokus kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan tim Universitas Jambi (UNJA) di Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi.</p>
<p>Melalui program “Implementasi Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) Berbasis Magobox Terintegrasi Budidaya Bebek sebagai Upaya Mitigasi Penyakit Berbasis Lingkungan melalui Pengelolaan Sampah Organik”, tim UNJA mengajak masyarakat menerapkan pengelolaan sampah organik yang terintegrasi dengan budidaya maggot dan pemeliharaan bebek.</p>
<figure id="attachment_16417" aria-describedby="caption-attachment-16417" style="width: 1280px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="6e696a" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #6e696a;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-16417 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-03-at-11.44.24-1.jpeg" alt="" width="1280" height="960" /><figcaption id="caption-attachment-16417" class="wp-caption-text">Pemaparan Materi Pemeliharaan Bebek.</figcaption></figure>
<p>Program tersebut didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jambi melalui skema PNBP serta melibatkan dosen lintas disiplin dan mahasiswa.</p>
<p>Kegiatan pertama dilaksanakan pada 19 Juli 2026 dengan fokus edukasi mengenai pemeliharaan bebek sehat kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Sipin Danau Sejahtera.</p>
<p>Materi disampaikan oleh drh. Sarwo Edy Wibowo, M.Sc., dokter hewan sekaligus dosen, yang menjelaskan berbagai aspek pemeliharaan bebek, mulai dari pemilihan bibit, pemberian pakan, sanitasi kandang, hingga pencegahan penyakit melalui manajemen pemeliharaan yang baik.</p>
<p>Sebagai tindak lanjut, tim kembali melaksanakan kegiatan pengabdian dengan memperkuat pemahaman masyarakat mengenai sistem budidaya yang terintegrasi. Kegiatan ini tidak hanya membahas kesehatan ternak, tetapi juga keterkaitan antara kesehatan hewan, kesehatan lingkungan, dan kesehatan masyarakat.</p>
<p>Materi pertama disampaikan oleh apt. Santi Perawati, S.Farm., M.Farm., mengenai pemanfaatan herbal untuk membantu menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh bebek.</p>
<p>Pemanfaatan herbal diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pemeliharaan kesehatan ternak sekaligus mendukung penggunaan antibiotik secara bijak dan rasional, sehingga antibiotik tidak digunakan tanpa indikasi yang tepat.</p>
<p>Materi berikutnya disampaikan oleh Arnild Augina Mekarisce, S.K.M., M.K.M., mengenai pentingnya sanitasi lingkungan dalam mencegah penyakit berbasis lingkungan.</p>
<figure id="attachment_16419" aria-describedby="caption-attachment-16419" style="width: 4032px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="afa69a" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #afa69a;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-16419 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-03-at-12.13.34.jpeg" alt="" width="4032" height="3024" /><figcaption id="caption-attachment-16419" class="wp-caption-text">Pemaparan materi sanitasi lingkungan.</figcaption></figure>
<p>Ia menjelaskan bahwa pengelolaan sampah organik yang baik dapat membantu mengurangi bau, pencemaran lingkungan, serta potensi berkembangnya berbagai sumber penyakit di sekitar permukiman.</p>
<p>Sementara itu, materi mengenai budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) berbasis Magobox disampaikan oleh Yuliawati, S.Farm., M.Farm., Apt.</p>
<figure id="attachment_16418" aria-describedby="caption-attachment-16418" style="width: 1280px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="8b8686" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #8b8686;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-16418 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-03-at-11.37.14-2.jpeg" alt="" width="1280" height="960" /><figcaption id="caption-attachment-16418" class="wp-caption-text">Pemaparan materi dengan magobox.</figcaption></figure>
<p>Dalam materi tersebut dijelaskan bahwa sampah organik rumah tangga dapat dimanfaatkan sebagai media budidaya maggot. Maggot yang dihasilkan selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber protein dalam pakan bebek, sehingga terbentuk siklus pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan.</p>
<p>“Ketiga materi ini saling melengkapi. Sampah organik dikelola agar tidak menjadi sumber penyakit, maggot dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pakan, sedangkan kesehatan bebek dipertahankan melalui pemeliharaan yang baik dan pemanfaatan herbal. Dengan demikian, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh hewan ternak, tetapi juga oleh lingkungan dan masyarakat,” ujar Yuliawati.</p>
<p>Sebagai bagian dari pendampingan, tim UNJA juga menyerahkan bantuan berupa bibit bebek, peralatan pemeliharaan bebek, serta Magobox untuk mendukung budidaya maggot kepada KWT.</p>
<p>Peserta kemudian diajak mempraktikkan pemberian pakan berbasis maggot serta teknik pemeliharaan bebek yang baik dan benar.</p>
<p>Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan selama kegiatan, terutama terkait kesehatan ternak, pemanfaatan herbal, pengelolaan kandang, pemberian pakan, serta pengolahan sampah organik rumah tangga.</p>
<figure id="attachment_16415" aria-describedby="caption-attachment-16415" style="width: 4032px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="757a77" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #757a77;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-16415 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-03-at-11.29.52.jpeg" alt="" width="4032" height="3024" /><figcaption id="caption-attachment-16415" class="wp-caption-text">Foto bersama Mitra dan tim Pengabdian UNJA</figcaption></figure>
<p>Melalui kegiatan pengabdian tersebut, Universitas Jambi berharap masyarakat dapat menerapkan sistem pengelolaan sampah organik yang terintegrasi dengan budidaya maggot dan pemeliharaan bebek sehat.</p>
<p>Pendekatan tersebut diharapkan tidak hanya mendukung peningkatan kesehatan lingkungan dan pencegahan penyakit secara preventif, tetapi juga mendorong penggunaan antibiotik secara rasional serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/unja-perkuat-pencegahan-penyakit-berbasis-lingkungan-melalui-pengelolaan-sampah-organik-dan-budidaya-maggot/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Program &#8220;Apoteker Bertamu&#8221; dan &#8220;Kampung DAGUSIBU&#8221; IAI Diakui Internasional sebagai Inovasi Kesehatan Masyarakat</title>
		<link>https://iainews.net/program-apoteker-bertamu-dan-kampung-dagusibu-iai-diakui-internasional-sebagai-inovasi-kesehatan-masyarakat/</link>
					<comments>https://iainews.net/program-apoteker-bertamu-dan-kampung-dagusibu-iai-diakui-internasional-sebagai-inovasi-kesehatan-masyarakat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2026 09:32:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PP]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker berdampak]]></category>
		<category><![CDATA[Apoteker Bertamu]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung ASK ME Dagusibu]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Kongres Apoteker Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Kongres IAI Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Kongres Ikatan Apoteker Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kongres XXI dan PIT IAI 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=16219</guid>

					<description><![CDATA[Medan, IAINews – Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) melalui program pengabdian masyarakatnya telah mencatatkan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Medan, IAINews – Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) melalui program pengabdian masyarakatnya telah mencatatkan sejumlah pencapaian penting selama masa bakti 2022-2026. Dua program unggulan, yaitu &#8220;<strong>Kampung ASK ME DAGUSIBU</strong>&#8221; dan &#8220;<strong>Apoteker Bertamu (Berantas TB Bersamamu)</strong>&#8220;, tidak hanya sukses di tingkat nasional tetapi juga mendapatkan pengakuan internasional sebagai salah satu program pemberdayaan masyarakat terbaik di bidang kesehatan.</p>
<p>&#8220;Kampung ASK ME DAGUSIBU&#8221; merupakan gerakan masif yang dicanangkan IAI untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat mengenai tata cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat secara benar. Program ini dijalankan hingga ke tingkat akar rumput oleh Pengurus Daerah dan Cabang IAI di seluruh Indonesia, melibatkan apoteker yang turun langsung melakukan edukasi dari rumah ke rumah (door to door) dan sosialisasi terstruktur kepada kelompok masyarakat.</p>
<p><img data-dominant-color="9a9188" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #9a9188;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-16221 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/Ask-Me.jpeg" alt="" width="1280" height="1280" /></p>
<p>Keberhasilan program ini terlihat dari terbentuknya 85 Kampung ASK ME DAGUSIBU di berbagai wilayah Indonesia. Masyarakat di kampung-kampung tersebut mendapatkan intervensi edukasi intensif yang dimulai dengan survei rumah tangga untuk memetakan tingkat pengetahuan dan perilaku penggunaan obat. Data tersebut kemudian menjadi dasar penyusunan strategi edukasi yang lebih tepat sasaran, sehingga mampu mengubah perilaku masyarakat dalam mengelola obat secara mandiri dan aman.</p>
<p>Tak hanya berhenti di tingkat nasional, capaian program Kampung ASK ME DAGUSIBU telah didokumentasikan dan dilaporkan oleh Pengurus Pusat IAI kepada International Pharmaceutical Federation (FIP) sebagai bentuk akuntabilitas global. Langkah ini membuahkan hasil manis karena program tersebut resmi masuk dalam nominasi internasional sebagai salah satu program pemberdayaan masyarakat terbaik dalam hal standardisasi penggunaan obat yang benar.</p>
<p><img data-dominant-color="554c48" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #554c48;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-16220 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/Kongres-IAI.jpeg" alt="" width="1280" height="960" /></p>
<p>Selain itu, IAI juga meluncurkan program &#8220;Apoteker Bertamu&#8221; yang fokus pada peningkatan kesadaran kolektif masyarakat mengenai bahaya penyakit Tuberkulosis (TB) serta upaya memutus rantai penularannya. Program ini menggerakkan apoteker untuk melakukan survei dan edukasi di masyarakat, dengan tujuan memberikan pemahaman tentang metode pencegahan dini, pengenalan gejala klinis, dan penerapan pola hidup bersih dan sehat untuk mendukung penyembuhan pasien TB.</p>
<p>Melalui dua metode pendekatan, yaitu kunjungan personal door to door dan penyuluhan terstruktur, para apoteker berhasil mengumpulkan data perilaku kesehatan komunitas. Mereka juga memberikan pendampingan psikologis bagi keluarga pasien TB, sehingga terjadi peningkatan peran serta aktif masyarakat dalam program pengentasan penyakit menular tersebut di lingkungan tempat tinggal mereka.</p>
<p>Program &#8220;Apoteker Bertamu&#8221; menjadi bukti nyata bagaimana profesi apoteker dapat berkontribusi langsung dalam menyelesaikan masalah kesehatan prioritas nasional. Keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi yang kuat antara Pengurus Pusat, Daerah, hingga Cabang IAI yang terintegrasi dalam satu tujuan peningkatan kesehatan masyarakat.</p>
<p>Dengan pencapaian ini, IAI membuktikan bahwa peran apoteker tidak hanya terbatas pada pelayanan di fasilitas kesehatan, tetapi juga sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Dua program unggulan ini diharapkan dapat terus berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi program-program serupa di masa mendatang, sekaligus memperkuat branding apoteker sebagai tenaga kesehatan yang dekat dan bermanfaat bagi Masyarakat.*** (Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc.)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/program-apoteker-bertamu-dan-kampung-dagusibu-iai-diakui-internasional-sebagai-inovasi-kesehatan-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Inovasi Pijat Bayi Hingga Digitalisasi: Tim Farmasi UNBI Luncurkan Minyak ‘Wangi Usadha’ dan Aplikasi Sipenting untuk Cegah Stunting</title>
		<link>https://iainews.net/inovasi-pijat-bayi-hingga-digitalisasi-tim-farmasi-unbi-luncurkan-minyak-wangi-usadha-dan-aplikasi-sipenting-untuk-cegah-stunting/</link>
					<comments>https://iainews.net/inovasi-pijat-bayi-hingga-digitalisasi-tim-farmasi-unbi-luncurkan-minyak-wangi-usadha-dan-aplikasi-sipenting-untuk-cegah-stunting/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2026 03:55:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[#pengabdianmasyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker unbi]]></category>
		<category><![CDATA[apotekerkomunitas]]></category>
		<category><![CDATA[farmasi UNBI]]></category>
		<category><![CDATA[hibah pengabdian masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan stunting]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Bali Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[wangi usadha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=16186</guid>

					<description><![CDATA[Ababi, Karangasem, IAInews &#8211; Meskipun Provinsi Bali mencatatkan angka prevalensi stunting terendah secara nasional, disparitas...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ababi, Karangasem, IAInews &#8211; Meskipun Provinsi Bali mencatatkan angka prevalensi stunting terendah secara nasional, disparitas antar wilayah masih menjadi tantangan nyata. Data menunjukkan Kabupaten Karangasem menjadi salah satu wilayah dengan tingkat prevalensi stunting yang memerlukan perhatian khusus dibanding kabupaten lainnya di Bali. Kondisi inilah yang mendorong penetapan <strong>Desa Ababi, Kecamatan Abang</strong>, Kabupaten Karangasem sebagai lokasi fokus pengabdian masyarakat.</p>
<p>Menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian masyarakat dari Program Studi Farmasi Universitas Bali Internasional (UNBI) bertindak sebagai ketua pelaksana, berkolaborasi dengan dosen Keperawatan STIKes Wira Medika Bali sebagai tim pendukung, menggelar aksi intervensi kesehatan terpadu pada Selasa (4/8/2026) di Desa Ababi.</p>
<p><img data-dominant-color="807973" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #807973;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-large wp-image-16191 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/IMG_0182-400x225.jpg" alt="" width="400" height="225" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/IMG_0182-400x225.jpg 400w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/IMG_0182-250x140.jpg 250w" sizes="auto, (max-width: 400px) 100vw, 400px" /></p>
<p>Adapun kegiatan ini merupakan implementasi kegiatan yang terlaksana berkat dukungan pendanaan melalui skema <strong>Hibah Pemberdayaan Berbasis Masyarakat</strong> ruang lingkup Pengabdian Masyarakat Pemula Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.</p>
<p>Kombinasi inovasi herbal lokal dan pemantauan digital menjadi modal utama yang solutif komprehensif bagi kesehatan bayi dan ibu.</p>
<p>Tim Farmasi UNBI memperkenalkan formulasi inovatif berupa minyak pijat bayi <strong>&#8220;Wangi Usadha&#8221;</strong>. Produk suplemen luar (<em>topical</em>) ini memanfaatkan kekayaan bahan herbal lokal Desa Ababi yang diracik khusus untuk merangsang nafsu makan, meningkatkan kualitas tidur balita, serta melancarkan sirkulasi darah demi mendukung tumbuh kembang optimal.</p>
<p>&#8220;Pendekatan kefarmasian tidak hanya berfokus pada suplemen oral, tetapi juga bagaimana formulasi herbal lokal seperti minyak Wangi Usadha ini dapat memberikan efek relaksasi dan stimulasi pertumbuhan balita secara fisik,&#8221; ujar Ketua tim pengabdian masyarakat, Dr. apt. I Gusti Ayu Rai Widowati.</p>
<p>Sesi khusus yang dipandu oleh apt. Dewa Ayu Putu Satrya Dewi, S.Farm., M.Sc. mengedukasi masyarakat mengenai tata cara pembuatan minyak Wangi Usadha dan memperagakan proses destilasi. Untuk menjamin keberlanjutan, tim Farmasi UNBI juga menyerahkan hibah alat destilasi sederhana dan tanaman obat keluarga (TOGA) agar warga dapat memproduksi bahan baku herbal secara mandiri.</p>
<p><img data-dominant-color="71675e" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #71675e;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-large wp-image-16189 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/IMG_0242-400x225.jpg" alt="" width="400" height="225" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/IMG_0242-400x225.jpg 400w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/IMG_0242-250x140.jpg 250w" sizes="auto, (max-width: 400px) 100vw, 400px" /></p>
<p>Untuk memperkuat efektivitas program di lapangan, dosen dan peneliti STIKes Wira Medika Bali, Ns. Ni Made Nopitawati, S.Kep., M.Kep., juga turut melakukan pendampingan langsung secara klinis dan digital.</p>
<p>Ns. Nopitawati memimpin demo pijat bayi berbasis teknik infant massage yang aman menggunakan minyak Wangi Usadha, sekaligus mengenalkan platform Aplikasi Sipenting (Sistem Informasi Pencegahan Stunting).</p>
<p>Lewat Aplikasi Sipenting, para ibu dan kader posyandu dilatih untuk melakukan pelaporan grafik tumbuh kembang anak secara mandiri, memantau risiko stunting, serta mengakses edukasi gizi secara real-time. Demo pijat bayi yang dipraktikkan langsung juga terbukti membantu meningkatkan ikatan batin (bonding) antara ibu dan anak serta menstimulasi hormon pertumbuhan bayi.</p>
<p>Sinergi ini diharapkan memberikan dampak langsung dan terukur bagi masyarakat sasaran, sekaligus menjadi model percontohan pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi interprofesi kesehatan di Bali. Melalui perpaduan ini, tercipta model penanganan stunting yang modern, terintegrasi, dan berbasis kearifan lokal. ***</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/inovasi-pijat-bayi-hingga-digitalisasi-tim-farmasi-unbi-luncurkan-minyak-wangi-usadha-dan-aplikasi-sipenting-untuk-cegah-stunting/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dosen FK Unila Sosialisasikan Cara Menyimpan Obat yang Benar kepada Warga Sekitar Kampus</title>
		<link>https://iainews.net/dosen-fk-unila-sosialisasikan-cara-menyimpan-obat-yang-benar-kepada-warga-sekitar-kampus/</link>
					<comments>https://iainews.net/dosen-fk-unila-sosialisasikan-cara-menyimpan-obat-yang-benar-kepada-warga-sekitar-kampus/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Busman Nur, S.Farm]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2026 01:06:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[#ppiai #FIP #apoteker #apotekerindonesia #apotekermudaindonesia #pharmacist #WorldPharmacistDay2026 #WPD2026#RaisingCommunityAwareness]]></category>
		<category><![CDATA[Bandar Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[dosen FK UNILA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=15752</guid>

					<description><![CDATA[BANDAR LAMPUNG, IAI News &#8212;  Tim dosen dari Program Studi Farmasi dan Program Studi Pendidikan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>BANDAR LAMPUNG, IAI News</strong></em> &#8212;  Tim dosen dari Program Studi Farmasi dan Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lampung (Unila) menggelar sosialisasi mengenai cara penyimpanan obat yang benar kepada masyarakat di lingkungan sekitar Kampus FK Unila, Senin (11/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pemahaman warga tentang pentingnya penyimpanan obat yang tepat untuk menjaga mutu, keamanan, dan efektivitas obat di tingkat rumah tangga.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan edukasi mengenai berbagai kesalahan yang masih sering dilakukan dalam menyimpan obat, seperti meletakkan obat di tempat yang lembap, terpapar sinar matahari langsung, atau menyimpan seluruh obat sirup di dalam lemari pendingin tanpa memperhatikan ketentuan penyimpanannya. Padahal, cara penyimpanan yang tidak tepat dapat menurunkan stabilitas zat aktif sehingga memengaruhi khasiat obat.</p>
<p><img data-dominant-color="716c61" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #716c61;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-15754 aligncenter not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/07/dosen-fk-unila-2.jpg" alt="" width="999" height="562" /></p>
<p>Selain itu, peserta juga diajak memahami pentingnya menyimpan obat sesuai dengan suhu yang dianjurkan, menjauhkan obat dari jangkauan anak-anak, serta mempertahankan obat dalam kemasan aslinya untuk mencegah kontaminasi dan memudahkan identifikasi informasi obat.</p>
<p>Perwakilan tim pengabdian masyarakat, apt. Okta Puspita, M.Clin.Pharm., menegaskan bahwa penyimpanan obat bukan hanya berkaitan dengan kerapian, tetapi juga menyangkut aspek keamanan dan keselamatan pasien.</p>
<p>&#8220;Kesalahan yang paling sering kami temukan adalah warga menyimpan semua jenis sirup di dalam kulkas, padahal tidak semua obat membutuhkan suhu dingin. Ada juga yang meletakkannya di dekat jendela yang panas. Jika stabilitas zat aktifnya rusak, obat tersebut bisa menjadi tidak berkhasiat atau bahkan membahayakan kesehatan,&#8221; ujar apt. Okta Puspita.</p>
<p>Sebagai bagian dari edukasi, tim dosen juga membagikan panduan praktis mengenai penyimpanan obat di rumah. Mayoritas obat dalam bentuk tablet dan kapsul sebaiknya disimpan pada suhu ruang sekitar 15–25°C, di tempat yang kering serta terhindar dari paparan panas. Sementara itu, obat-obat tertentu seperti insulin dan beberapa jenis obat tetes mata memerlukan penyimpanan pada suhu 2–8°C di dalam lemari pendingin, namun tidak boleh ditempatkan di dalam freezer.</p>
<p>Tim juga mengingatkan bahwa paparan sinar matahari secara langsung dapat mempercepat proses oksidasi zat aktif obat. Selain itu, kamar mandi bukan merupakan tempat yang ideal untuk menyimpan obat karena tingkat kelembapannya yang tinggi dapat menyebabkan tablet menjadi lembek, rusak, bahkan berjamur.</p>
<p>Salah seorang peserta, Sumiyati (45), mengaku memperoleh pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut. Selama ini ia mengira seluruh obat sirup harus disimpan di dalam kulkas agar lebih awet.</p>
<p>&#8220;Saya pikir semua obat sirup itu harus masuk kulkas supaya awet, ternyata ada yang tidak boleh karena bisa menggumpal. Selama ini saya juga menyimpan obat di rak dapur dekat kompor agar mudah diambil, padahal panas dari kompor bisa merusak kualitas obat,&#8221; ungkap Sumiyati.</p>
<p>Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, tim dosen FK Unila berharap masyarakat semakin memahami pentingnya penyimpanan obat yang benar sebagai bagian dari penggunaan obat yang rasional. Edukasi tersebut juga diharapkan mampu mendorong terwujudnya keluarga yang sadar obat, sehingga mutu obat tetap terjaga, efektivitas terapi dapat dipertahankan, serta risiko kerusakan dan pemborosan obat akibat penyimpanan yang tidak tepat dapat diminimalkan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/dosen-fk-unila-sosialisasikan-cara-menyimpan-obat-yang-benar-kepada-warga-sekitar-kampus/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cegah Salah Obat, Dosen FK Unila Edukasi Warga Posyandu As-Syifa Kenali Simbol Kemasan Obat</title>
		<link>https://iainews.net/cegah-salah-obat-dosen-fk-unila-edukasi-warga-posyandu-as-syifa-kenali-simbol-kemasan-obat/</link>
					<comments>https://iainews.net/cegah-salah-obat-dosen-fk-unila-edukasi-warga-posyandu-as-syifa-kenali-simbol-kemasan-obat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Busman Nur, S.Farm]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2026 02:16:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[#ppiai #FIP #apoteker #apotekerindonesia #apotekermudaindonesia #pharmacist #WorldPharmacistDay2026 #WPD2026#RaisingCommunityAwareness]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Kedokteran Unila]]></category>
		<category><![CDATA[pdiailampung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=15280</guid>

					<description><![CDATA[BANDAR LAMPUNG, IAI News — Tim dosen Program Studi Farmasi Universitas Lampung (Unila) yang berkolaborasi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>BANDAR LAMPUNG, IAI News </strong></em>— Tim dosen Program Studi Farmasi Universitas Lampung (Unila) yang berkolaborasi dengan dosen Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (FK Unila) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Posyandu As-Syifa, Bandar Lampung, Senin (11/5/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap keamanan penggunaan obat melalui edukasi tentang simbol pada kemasan obat.</p>
<p>Sasaran utama kegiatan ini adalah para ibu rumah tangga, dengan harapan mereka lebih cermat dalam mengenali golongan obat sebelum dikonsumsi. Edukasi ini dinilai penting mengingat masih banyak masyarakat yang menggunakan obat tanpa memahami kategori maupun risiko penggunaannya.</p>
<p>Dalam pemaparannya, tim dosen menekankan bahwa kebiasaan membaca label sebelum mengonsumsi obat merupakan langkah penting dalam menjaga keselamatan pasien (<em>patient safety</em>). Masyarakat dibekali pengetahuan mengenai arti simbol lingkaran warna pada kemasan obat yang sering dijumpai sehari-hari.</p>
<p>Salah satu isu krusial yang disoroti adalah kebiasaan masyarakat membeli obat hanya berdasarkan rekomendasi orang sekitar tanpa mempertimbangkan risiko medis yang mungkin timbul.</p>
<figure id="attachment_15282" aria-describedby="caption-attachment-15282" style="width: 704px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="d6c2c6" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #d6c2c6;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-15282 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/06/UNILA-2.png" alt="" width="704" height="498" /><figcaption id="caption-attachment-15282" class="wp-caption-text">Dokumentasi: leaflet edukasi golongan obat</figcaption></figure>
<p>Pada sesi edukasi, peserta dikenalkan dengan tiga simbol utama pada kemasan obat:</p>
<p>• Lingkaran Hijau (Obat Bebas)<br />
Merupakan kategori obat yang relatif aman dan dapat dibeli bebas di apotek maupun toko obat tanpa resep dokter.</p>
<p>• Lingkaran Biru (Obat Bebas Terbatas)<br />
Obat ini termasuk golongan yang memerlukan perhatian khusus meskipun masih dapat dibeli tanpa resep dalam jumlah tertentu. Obat dengan simbol ini selalu disertai peringatan khusus (P. No. 1 hingga P. No. 6), misalnya “Hanya untuk bagian luar badan”.</p>
<p>• Lingkaran Merah dengan Huruf “K” (Obat Keras)<br />
Obat ini tidak boleh digunakan secara sembarangan dan harus berada di bawah pengawasan tenaga medis karena berisiko menimbulkan efek berbahaya apabila dosisnya tidak tepat. Contohnya adalah antibiotik dan obat hipertensi.</p>
<p>Selain obat modern, masyarakat juga diajak untuk lebih kritis dalam memilih produk herbal. Tim dosen menjelaskan bahwa tidak semua produk berbahan alami memiliki tingkat pembuktian ilmiah yang sama. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami klasifikasi obat herbal yang beredar di pasaran.</p>
<p>Jenis obat herbal yang diperkenalkan meliputi:</p>
<p>• Jamu<br />
Keamanan dan khasiatnya didasarkan pada data empiris atau pengalaman penggunaan secara turun-temurun. Umumnya ditandai dengan logo pohon berwarna hijau.</p>
<p>• Obat Herbal Terstandar (OHT)<br />
Merupakan tingkat lanjutan dari jamu, di mana bahan bakunya telah distandarisasi dan melalui uji praklinis (uji pada hewan). Logonya berupa tiga pasang jari-jari daun.</p>
<p>• Fitofarmaka<br />
Ini merupakan kategori tertinggi dalam klasifikasi obat herbal. Produk fitofarmaka telah melalui uji klinis pada manusia, sehingga khasiatnya memiliki dasar ilmiah yang kuat dan setara dengan obat modern. Logonya menyerupai kristal salju berwarna hijau.</p>
<p>“Sering kali masyarakat membeli obat hanya berdasarkan rekomendasi tetangga tanpa melihat logo pada kemasan. Padahal, logo tersebut merupakan petunjuk penting terkait keamanan penggunaan obat,” ujar apt. Syaripah Ulandari, M.Farm., dosen farmasi FK Unila di sela kegiatan.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa obat dengan simbol lingkaran biru memiliki enam jenis peringatan khusus yang wajib diperhatikan agar penggunaannya tetap aman dan tidak menimbulkan efek samping berbahaya.</p>
<p>Edukasi ini memberikan perspektif baru bagi warga. Salah seorang peserta, Ibu Sumiati, mengaku baru memahami makna simbol pada kemasan obat yang selama ini sering diabaikan.</p>
<p>“Jujur, saya baru tahu kalau lingkaran merah berarti obat keras dan harus menggunakan resep dokter. Biasanya kalau sakit kepala atau pegal, saya langsung membeli obat di warung. Sekarang saya jadi lebih berhati-hati sebelum minum obat,” ungkapnya.</p>
<p>Kegiatan yang didukung dengan media leaflet informatif ini mendapat respons positif dari masyarakat sekitar Posyandu As-Syifa. Melalui edukasi ini, FK Unila berharap masyarakat dapat menjadi konsumen yang lebih kritis, cerdas, dan bijak dalam menggunakan obat.</p>
<p>Dalam jangka panjang, program pengabdian ini diharapkan mampu menekan angka penyalahgunaan obat keras tanpa resep serta meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap legalitas dan standar keamanan obat herbal yang beredar di pasaran.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/cegah-salah-obat-dosen-fk-unila-edukasi-warga-posyandu-as-syifa-kenali-simbol-kemasan-obat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Dapur Menuju Surga: Pengabdian Masyarakat Farmasi UII, Manufaktur Estetik di Ruang Domestik</title>
		<link>https://iainews.net/dari-dapur-menuju-surga-pengabdian-masyarakat-farmasi-uii-manufaktur-estetik-di-ruang-domestik/</link>
					<comments>https://iainews.net/dari-dapur-menuju-surga-pengabdian-masyarakat-farmasi-uii-manufaktur-estetik-di-ruang-domestik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2026 10:40:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Riset dan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Romo Sukir Farmasi UII Sabun Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=14179</guid>

					<description><![CDATA[Sleman, IAINews &#8211; Rumah tangga merupakan miniatur dunia yang keberlanjutannya sangat bergantung pada ketulusan serta...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="font-weight: 400;"><strong>Sleman, IAINews</strong> &#8211; Rumah tangga merupakan miniatur dunia yang keberlanjutannya sangat bergantung pada ketulusan serta kearifan seorang ibu. Dapur tidak sekadar menjadi tempat mengolah makanan melainkan bertindak sebagai jantung kehidupan sekaligus sumber utama limbah domestik. Kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup mendasari tim dosen Jurusan Farmasi Universitas Islam Indonesia (UII) untuk kembali menyambangi warga Kelompok Usaha Bersama (KUB) Padukuhan Blekik, Sardonoharjo, Sleman. Program hibah pengabdian masyarakat lintas disiplin ilmu ini hadir membawa solusi konkret melalui pemanfaatan minyak nabati murni menjadi sabun mandi artisan bernilai ekonomi tinggi.</p>
<figure id="attachment_14181" aria-describedby="caption-attachment-14181" style="width: 1200px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="9a988f" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #9a988f;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-14181 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/05/2-2.png" alt="" width="1200" height="628" /><figcaption id="caption-attachment-14181" class="wp-caption-text">Romo Sukir mengapresiasi keberadaan para wanita dan Ibu dalam kehidupan beragam , berbangsa dan keluarga dalam materi tausiahnya</figcaption></figure>
<p style="font-weight: 400;"><strong>Manifesto Kehormatan Perempuan dalam Dakwah</strong></p>
<p style="font-weight: 400;">Acara pengabdian masyarakat diawali oleh siraman rohani yang mencerahkan dari Romo Sukir dengan tema sentral kemuliaan wanita dalam Islam. Sosok nyentrik ini mengangkat kisah Khaulah binti Tsa’labah sebagai cerminan bahwa suara dan keluh kesah seorang istri didengar langsung oleh Tuhan hingga menggetarkan langit.</p>
<figure id="attachment_14185" aria-describedby="caption-attachment-14185" style="width: 1920px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="aa9673" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #aa9673;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-14185 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/05/Dari-Dapur-Menuju-Surga.jpg" alt="" width="1920" height="1080" /><figcaption id="caption-attachment-14185" class="wp-caption-text">Khaulan binti Tsa&#8217;labah sosok wanita hebat yang doanya mengguncang langit dan diabadikan ceritanya dalam al Qur&#8217;an di surah al mujadilah ayat 1-4</figcaption></figure>
<p style="font-weight: 400;">Perempuan memegang peran strategis sebagai manajer domestik yang mampu menggerakkan roda ekonomi keluarga sekaligus bertindak sebagai penjaga kelestarian bumi. Pengorbanan serta rasa lelah para ibu di ruang dapur tidak boleh dipandang sebelah mata karena dari tangan merekalah peradaban mulia dilahirkan. Manajemen rumah tangga yang berbasis pada nilai spiritual akan mengubah aktivitas harian di dapur menjadi jembatan ibadah menuju surga.</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>Sinergi Sains dan Kelestarian Air</strong></p>
<p style="font-weight: 400;">Potensi pencemaran air got akibat buangan detergen kimia memerlukan tindakan mitigasi yang cepat dan terukur dari para akademisi. Pakar teknik lingkungan UII, Dr. Eng. Ir. Awaluddin Nurmianto, memberikan simulasi interaktif mengenai kategorisasi air limbah rumah tangga guna mencegah kerusakan tanah secara meluas.</p>
<figure id="attachment_14186" aria-describedby="caption-attachment-14186" style="width: 1408px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="c1b7a0" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #c1b7a0;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-14186 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-18-at-20.23.13.jpeg" alt="" width="1408" height="768" /><figcaption id="caption-attachment-14186" class="wp-caption-text">Mengenal Air Limbah dan Cara Pengolahannya</figcaption></figure>
<p style="font-weight: 400;">Edukasi tersebut diperkuat dengan lokakarya pembuatan sabun padat alami menggunakan metode <em>cold process</em> oleh pakar teknologi farmasi, apt. Siti Zahliyatul Munawiroh, Ph.D. Inovasi penggunaan minyak sawit murni dan minyak kelapa terbukti ampuh menghasilkan sabun artisan yang aman bagi kulit sensitif serta ramah terhadap ekosistem air.</p>
<figure id="attachment_14184" aria-describedby="caption-attachment-14184" style="width: 1200px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="b8afa5" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #b8afa5;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-14184 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/05/5-1.png" alt="" width="1200" height="628" /><figcaption id="caption-attachment-14184" class="wp-caption-text">pak awaluddin dan Ibu Siti Zahlia bergantian memberikan materi dalam menjaga alam dan memupuk kreativitas ibu rumah tangga</figcaption></figure>
<p style="font-weight: 400;"><strong>Panduan Praktis Meracik Sabun Mandi Alami</strong></p>
<p style="font-weight: 400;">Pembuatan sabun alami di rumah sebetulnya sangat sederhana namun memerlukan ketelitian layaknya meracik obat di laboratorium farmasi. Pengolahannya mengandalkan reaksi saponifikasi antara asam lemak dari minyak nabati dengan senyawa alkali atau basa kuat. Ibu-ibu KUB Dusun Blekik diajak mempraktikkan proses pembuatan secara runut melalui beberapa tahapan esensial berikut:</p>
<figure id="attachment_14187" aria-describedby="caption-attachment-14187" style="width: 894px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="c8cfcd" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #c8cfcd;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-14187 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-18-at-20.22.48.jpeg" alt="" width="894" height="1200" /><figcaption id="caption-attachment-14187" class="wp-caption-text">Teknik membuat sabun padat</figcaption></figure>
<ul style="font-weight: 400;">
<li><strong>Persiapan Larutan Lye (Alkali):</strong> Langkah krusial ini dimulai dengan menimbang air suling dan natrium hidroksida (NaOH) secara presisi sesuai formula obat. Kristal NaOH kemudian dimasukkan perlahan ke dalam air secara searah, bukan sebaliknya, guna menghindari letupan cairan berbahaya akibat kenaikan suhu instan. Wadah larutan alkali ini kemudian didiamkan hingga suhunya turun mendekati suhu ruang.</li>
<li><strong>Pencampuran Fase Minyak:</strong> Minyak kelapa murni dan minyak sawit ditimbang lalu digabungkan ke dalam wadah utama yang bersih. Komposisi seimbang kedua bahan ini sangat vital karena minyak kelapa akan memicu busa yang melimpah, sedangkan minyak sawit memberikan kekerasan fisik pada sabun batangan.</li>
<li><strong>Proses Emulsifikasi (<em>Tracing</em>):</strong> Larutan alkali yang telah dingin dituangkan secara perlahan ke dalam campuran minyak nabati tersebut. Pengadukan menggunakan <em>hand blender</em> dilakukan secara berkala sampai konsistensi cairan berubah mengental layaknya adonan puding atau mencapai fase <em>trace</em>.</li>
<li><strong>Pemberian Aroma dan Pewarnaan:</strong> Minyak atsiri (<em>essential oil</em>) serta pewarna alami khusus kosmetik ditambahkan tepat setelah adonan mengental sempurna. Tahap ini memberikan ruang kreativitas bagi para ibu rumah tangga untuk merancang wewangian relaksasi yang estetik sekaligus bernilai jual tinggi.</li>
</ul>
<figure id="attachment_14183" aria-describedby="caption-attachment-14183" style="width: 1200px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="69544b" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #69544b;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-14183 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/05/4-1.png" alt="" width="1200" height="628" /><figcaption id="caption-attachment-14183" class="wp-caption-text">Mahasiswa farmasi UII bersama para ibu yang dengan bangga menunjukkan hasil karyanya</figcaption></figure>
<ul style="font-weight: 400;">
<li><strong>Pencetakan dan Pematangan (<em>Curing</em>):</strong> Adonan cair segera dituang ke dalam cetakan silikon lembut lalu dihentakkan perlahan guna membuang gelembung udara yang terperangkap. Cetakan tersebut harus ditutup rapat selama dua puluh empat jam sebelum sabun padat dipotong dan disimpan di tempat kering selama empat minggu untuk menurunkan kadar keasaman (pH) hingga aman bagi kulit manusia.</li>
</ul>
<p style="font-weight: 400;"><strong>Kolaborasi Masif Menggerakkan Ekonomi Kreatif</strong></p>
<p style="font-weight: 400;">Keberhasilan agenda pemberdayaan ini didukung penuh oleh kontribusi nyata 18 dosen Jurusan Farmasi UII yang terjun langsung ke lapangan. Para akademisi senior beserta mahasiswa farmasi berkolaborasi aktif mengawal setiap tahapan <em>workshop</em> agar berjalan sesuai dengan standar keamanan bahan.</p>
<figure id="attachment_14182" aria-describedby="caption-attachment-14182" style="width: 1200px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="5d606b" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #5d606b;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-14182 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/05/3-2.png" alt="" width="1200" height="628" /><figcaption id="caption-attachment-14182" class="wp-caption-text">Tim inti pengabdian masyarakat Farmasi UII yang terdiri dari Dosen, Laboran dan mahasiswa</figcaption></figure>
<p style="font-weight: 400;">Keterampilan baru manufaktur estetik ini membuka peluang usaha kreatif berbasis domestik yang sangat potensial dalam menopang finansial keluarga. Keberlanjutan program pengabdian dibuktikan lewat pendampingan yang intensif di bawah supervisi Dr. apt. Viviane Annisa serta dukungan teknis dari laboran senior Bapak Hartanto. Kerja sama lintas sektor ini membuktikan bahwa aksi nyata di masyarakat jauh lebih efektif dalam melahirkan dusun yang bersih, mandiri, serta membanggakan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/dari-dapur-menuju-surga-pengabdian-masyarakat-farmasi-uii-manufaktur-estetik-di-ruang-domestik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
