<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kolaborasi &#8211; IAI NEWS</title>
	<atom:link href="https://iainews.net/category/kolaborasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://iainews.net</link>
	<description>Portal Berita Ikatan Apoteker Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 05 Aug 2026 03:58:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.8</generator>

<image>
	<url>https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/03/cropped-Untitled-1-32x32.jpg</url>
	<title>Kolaborasi &#8211; IAI NEWS</title>
	<link>https://iainews.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Inovasi Pijat Bayi Hingga Digitalisasi: Tim Farmasi UNBI Luncurkan Minyak ‘Wangi Usadha’ dan Aplikasi Sipenting untuk Cegah Stunting</title>
		<link>https://iainews.net/inovasi-pijat-bayi-hingga-digitalisasi-tim-farmasi-unbi-luncurkan-minyak-wangi-usadha-dan-aplikasi-sipenting-untuk-cegah-stunting/</link>
					<comments>https://iainews.net/inovasi-pijat-bayi-hingga-digitalisasi-tim-farmasi-unbi-luncurkan-minyak-wangi-usadha-dan-aplikasi-sipenting-untuk-cegah-stunting/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2026 03:55:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[#pengabdianmasyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker unbi]]></category>
		<category><![CDATA[apotekerkomunitas]]></category>
		<category><![CDATA[farmasi UNBI]]></category>
		<category><![CDATA[hibah pengabdian masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan stunting]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Bali Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[wangi usadha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=16186</guid>

					<description><![CDATA[Ababi, Karangasem, IAInews &#8211; Meskipun Provinsi Bali mencatatkan angka prevalensi stunting terendah secara nasional, disparitas...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ababi, Karangasem, IAInews &#8211; Meskipun Provinsi Bali mencatatkan angka prevalensi stunting terendah secara nasional, disparitas antar wilayah masih menjadi tantangan nyata. Data menunjukkan Kabupaten Karangasem menjadi salah satu wilayah dengan tingkat prevalensi stunting yang memerlukan perhatian khusus dibanding kabupaten lainnya di Bali. Kondisi inilah yang mendorong penetapan <strong>Desa Ababi, Kecamatan Abang</strong>, Kabupaten Karangasem sebagai lokasi fokus pengabdian masyarakat.</p>
<p>Menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian masyarakat dari Program Studi Farmasi Universitas Bali Internasional (UNBI) bertindak sebagai ketua pelaksana, berkolaborasi dengan dosen Keperawatan STIKes Wira Medika Bali sebagai tim pendukung, menggelar aksi intervensi kesehatan terpadu pada Selasa (4/8/2026) di Desa Ababi.</p>
<p><img data-dominant-color="807973" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #807973;" fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-large wp-image-16191 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/IMG_0182-400x225.jpg" alt="" width="400" height="225" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/IMG_0182-400x225.jpg 400w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/IMG_0182-250x140.jpg 250w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></p>
<p>Adapun kegiatan ini merupakan implementasi kegiatan yang terlaksana berkat dukungan pendanaan melalui skema <strong>Hibah Pemberdayaan Berbasis Masyarakat</strong> ruang lingkup Pengabdian Masyarakat Pemula Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.</p>
<p>Kombinasi inovasi herbal lokal dan pemantauan digital menjadi modal utama yang solutif komprehensif bagi kesehatan bayi dan ibu.</p>
<p>Tim Farmasi UNBI memperkenalkan formulasi inovatif berupa minyak pijat bayi <strong>&#8220;Wangi Usadha&#8221;</strong>. Produk suplemen luar (<em>topical</em>) ini memanfaatkan kekayaan bahan herbal lokal Desa Ababi yang diracik khusus untuk merangsang nafsu makan, meningkatkan kualitas tidur balita, serta melancarkan sirkulasi darah demi mendukung tumbuh kembang optimal.</p>
<p>&#8220;Pendekatan kefarmasian tidak hanya berfokus pada suplemen oral, tetapi juga bagaimana formulasi herbal lokal seperti minyak Wangi Usadha ini dapat memberikan efek relaksasi dan stimulasi pertumbuhan balita secara fisik,&#8221; ujar Ketua tim pengabdian masyarakat, Dr. apt. I Gusti Ayu Rai Widowati.</p>
<p>Sesi khusus yang dipandu oleh apt. Dewa Ayu Putu Satrya Dewi, S.Farm., M.Sc. mengedukasi masyarakat mengenai tata cara pembuatan minyak Wangi Usadha dan memperagakan proses destilasi. Untuk menjamin keberlanjutan, tim Farmasi UNBI juga menyerahkan hibah alat destilasi sederhana dan tanaman obat keluarga (TOGA) agar warga dapat memproduksi bahan baku herbal secara mandiri.</p>
<p><img data-dominant-color="71675e" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #71675e;" decoding="async" class="aligncenter size-large wp-image-16189 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/IMG_0242-400x225.jpg" alt="" width="400" height="225" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/IMG_0242-400x225.jpg 400w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/08/IMG_0242-250x140.jpg 250w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></p>
<p>Untuk memperkuat efektivitas program di lapangan, dosen dan peneliti STIKes Wira Medika Bali, Ns. Ni Made Nopitawati, S.Kep., M.Kep., juga turut melakukan pendampingan langsung secara klinis dan digital.</p>
<p>Ns. Nopitawati memimpin demo pijat bayi berbasis teknik infant massage yang aman menggunakan minyak Wangi Usadha, sekaligus mengenalkan platform Aplikasi Sipenting (Sistem Informasi Pencegahan Stunting).</p>
<p>Lewat Aplikasi Sipenting, para ibu dan kader posyandu dilatih untuk melakukan pelaporan grafik tumbuh kembang anak secara mandiri, memantau risiko stunting, serta mengakses edukasi gizi secara real-time. Demo pijat bayi yang dipraktikkan langsung juga terbukti membantu meningkatkan ikatan batin (bonding) antara ibu dan anak serta menstimulasi hormon pertumbuhan bayi.</p>
<p>Sinergi ini diharapkan memberikan dampak langsung dan terukur bagi masyarakat sasaran, sekaligus menjadi model percontohan pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi interprofesi kesehatan di Bali. Melalui perpaduan ini, tercipta model penanganan stunting yang modern, terintegrasi, dan berbasis kearifan lokal. ***</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/inovasi-pijat-bayi-hingga-digitalisasi-tim-farmasi-unbi-luncurkan-minyak-wangi-usadha-dan-aplikasi-sipenting-untuk-cegah-stunting/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gathering Apotek Makassar: Betadine Hadirkan Inovasi Clear Spray dan Clear Gel Tanpa Perih untuk Mitra Farmasi</title>
		<link>https://iainews.net/gathering-apotek-makassar-betadine-hadirkan-inovasi-clear-spray-dan-clear-gel-tanpa-perih-untuk-mitra-farmasi/</link>
					<comments>https://iainews.net/gathering-apotek-makassar-betadine-hadirkan-inovasi-clear-spray-dan-clear-gel-tanpa-perih-untuk-mitra-farmasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Busman Nur, S.Farm]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2026 13:28:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[#pdiaisulsel]]></category>
		<category><![CDATA[#ppiai #FIP #apoteker #apotekerindonesia #apotekermudaindonesia #pharmacist #WorldPharmacistDay2026 #WPD2026#RaisingCommunityAwareness]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=16069</guid>

					<description><![CDATA[MAKASSAR  IAINews &#8212; Dalam upaya memperkuat sinergi dengan para mitra strategis di dunia kesehatan, Betadine...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>MAKASSAR  IAINews</strong> </em>&#8212; Dalam upaya memperkuat sinergi dengan para mitra strategis di dunia kesehatan, Betadine Indonesia (Inova Pharmaceuticals) sukses menyelenggarakan kegiatan Gathering Apotek pada Sabtu, 18 Juli 2026. Bertempat di Hotel Khas, Jalan Andi Mappayukki No. 49, Makassar, acara yang berlangsung pukul 16.30–19.30 WITA ini dihadiri sekitar 70 peserta yang terdiri atas Apoteker dan Tenaga Vokasi Farmasi (TVF) se-Kota Makassar.</p>
<p>Agenda utama gathering ini adalah pemaparan <em>product knowledge</em> yang disampaikan secara interaktif oleh apt. Yuri Pratiwi Utami, S.Farm., M.Si., C.Herbs. Fokus edukasi kali ini menyoroti inovasi terbaru Betadine dalam manajemen perawatan luka, yaitu Betadine Clear Spray untuk luka terbuka dan Betadine Clear Gel untuk luka bakar ringan. Kedua produk tersebut mengusung formula antiseptik modern yang mengombinasikan Octenidine dan Allantoin. Keunggulannya terletak pada formulanya yang bening, tidak menimbulkan rasa perih saat diaplikasikan, serta efektif melawan berbagai kuman penyebab infeksi pada luka.</p>
<figure id="attachment_16070" aria-describedby="caption-attachment-16070" style="width: 855px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="a5999e" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #a5999e;" decoding="async" class="wp-image-16070 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/07/Betadine-1.jpg" alt="" width="855" height="548" /><figcaption id="caption-attachment-16070" class="wp-caption-text">Materi Product Knowledge yang dibawakan oleh apt. Yuri Pratiwi Utami.,S.Farm.,M.Si.,C.Herbs,</figcaption></figure>
<p>Betadine Indonesia (Inova Pharmaceuticals) menghadirkan terobosan baru dalam manajemen perawatan luka akut mandiri melalui Betadine Clear Spray dan Betadine Clear Gel. Kedua produk ini dirancang untuk menjawab tantangan terbesar dalam pertolongan pertama, yaitu rasa perih saat penggunaan antiseptik dan noda yang sering ditinggalkan pada pakaian. Dengan formula modern yang tidak lengket, produk ini memberikan kenyamanan optimal sekaligus perlindungan antimikroba yang efektif.</p>
<p>Dalam pemaparannya, apt. Yuri menjelaskan bahwa kombinasi Octenidine dan Allantoin bukan sekadar perpaduan dua bahan aktif, melainkan sebuah sinergi terapeutik yang mendukung proses penyembuhan luka (<em>wound healing</em>). Octenidine merupakan antiseptik modern generasi baru dengan spektrum antimikroba yang luas, mampu melawan bakteri, jamur, dan virus secara cepat tanpa bersifat sitotoksik terhadap jaringan granulasi baru. Karena itu, pengguna tidak merasakan sensasi terbakar atau perih saat produk diaplikasikan pada luka terbuka.</p>
<p>Sementara itu, Allantoin berperan sebagai <em>skin conditioning agent</em> yang membantu merangsang proliferasi sel, mempercepat proses epitelisasi, serta menjaga kelembapan kulit sehingga memberikan efek menenangkan (<em>soothing effect</em>) dan membantu mengurangi kemerahan maupun rasa gatal akibat inflamasi.</p>
<figure id="attachment_16071" aria-describedby="caption-attachment-16071" style="width: 778px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="9b8a80" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #9b8a80;" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-16071 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/07/Betadine-2.jpg" alt="" width="778" height="589" /><figcaption id="caption-attachment-16071" class="wp-caption-text">Proses penyampaian materi pada kegiatan apotek gathering.</figcaption></figure>
<p>Ketika kedua bahan aktif tersebut dikombinasikan, Octenidine bekerja menjaga area luka tetap bersih dari mikroorganisme penyebab infeksi tanpa merusak jaringan sehat, sedangkan Allantoin mempercepat proses regenerasi jaringan. Sinergi tersebut mampu meminimalkan risiko infeksi sekaligus mempercepat proses penyembuhan luka.</p>
<p>Salah satu keunggulan menarik dari inovasi ini adalah hadirnya warna kuning yang khas. Secara klinis maupun psikologis, tampilan tersebut dinilai lebih ramah bagi pasien anak. Anak-anak umumnya mengaitkan antiseptik berwarna cokelat pekat dengan rasa perih, sedangkan warna kuning yang cerah memberikan kesan lebih bersahabat sehingga dapat membantu mengurangi rasa takut ketika luka diobati.</p>
<p>Selain itu, meskipun memiliki semburat warna kuning, formulanya tetap tampak bening (<em>clear</em>) saat diratakan pada kulit. Kondisi ini memudahkan tenaga kesehatan maupun orang tua dalam memantau perkembangan luka secara visual, termasuk mendeteksi tanda-tanda infeksi seperti kemerahan atau keluarnya nanah tanpa terhalang warna antiseptik.</p>
<p>Dengan hilangnya sensasi perih berkat Octenidine dan tampilan yang lebih ramah bagi anak, proses penanganan luka diharapkan menjadi pengalaman yang lebih nyaman sehingga dapat mengurangi stres emosional anak ketika mengalami luka terbuka maupun luka bakar ringan.</p>
<p>Selain memperkenalkan lini produk inovatif tersebut, apt. Yuri juga mengulas kembali berbagai produk unggulan Betadine yang telah lama dipercaya masyarakat, di antaranya Betadine Solution dan Betadine Salep yang mengandung Povidone-Iodine 10% untuk membantu mencegah infeksi pada luka terbuka maupun luka bakar; Betadine Skin Cleanser dengan kandungan Povidone-Iodine 7,5% sebagai antiseptik pembersih kulit; Betadine URT (Mouthwash &amp; Gargle) yang mengandung Povidone-Iodine 1% untuk membantu mengatasi sakit tenggorokan, sariawan, gusi bengkak, dan bau mulut; serta rangkaian Betadine Feminine Care yang meliputi <em>Feminine Daily Use</em>, <em>Feminine Wash Foam</em>, <em>Feminine Wash Natural Daun Sirih</em>, <em>Feminine Wipes</em>, <em>Feminine Hygiene</em>, hingga <em>Feminine Vaginal Douche</em>.</p>
<figure id="attachment_16072" aria-describedby="caption-attachment-16072" style="width: 651px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="977c6f" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #977c6f;" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-16072 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/07/Betadine-4.jpg" alt="" width="651" height="445" /><figcaption id="caption-attachment-16072" class="wp-caption-text">Foto Bersama Setelah Kegaiatan Apotek Gathering Bersama Betadine.</figcaption></figure>
<p>Untuk memperkuat pemahaman para mitra farmasi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi <em>role play</em> pelayanan kefarmasian, diskusi interaktif, serta tanya jawab mengenai strategi edukasi pasien di apotek. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung hingga acara ditutup dengan sesi dokumentasi dan foto bersama antara seluruh peserta dan tim Betadine Indonesia.</p>
<p>Dalam penutupan acara disampaikan bahwa seiring berkembangnya ilmu kefarmasian, kebutuhan masyarakat terhadap produk perawatan luka yang efektif sekaligus nyaman, seperti formula bening dan tanpa rasa perih, terus meningkat. Betadine Indonesia berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan tersebut.</p>
<p>Perusahaan juga menyampaikan apresiasi kepada para Apoteker dan Tenaga Vokasi Farmasi sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan di apotek. Melalui kolaborasi yang erat, diharapkan kualitas pelayanan kefarmasian dan edukasi kesehatan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan. Betadine Indonesia pun mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kemitraan yang telah terjalin serta berharap dapat kembali menghadirkan berbagai inovasi di masa mendatang.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/gathering-apotek-makassar-betadine-hadirkan-inovasi-clear-spray-dan-clear-gel-tanpa-perih-untuk-mitra-farmasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sinergi Lintas Sektor, PC IAI Wajo Gelar FGD Pengendalian Resistensi Antimikroba</title>
		<link>https://iainews.net/sinergi-lintas-sektor-pc-iai-wajo-gelar-fgd-pengendalian-resistensi-antimikroba/</link>
					<comments>https://iainews.net/sinergi-lintas-sektor-pc-iai-wajo-gelar-fgd-pengendalian-resistensi-antimikroba/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Busman Nur, S.Farm]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2026 01:24:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita PC]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[#pdiaisulsel]]></category>
		<category><![CDATA[#ppiai #FIP #apoteker #apotekerindonesia #apotekermudaindonesia #pharmacist #WorldPharmacistDay2026 #WPD2026#RaisingCommunityAwareness]]></category>
		<category><![CDATA[Kongres IAI Medan]]></category>
		<category><![CDATA[pciaiwajo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=15757</guid>

					<description><![CDATA[SENGKANG, IAI News &#8212; Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (PC IAI) Kabupaten Wajo menyelenggarakan Focus...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>SENGKANG, IAI News</strong></em> &#8212; Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (PC IAI) Kabupaten Wajo menyelenggarakan <em>Focus Group Discussion</em> (FGD) lintas sektor bertajuk &#8220;Penggunaan Antibiotik yang Rasional di Kabupaten Wajo: Membangun Kesepahaman Implementasi Kebijakan Antibiotik&#8221; di Aula Sipakalebbi, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Wajo, Jumat (3/7/2026).</p>
<p>Kegiatan ini merupakan upaya PC IAI Wajo untuk memperkuat penggunaan antibiotik secara rasional sekaligus mendukung pengendalian resistensi antimikroba (<em>Antimicrobial Resistance</em>/AMR) melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Wajo.</p>
<figure id="attachment_15758" aria-describedby="caption-attachment-15758" style="width: 818px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="a39d91" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #a39d91;" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-15758 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/07/Wajo-1.jpg" alt="" width="818" height="1090" /><figcaption id="caption-attachment-15758" class="wp-caption-text">Sambutan dan Sekaligus Membuka Kegiatan FGD : “Penggunaan Antibiotik yang Rasional di Kabupaten Wajo: Membangun Kesepahaman Implementasi Kebijakan Antibiotik.” Oleh Kepala Dinas Kesehatan Kab Wajo Dr. drg. Hj. Armin A.R., M.Kes.</figcaption></figure>
<p>Ketua PC IAI Kabupaten Wajo, apt. Rahmah Mustarin, S.Farm., M.PH, menjelaskan bahwa FGD tersebut bertujuan mengidentifikasi berbagai tantangan di lapangan, menghimpun masukan dari lintas sektor, serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi acuan pemerintah daerah dalam pengendalian penggunaan antibiotik.</p>
<p>&#8220;Resistensi antimikroba merupakan ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat. Melalui kolaborasi ini, kami ingin membangun kesepahaman agar implementasi kebijakan terkait pengawasan dan penggunaan antibiotik di Kabupaten Wajo dapat berjalan lebih optimal, terukur, dan tepat sasaran,&#8221; ujar apt. Rahmah.</p>
<p>FGD menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, organisasi profesi, pengawas obat, legislatif, dan akademisi. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pengurus Daerah (PD) IAI Sulawesi Selatan, apt. Andi Alfian, S.Si., M.Si., Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Wajo Fery Surachmat, S.E., S.Farm., M.AP, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo drg. Hj. Armin A.R., M.Kes. yang didampingi apt. Sri Muntani, S.Si., M.AP, serta perwakilan Loka POM, Sabaruddin, S.Si.</p>
<p>Selain itu, diskusi juga diikuti oleh perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Wajo, Perhimpunan Seminat Farmasi Masyarakat (HISFARMA) PD IAI Sulawesi Selatan yang diwakili apt. Ridwan, S.Si., serta akademisi dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Almarisah Madani (UNIVERAL), dan Universitas Mega Buana (UMB) Palopo bersama jajaran pengurus PC IAI Wajo.</p>
<p>Forum yang berlangsung sejak pukul 08.00 WITA tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari pola peresepan antibiotik, pengawasan distribusi obat, hingga pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan antibiotik secara bijak dan bahaya <em>self-medication</em> tanpa indikasi yang tepat.</p>
<p>Hasil pembahasan akan dirumuskan menjadi dokumen rekomendasi kebijakan yang diharapkan dapat menjadi masukan bagi Pemerintah Kabupaten Wajo, khususnya Dinas Kesehatan dan DPRD, dalam memperkuat regulasi serta pengawasan penggunaan antibiotik di daerah.</p>
<figure id="attachment_15759" aria-describedby="caption-attachment-15759" style="width: 890px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="979891" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #979891;" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-15759 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/07/Wajo-2.jpg" alt="" width="890" height="501" /><figcaption id="caption-attachment-15759" class="wp-caption-text">Foto Bersama Pada Kegiatan FGD “Penggunaan Antibiotik yang Rasional di Kabupaten Wajo : Membangun Kesepahaman Implementasi Kebijakan Antibiotik.”</figcaption></figure>
<p>Dalam forum tersebut, para peserta juga menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menghadapi tantangan resistensi antimikroba. Kolaborasi antara pemerintah, organisasi profesi, pengawas obat, tenaga kesehatan, dan akademisi dinilai menjadi faktor penting untuk mewujudkan sistem pengawasan penggunaan antibiotik yang lebih efektif dan terintegrasi.</p>
<p>Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan ditutup dengan penandatanganan Pakta Integritas oleh seluruh perwakilan instansi yang hadir. Penandatanganan tersebut menjadi simbol komitmen lintas sektor dalam mendukung implementasi kebijakan penggunaan antibiotik yang rasional di Kabupaten Wajo.</p>
<p>Menutup kegiatan, apt. Rahmah Mustarin menegaskan bahwa FGD dan penandatanganan pakta integritas merupakan langkah awal dari upaya berkelanjutan dalam pengendalian resistensi antimikroba di Kabupaten Wajo.</p>
<p>&#8220;FGD dan pakta integritas yang kita tandatangani hari ini merupakan fondasi awal. Selanjutnya, tim perumus dari IAI bersama akademisi akan menyusun rekomendasi kebijakan yang akan disampaikan kepada Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Wajo sebagai bahan penyusunan regulasi daerah,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ia berharap kolaborasi lintas sektor yang telah terbangun dapat terus berlanjut sehingga penggunaan antibiotik yang rasional semakin terwujud dan masyarakat Kabupaten Wajo memperoleh perlindungan yang lebih baik dari ancaman resistensi antimikroba.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/sinergi-lintas-sektor-pc-iai-wajo-gelar-fgd-pengendalian-resistensi-antimikroba/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dosen FK Unila Sosialisasikan Cara Menyimpan Obat yang Benar kepada Warga Sekitar Kampus</title>
		<link>https://iainews.net/dosen-fk-unila-sosialisasikan-cara-menyimpan-obat-yang-benar-kepada-warga-sekitar-kampus/</link>
					<comments>https://iainews.net/dosen-fk-unila-sosialisasikan-cara-menyimpan-obat-yang-benar-kepada-warga-sekitar-kampus/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Busman Nur, S.Farm]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2026 01:06:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[#ppiai #FIP #apoteker #apotekerindonesia #apotekermudaindonesia #pharmacist #WorldPharmacistDay2026 #WPD2026#RaisingCommunityAwareness]]></category>
		<category><![CDATA[Bandar Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[dosen FK UNILA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=15752</guid>

					<description><![CDATA[BANDAR LAMPUNG, IAI News &#8212;  Tim dosen dari Program Studi Farmasi dan Program Studi Pendidikan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>BANDAR LAMPUNG, IAI News</strong></em> &#8212;  Tim dosen dari Program Studi Farmasi dan Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lampung (Unila) menggelar sosialisasi mengenai cara penyimpanan obat yang benar kepada masyarakat di lingkungan sekitar Kampus FK Unila, Senin (11/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pemahaman warga tentang pentingnya penyimpanan obat yang tepat untuk menjaga mutu, keamanan, dan efektivitas obat di tingkat rumah tangga.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan edukasi mengenai berbagai kesalahan yang masih sering dilakukan dalam menyimpan obat, seperti meletakkan obat di tempat yang lembap, terpapar sinar matahari langsung, atau menyimpan seluruh obat sirup di dalam lemari pendingin tanpa memperhatikan ketentuan penyimpanannya. Padahal, cara penyimpanan yang tidak tepat dapat menurunkan stabilitas zat aktif sehingga memengaruhi khasiat obat.</p>
<p><img data-dominant-color="716c61" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #716c61;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-15754 aligncenter not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/07/dosen-fk-unila-2.jpg" alt="" width="999" height="562" /></p>
<p>Selain itu, peserta juga diajak memahami pentingnya menyimpan obat sesuai dengan suhu yang dianjurkan, menjauhkan obat dari jangkauan anak-anak, serta mempertahankan obat dalam kemasan aslinya untuk mencegah kontaminasi dan memudahkan identifikasi informasi obat.</p>
<p>Perwakilan tim pengabdian masyarakat, apt. Okta Puspita, M.Clin.Pharm., menegaskan bahwa penyimpanan obat bukan hanya berkaitan dengan kerapian, tetapi juga menyangkut aspek keamanan dan keselamatan pasien.</p>
<p>&#8220;Kesalahan yang paling sering kami temukan adalah warga menyimpan semua jenis sirup di dalam kulkas, padahal tidak semua obat membutuhkan suhu dingin. Ada juga yang meletakkannya di dekat jendela yang panas. Jika stabilitas zat aktifnya rusak, obat tersebut bisa menjadi tidak berkhasiat atau bahkan membahayakan kesehatan,&#8221; ujar apt. Okta Puspita.</p>
<p>Sebagai bagian dari edukasi, tim dosen juga membagikan panduan praktis mengenai penyimpanan obat di rumah. Mayoritas obat dalam bentuk tablet dan kapsul sebaiknya disimpan pada suhu ruang sekitar 15–25°C, di tempat yang kering serta terhindar dari paparan panas. Sementara itu, obat-obat tertentu seperti insulin dan beberapa jenis obat tetes mata memerlukan penyimpanan pada suhu 2–8°C di dalam lemari pendingin, namun tidak boleh ditempatkan di dalam freezer.</p>
<p>Tim juga mengingatkan bahwa paparan sinar matahari secara langsung dapat mempercepat proses oksidasi zat aktif obat. Selain itu, kamar mandi bukan merupakan tempat yang ideal untuk menyimpan obat karena tingkat kelembapannya yang tinggi dapat menyebabkan tablet menjadi lembek, rusak, bahkan berjamur.</p>
<p>Salah seorang peserta, Sumiyati (45), mengaku memperoleh pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut. Selama ini ia mengira seluruh obat sirup harus disimpan di dalam kulkas agar lebih awet.</p>
<p>&#8220;Saya pikir semua obat sirup itu harus masuk kulkas supaya awet, ternyata ada yang tidak boleh karena bisa menggumpal. Selama ini saya juga menyimpan obat di rak dapur dekat kompor agar mudah diambil, padahal panas dari kompor bisa merusak kualitas obat,&#8221; ungkap Sumiyati.</p>
<p>Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, tim dosen FK Unila berharap masyarakat semakin memahami pentingnya penyimpanan obat yang benar sebagai bagian dari penggunaan obat yang rasional. Edukasi tersebut juga diharapkan mampu mendorong terwujudnya keluarga yang sadar obat, sehingga mutu obat tetap terjaga, efektivitas terapi dapat dipertahankan, serta risiko kerusakan dan pemborosan obat akibat penyimpanan yang tidak tepat dapat diminimalkan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/dosen-fk-unila-sosialisasikan-cara-menyimpan-obat-yang-benar-kepada-warga-sekitar-kampus/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hetifah Berkolaborasi dengan STIKSAM Bahas Peluang dan Tantangan SDM Kesehatan di Era Digital</title>
		<link>https://iainews.net/hetifah-berkolaborasi-dengan-stiksam-bahas-peluang-dan-tantangan-sdm-kesehatan-di-era-digital/</link>
					<comments>https://iainews.net/hetifah-berkolaborasi-dengan-stiksam-bahas-peluang-dan-tantangan-sdm-kesehatan-di-era-digital/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Busman Nur, S.Farm]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2026 00:55:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[#ppiai #FIP #apoteker #apotekerindonesia #apotekermudaindonesia #pharmacist #WorldPharmacistDay2026 #WPD2026#RaisingCommunityAwareness]]></category>
		<category><![CDATA[Kongres IAI Medan]]></category>
		<category><![CDATA[STIKSAM Samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=15747</guid>

					<description><![CDATA[Samarinda, IAI News &#8212; Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda (STIKSAM) menggelar Workshop Pendidikan Tinggi bertajuk...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Samarinda, IAI News</strong> &#8212; </em> Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda (STIKSAM) menggelar Workshop Pendidikan Tinggi bertajuk &#8220;Digital Health Innovation : Peluang dan Tantangan SDM Kesehatan Masa Depan&#8221; di Aula Lantai 6 STIKSAM, Rabu (24/6). Kegiatan yang berkolaborasi dengan Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) ini menjadi forum strategis untuk membahas penguatan sumber daya manusia (SDM) kesehatan dalam menghadapi era transformasi digital.</p>
<p>Workshop yang diinisiasi oleh Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, ini terselenggara melalui kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) serta STIKSAM. Kegiatan tersebut menjadi forum strategis yang mempertemukan akademisi, pemangku kebijakan, dan institusi pendidikan tinggi kesehatan untuk membahas penguatan sumber daya manusia (SDM) kesehatan dalam menghadapi era transformasi digital.</p>
<p><img data-dominant-color="848482" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #848482;" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-15749 aligncenter not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/07/samarinda-2.jpg" alt="" width="690" height="388" /></p>
<p>Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Yayasan Kagama Kalimantan Timur, Dr. M. Ir. Fitriansyah, yang juga menjadi narasumber; Ketua STIKSAM, apt. Supomo, M.Si.; Prof. Dr. Haviluddin, dosen Universitas Mulawarman (Unmul), sebagai narasumber; serta perwakilan dari berbagai perguruan tinggi kesehatan, di antaranya STIKES Dirgahayu, STIKES Mutiara Mahakam, ITKES Wiyata Husada, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Timur. Kehadiran berbagai institusi tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam mempersiapkan SDM kesehatan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.</p>
<p>Dalam sambutannya, Hetifah Sjaifudian menegaskan bahwa transformasi digital merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari transformasi sistem kesehatan nasional. Menurutnya, meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan harus diimbangi dengan inovasi yang mampu memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan.</p>
<p>&#8220;Transformasi kesehatan tidak bisa dipisahkan dari transformasi digital. Inovasi digital bukan hanya sekadar aplikasi, melainkan menjadi landasan untuk mengubah model layanan sekaligus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia,&#8221; tegas Hetifah.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi digital di sektor kesehatan bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan, memperluas akses layanan, meningkatkan efisiensi, serta menjamin keselamatan pasien.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Fitriansyah memaparkan bahwa perkembangan teknologi, seperti Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI), telah mengubah lanskap pelayanan kesehatan secara global. Menurutnya, penerapan AI dan <em>machine learning</em> kini telah dimanfaatkan dalam proses pembelajaran diagnostik dengan tingkat akurasi lebih dari 94 persen dalam membantu mendiagnosis berbagai penyakit.</p>
<p><img data-dominant-color="969691" data-has-transparency="true" style="--dominant-color: #969691;" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-15748 aligncenter has-transparency" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/07/Samarinda-1.png" alt="" width="690" height="387" /></p>
<p>Meski demikian, Fitriansyah mengingatkan bahwa peningkatan kompetensi digital masih menjadi tantangan, khususnya bagi tenaga pendidik di bidang kesehatan. Selain itu, pemerataan distribusi tenaga kesehatan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) juga masih memerlukan perhatian bersama.</p>
<p>Sementara itu, Ketua STIKSAM, apt. Supomo, M.Si., menyampaikan apresiasi atas dukungan dan perhatian Hetifah terhadap pengembangan pendidikan tinggi kesehatan di Kalimantan Timur. Menurutnya, workshop ini memberikan wawasan yang sangat relevan bagi mahasiswa sebagai bekal menghadapi dunia kerja yang semakin terdigitalisasi.</p>
<p>&#8220;Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam mendukung transformasi kesehatan di Kalimantan Timur,&#8221; ujar Supomo.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, dan para pemangku kepentingan dalam menyiapkan SDM kesehatan yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab tantangan transformasi digital di masa depan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/hetifah-berkolaborasi-dengan-stiksam-bahas-peluang-dan-tantangan-sdm-kesehatan-di-era-digital/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>HIMAFARSI UNILA Gelar KENAL KASTRAD, Cetak Mahasiswa Kritis dan Berjiwa Pemimpin</title>
		<link>https://iainews.net/himafarsi-unila-gelar-kenal-kastrad-cetak-mahasiswa-kritis-dan-berjiwa-pemimpin/</link>
					<comments>https://iainews.net/himafarsi-unila-gelar-kenal-kastrad-cetak-mahasiswa-kritis-dan-berjiwa-pemimpin/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Busman Nur, S.Farm]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 15:44:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[#ppiai #FIP #apoteker #apotekerindonesia #apotekermudaindonesia #pharmacist #WorldPharmacistDay2026 #WPD2026#RaisingCommunityAwareness]]></category>
		<category><![CDATA[kongres medan 2026]]></category>
		<category><![CDATA[pdiailampung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=15368</guid>

					<description><![CDATA[BANDAR LAMPUNG, IAI News &#8212; Himpunan Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (HIMAFARSI FK Unila) sukses...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>BANDAR LAMPUNG, IAI News</em> &#8212;</strong> Himpunan Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (HIMAFARSI FK Unila) sukses menyelenggarakan kegiatan KENAL KASTRAD (Mengenal Lebih Dekat Departemen Kajian Strategi dan Advokasi) dengan mengusung tema “CATALYST : Critical Action, Thought, Advocacy, Leadership, Youth, Strategy, Transformation.” Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diketuai oleh Muhammad Rafi Rayhan Fayzulhaq dengan tujuan membekali mahasiswa farmasi kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, serta strategi advokasi terhadap berbagai isu.</p>
<p>Rangkaian acara bergengsi ini dibuka secara resmi pada Sabtu (20/6) di Gedung D Lantai 1 FK Unila. Pembukaan dihadiri dan mendapat sambutan hangat dari Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FK Unila, dr. Rasmi Zakiah Oktarlina, S.Ked., M.Farm., Pembina HIMAFARSI apt. Yulianasari Pulungan, M.Clin.Pharm., serta Ketua HIMAFARSI M. Daffa Imtiyaz.</p>
<p>Pada hari pertama, para peserta disuguhkan materi mendalam mengenai “Pengenalan Kastrad” oleh Loisa Nopratity Reza, S.Farm., serta materi “Manajemen Isu dan Pengenalan Kajian” oleh Reval Hidayat. Tidak hanya teori, mahasiswa juga langsung diajak mengimplementasikan ilmu mereka melalui sesi Focus Group Discussion (FGD) dan debat isu interaktif.</p>
<p>Memasuki hari kedua, Minggu (21/6), kegiatan bergeser ke Gedung G Lantai 1 FK Unila dengan agenda Diskusi Publik bersama narasumber dari Dewan Pengawas Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (Dewas PP IAI), apt. Drs. Wahyu Hartono, M.K.K.K. Pada hari kedua, turut hadir membersamai pembina HIMAFARSI, apt. Dwi Ismayati, M.Clin.Pharm., dan apt. Wahyu Alfath Firdaus, M.Farm.</p>
<p>Dalam diskusi publik tersebut, apt. Wahyu Hartono menyampaikan materi krusial bertajuk “Regulasi Baru BPOM 2026 : Sejauh Mana Berdampak bagi Tenaga Kefarmasian dan Masyarakat.” Ia membedah secara mendalam naskah regulasi terbaru yang tengah memicu diskusi hangat di kalangan profesi kesehatan.</p>
<p>Menyikapi pro dan kontra yang terjadi, apt. Wahyu menggarisbawahi adanya urgensi terhadap beberapa poin aturan yang dinilai mengalami disharmonisasi dengan Undang-Undang Kesehatan yang berlaku. Beliau menyoroti bahwa apabila regulasi setingkat Peraturan Badan tidak selaras dengan undang-undang di atasnya, terdapat risiko terjadinya reduksi terhadap kewenangan profesi apoteker dalam menjalankan praktik kefarmasian secara mandiri dan bertanggung jawab.</p>
<p>Hal ini dikhawatirkan dapat membatasi ruang gerak apoteker dalam memberikan pelayanan optimal, yang pada akhirnya turut berdampak pada akses dan perlindungan mutu sediaan farmasi bagi masyarakat.</p>
<p>Oleh karena itu, apt. Wahyu berpesan agar mahasiswa farmasi Unila terus mengasah pisau analisis hukum mereka. Mahasiswa diharapkan mampu bersikap kritis dan objektif dalam mengawal agar hak-hak hukum sejawat apoteker tetap terlindungi tanpa mengorbankan keselamatan publik.</p>
<p>Atmosfer kegiatan semakin menantang saat memasuki siang hari, di mana para peserta melakukan simulasi aksi massa yang dimulai dari basement Gedung G hingga mobilisasi dan penyampaian orasi di Gazebo Kantin Unila.</p>
<p>“Melalui kegiatan CATALYST ini, kami berharap mahasiswa farmasi Unila tidak hanya unggul di bidang akademis dan keilmuan saja, tetapi juga mampu menjadi agen transformasi yang kritis, berjiwa pemimpin, serta berani melakukan advokasi terhadap isu-isu kesehatan di masyarakat,” ujar Ketua Pelaksana, Muhammad Rafi Rayhan Fayzulhaq, dalam sambutannya.</p>
<p>Acara ini ditutup dengan sesi evaluasi bersama stakeholder, pembagian awarding bagi peserta terbaik, serta pembacaan Plan of Action (POA) sebagai langkah konkret pasca-kegiatan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/himafarsi-unila-gelar-kenal-kastrad-cetak-mahasiswa-kritis-dan-berjiwa-pemimpin/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peran MKEAI PD IAI Kaltim dalam Penerapan Kode Etik terhadap Tantangan dan Prospek Masa Depan Dampak Resistensi Antimikroba (AMR) dalam Pengelolaan Obat di Sarana Kefarmasian Kota Samarinda</title>
		<link>https://iainews.net/peran-mkeai-pd-iai-kaltim-dalam-penerapan-kode-etik-terhadap-tantangan-dan-prospek-masa-depan-dampak-resistensi-antimikroba-amr-dalam-pengelolaan-obat-di-sarana-kefarmasian-kota-samarinda/</link>
					<comments>https://iainews.net/peran-mkeai-pd-iai-kaltim-dalam-penerapan-kode-etik-terhadap-tantangan-dan-prospek-masa-depan-dampak-resistensi-antimikroba-amr-dalam-pengelolaan-obat-di-sarana-kefarmasian-kota-samarinda/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Busman Nur, S.Farm]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 15:25:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PD]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[#ppiai #FIP #apoteker #apotekerindonesia #apotekermudaindonesia #pharmacist #WorldPharmacistDay2026 #WPD2026#RaisingCommunityAwareness]]></category>
		<category><![CDATA[BBPOM Samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[kongres medan 2026]]></category>
		<category><![CDATA[pdiaikaltim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=15363</guid>

					<description><![CDATA[Samarinda, IAI News &#8212; Ancaman resistensi antimikroba (Antimicrobial Resistance/AMR) kini menjadi perhatian serius dunia kesehatan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Samarinda, IAI News</strong></em> &#8212; Ancaman resistensi antimikroba (<em>Antimicrobial Resistance/AMR</em>) kini menjadi perhatian serius dunia kesehatan dan dikenal sebagai <em>silent pandemic</em> yang berpotensi menimbulkan krisis global. Menyikapi hal tersebut, PT. Anugrah Argon Medica Cabang Samarinda bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Ikatan Apoteker Indonesia Pengurus Daerah Kalimantan Timur, yang dihadiri oleh APJ apotek se-Kota Samarinda, menggelar Bimbingan Teknis (BIMTEK) guna merumuskan strategi masa depan dalam pengendalian AMR pada pengelolaan obat di sarana kefarmasian. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Aston Grand Ballroom Samarinda pada 23 Juni 2026.</p>
<p>Pertemuan strategis ini menyoroti tantangan dan prospek masa depan pengelolaan obat di sarana kefarmasian, serta penegakan kode etik profesi sebagai bagian penting dalam program pengelolaan obat. Dalam rangka memperkuat fondasi kompetensi etik dan profesionalisme apoteker, Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Kalimantan Timur, melalui Majelis Kode Etik dan Etika Profesi (MKEAI) PD Kaltim, diminta menjadi narasumber terkait pengendalian dampak resistensi antimikroba (AMR) dalam lingkup pengawasan terapi obat.</p>
<p>Kepala Balai Besar POM menegaskan bahwa sarana kefarmasian, baik apotek maupun rumah sakit, berada di garis terdepan dalam mengendalikan laju resistensi antimikroba bersama Pedagang Besar Farmasi (PBF) sebagai penjaga mutu obat hingga sampai kepada masyarakat. Pengawasan ketat terhadap rantai distribusi dan penyerahan obat menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.</p>
<p>“Resistensi antimikroba bukan lagi ancaman masa depan, melainkan krisis kesehatan global yang terjadi saat ini. BPOM tidak bisa bekerja sendiri, dibutuhkan ketegasan dari para apoteker penanggung jawab untuk memastikan tidak ada antibiotik yang keluar tanpa resep dokter,” ujar Kepala Balai Besar POM, Agung Kurniawan, S.T., sebagai salah satu narasumber BIMTEK tersebut.</p>
<p><img data-dominant-color="9a9698" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #9a9698;" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-15365 aligncenter not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/06/PD-KALTIM-2.jpg" alt="" width="860" height="1111" /></p>
<p>Beliau juga menyampaikan, “Perlunya upaya bersama dalam mengendalikan AMR (resistensi antimikroba), khususnya oleh apoteker dan tenaga vokasi farmasi di apotek, serta pelaku bisnis seperti PBF AAM sebagai distributor obat. Isu ini merupakan isu global dan dapat menjadi <em>silent killer</em> jika AMR tidak dikelola dengan baik. Melalui forum seminar ini, sinergi antara BPOM, penanggung jawab apotek, dan MKEAI PD Kaltim perlu dimaksimalkan dalam edukasi penggunaan obat kepada masyarakat.”</p>
<p>Kode Etik Profesi menjadi benteng pertahanan bagi penanggung jawab pengelola sarana farmasi. Selain aspek teknis pengelolaan obat, BIMTEK ini juga menggarisbawahi peran vital Kode Etik Profesi Apoteker. Menghadapi tekanan komersial, apoteker penanggung jawab (APJ) dituntut tetap menjaga integritas ilmiah dan moral, baik di fasilitas pelayanan maupun distributor obat.</p>
<p>Ketua MKEAI PD IAI Kaltim, apt. Supomo, M.Si., didampingi Sekretaris MKEAI PD IAI, apt. Achmad Kadri Ansyori, M.Sc., hadir sebagai narasumber dan menyampaikan bahwa kepatuhan terhadap kode etik merupakan panduan tertinggi ketika apoteker dihadapkan pada dilema antara keuntungan bisnis sarana dan keselamatan publik. Apoteker memiliki hak dan kewajiban untuk menolak penyerahan antibiotik yang tidak rasional demi mencegah meluasnya resistensi bakteri.</p>
<p>Wujud komitmen MKEAI Pengurus Pusat IAI adalah membangun karakter tenaga kefarmasian yang beretika dan profesional, khususnya APJ Apotek dan PBF. Sesuai amanah MKEAI Pusat, hasil pertemuan ini diharapkan mampu menginisiasi koordinasi dan kolaborasi antara apoteker di fasilitas pelayanan dan Pedagang Besar Farmasi (PBF) di wilayah Samarinda.</p>
<p><img data-dominant-color="ae9286" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #ae9286;" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-15366 aligncenter not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/06/PD-KALTIM-3.jpg" alt="" width="584" height="1266" /></p>
<p>Materi yang disampaikan MKEAI bertujuan agar implementasi pengendalian AMR berjalan optimal. Dengan langkah ini, seluruh pihak bersama-sama berupaya membentuk apoteker Indonesia yang profesional, beretika, bertanggung jawab, serta menjaga kehormatan dan martabat profesi.</p>
<p>Kedepan, IAI PD Kaltim bersama MKEAI, Balai Besar POM, dan sejawat apoteker sebagai ujung tombak pengawasan serta pengendalian AMR diharapkan mampu menghadirkan peta jalan yang jelas dalam menanamkan nilai-nilai etika profesi di masa depan.</p>
<p>Sebagai penutup, BIMTEK ini menghasilkan kesepakatan yang mewajibkan seluruh apoteker penanggung jawab untuk melakukan audit internal secara berkala terhadap pengelolaan obat, khususnya antibiotik, di jejaring sarana masing-masing. Balai Besar POM bersama organisasi profesi juga akan mengintensifkan pengawasan terpadu serta memberikan sanksi tegas bagi sarana yang melanggar aturan penyerahan obat keras di Kota Samarinda.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/peran-mkeai-pd-iai-kaltim-dalam-penerapan-kode-etik-terhadap-tantangan-dan-prospek-masa-depan-dampak-resistensi-antimikroba-amr-dalam-pengelolaan-obat-di-sarana-kefarmasian-kota-samarinda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bangun Jiwa Entrepreneur, Kabinet Arunika Asa Himafarsi FK Unila Sukses Gelar Seminar Kewirausahaan “IGNITE”</title>
		<link>https://iainews.net/himafarsi-bangun-jiwa-entrepreneur-kabinet-arunika-asa-himafarsi-fk-unila-sukses-gelar-seminar-kewirausahaan-ignite/</link>
					<comments>https://iainews.net/himafarsi-bangun-jiwa-entrepreneur-kabinet-arunika-asa-himafarsi-fk-unila-sukses-gelar-seminar-kewirausahaan-ignite/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Busman Nur, S.Farm]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2026 03:24:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[#ppiai #FIP #apoteker #apotekerindonesia #apotekermudaindonesia #pharmacist #WorldPharmacistDay2026 #WPD2026#RaisingCommunityAwareness]]></category>
		<category><![CDATA[Kongres IAI Medan]]></category>
		<category><![CDATA[pdiailampung]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Lampung (Unila)]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=15290</guid>

					<description><![CDATA[BANDAR LAMPUNG, IAI News — Himpunan Mahasiswa Farmasi (Himafarsi) Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (FK Unila)...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>BANDAR LAMPUNG, IAI News </em></strong>— Himpunan Mahasiswa Farmasi (Himafarsi) Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (FK Unila) di bawah kepengurusan Kabinet Arunika Asa sukses menggelar seminar kewirausahaan bertajuk “IGNITE” (Inspiring Growth, Networking, Innovation, and Transformative Entrepreneurship) pada Sabtu (16/5/2026), bertempat di Gedung G Lantai  1 FK Unila.</p>
<p>Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis Himafarsi dalam mendorong pengembangan kapasitas mahasiswa, khususnya dalam membangun pola pikir kewirausahaan yang adaptif, kreatif, dan inovatif di tengah dinamika dunia kerja yang terus berkembang.</p>
<p>Acara dibuka secara resmi oleh Dosen Pembina Himafarsi Unila, apt. Dwi Ismayati, M.Clin.Pharm. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya mahasiswa farmasi untuk tidak hanya menguasai kompetensi klinis, tetapi juga memiliki wawasan bisnis yang luas di era transformasi saat ini. Turut hadir dalam kegiatan tersebut dosen pembina lainnya, apt. Yulianasari Pulungan, M.Clin.Pharm.</p>
<p>Dukungan institusi juga tampak melalui kehadiran perwakilan dekan dari Bagian Kepegawaian sebagai representasi resmi Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FK Unila. Kehadiran tersebut menjadi bentuk komitmen fakultas dalam mendukung pengembangan hard skill maupun soft skill mahasiswa.</p>
<p>Seminar yang menyasar mahasiswa farmasi sebagai peserta utama ini menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang kewirausahaan farmasi, yaitu apt. Made Ayu Wardina, S.Farm.</p>
<p>Dalam sesi pemaparan materi, narasumber mengulas berbagai strategi membangun usaha, mulai dari pembentukan <em>entrepreneurial mindset</em>, pengenalan jenis-jenis usaha, hingga penggunaan perangkat Business Model Canvas (BMC) sebagai alat untuk merancang model bisnis secara sistematis dan terstruktur. Selain aspek teknis bisnis, ia juga menekankan pentingnya kepemimpinan (leadership) sebagai faktor kunci dalam keberhasilan sebuah unit usaha farmasi.</p>
<p>“Menjadi seorang <em>pharmapreneur</em> bukan sekadar mencari keuntungan, melainkan bagaimana kita mampu melihat peluang sekaligus menghadirkan solusi bagi kebutuhan kesehatan masyarakat. Dengan tools seperti Business Model Canvas, mahasiswa dapat memetakan ide bisnis secara lebih terstruktur, rasional, dan siap bersaing di era digital,” jelas apt. Made Ayu Wardina, yang juga merupakan Apoteker Penanggung Jawab sekaligus Pemilik Sarana Apotek Ayu.</p>
<figure id="attachment_15293" aria-describedby="caption-attachment-15293" style="width: 1074px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="847a87" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #847a87;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-15293 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/06/himafarsi-2.jpg" alt="" width="1074" height="718" /><figcaption id="caption-attachment-15293" class="wp-caption-text">Foto Pemberian Sertifikat kepada Narasumber.</figcaption></figure>
<p>Ketua Pelaksana, Rani Hasanah Putri, menyampaikan bahwa pemilihan tema IGNITE bertujuan untuk menyalakan semangat inovasi, kolaborasi, dan pertumbuhan di kalangan mahasiswa. Hal senada disampaikan oleh Daffa Imtiyaaz selaku Ketua Himafarsi serta Siska Endah Tri Utami sebagai Wakil Ketua, yang menegaskan bahwa melalui kepengurusan Kabinet Arunika Asa, Himafarsi berkomitmen menjadi wadah yang progresif dan fungsional bagi mahasiswa farmasi.</p>
<p>Acara yang berlangsung hingga siang hari ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif yang disambut antusias oleh peserta. Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif peserta, panitia juga menyiapkan berbagai doorprize menarik bagi peserta yang aktif berdiskusi. Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan plakat penghargaan kepada narasumber.</p>
<p>Melalui seminar ini, mahasiswa farmasi FK Unila diharapkan semakin terinspirasi untuk membangun pola pikir kreatif dan inovatif dalam dunia kewirausahaan. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi bekal nyata bagi mahasiswa agar siap menghadapi tantangan global, mandiri secara ekonomi, serta mampu mengintegrasikan ilmu kefarmasian dengan dunia kerja dan pharmapreneurship di masa depan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/himafarsi-bangun-jiwa-entrepreneur-kabinet-arunika-asa-himafarsi-fk-unila-sukses-gelar-seminar-kewirausahaan-ignite/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cegah Salah Obat, Dosen FK Unila Edukasi Warga Posyandu As-Syifa Kenali Simbol Kemasan Obat</title>
		<link>https://iainews.net/cegah-salah-obat-dosen-fk-unila-edukasi-warga-posyandu-as-syifa-kenali-simbol-kemasan-obat/</link>
					<comments>https://iainews.net/cegah-salah-obat-dosen-fk-unila-edukasi-warga-posyandu-as-syifa-kenali-simbol-kemasan-obat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Busman Nur, S.Farm]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2026 02:16:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[#ppiai #FIP #apoteker #apotekerindonesia #apotekermudaindonesia #pharmacist #WorldPharmacistDay2026 #WPD2026#RaisingCommunityAwareness]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Kedokteran Unila]]></category>
		<category><![CDATA[pdiailampung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=15280</guid>

					<description><![CDATA[BANDAR LAMPUNG, IAI News — Tim dosen Program Studi Farmasi Universitas Lampung (Unila) yang berkolaborasi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>BANDAR LAMPUNG, IAI News </strong></em>— Tim dosen Program Studi Farmasi Universitas Lampung (Unila) yang berkolaborasi dengan dosen Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (FK Unila) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Posyandu As-Syifa, Bandar Lampung, Senin (11/5/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap keamanan penggunaan obat melalui edukasi tentang simbol pada kemasan obat.</p>
<p>Sasaran utama kegiatan ini adalah para ibu rumah tangga, dengan harapan mereka lebih cermat dalam mengenali golongan obat sebelum dikonsumsi. Edukasi ini dinilai penting mengingat masih banyak masyarakat yang menggunakan obat tanpa memahami kategori maupun risiko penggunaannya.</p>
<p>Dalam pemaparannya, tim dosen menekankan bahwa kebiasaan membaca label sebelum mengonsumsi obat merupakan langkah penting dalam menjaga keselamatan pasien (<em>patient safety</em>). Masyarakat dibekali pengetahuan mengenai arti simbol lingkaran warna pada kemasan obat yang sering dijumpai sehari-hari.</p>
<p>Salah satu isu krusial yang disoroti adalah kebiasaan masyarakat membeli obat hanya berdasarkan rekomendasi orang sekitar tanpa mempertimbangkan risiko medis yang mungkin timbul.</p>
<figure id="attachment_15282" aria-describedby="caption-attachment-15282" style="width: 704px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="d6c2c6" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #d6c2c6;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-15282 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/06/UNILA-2.png" alt="" width="704" height="498" /><figcaption id="caption-attachment-15282" class="wp-caption-text">Dokumentasi: leaflet edukasi golongan obat</figcaption></figure>
<p>Pada sesi edukasi, peserta dikenalkan dengan tiga simbol utama pada kemasan obat:</p>
<p>• Lingkaran Hijau (Obat Bebas)<br />
Merupakan kategori obat yang relatif aman dan dapat dibeli bebas di apotek maupun toko obat tanpa resep dokter.</p>
<p>• Lingkaran Biru (Obat Bebas Terbatas)<br />
Obat ini termasuk golongan yang memerlukan perhatian khusus meskipun masih dapat dibeli tanpa resep dalam jumlah tertentu. Obat dengan simbol ini selalu disertai peringatan khusus (P. No. 1 hingga P. No. 6), misalnya “Hanya untuk bagian luar badan”.</p>
<p>• Lingkaran Merah dengan Huruf “K” (Obat Keras)<br />
Obat ini tidak boleh digunakan secara sembarangan dan harus berada di bawah pengawasan tenaga medis karena berisiko menimbulkan efek berbahaya apabila dosisnya tidak tepat. Contohnya adalah antibiotik dan obat hipertensi.</p>
<p>Selain obat modern, masyarakat juga diajak untuk lebih kritis dalam memilih produk herbal. Tim dosen menjelaskan bahwa tidak semua produk berbahan alami memiliki tingkat pembuktian ilmiah yang sama. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami klasifikasi obat herbal yang beredar di pasaran.</p>
<p>Jenis obat herbal yang diperkenalkan meliputi:</p>
<p>• Jamu<br />
Keamanan dan khasiatnya didasarkan pada data empiris atau pengalaman penggunaan secara turun-temurun. Umumnya ditandai dengan logo pohon berwarna hijau.</p>
<p>• Obat Herbal Terstandar (OHT)<br />
Merupakan tingkat lanjutan dari jamu, di mana bahan bakunya telah distandarisasi dan melalui uji praklinis (uji pada hewan). Logonya berupa tiga pasang jari-jari daun.</p>
<p>• Fitofarmaka<br />
Ini merupakan kategori tertinggi dalam klasifikasi obat herbal. Produk fitofarmaka telah melalui uji klinis pada manusia, sehingga khasiatnya memiliki dasar ilmiah yang kuat dan setara dengan obat modern. Logonya menyerupai kristal salju berwarna hijau.</p>
<p>“Sering kali masyarakat membeli obat hanya berdasarkan rekomendasi tetangga tanpa melihat logo pada kemasan. Padahal, logo tersebut merupakan petunjuk penting terkait keamanan penggunaan obat,” ujar apt. Syaripah Ulandari, M.Farm., dosen farmasi FK Unila di sela kegiatan.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa obat dengan simbol lingkaran biru memiliki enam jenis peringatan khusus yang wajib diperhatikan agar penggunaannya tetap aman dan tidak menimbulkan efek samping berbahaya.</p>
<p>Edukasi ini memberikan perspektif baru bagi warga. Salah seorang peserta, Ibu Sumiati, mengaku baru memahami makna simbol pada kemasan obat yang selama ini sering diabaikan.</p>
<p>“Jujur, saya baru tahu kalau lingkaran merah berarti obat keras dan harus menggunakan resep dokter. Biasanya kalau sakit kepala atau pegal, saya langsung membeli obat di warung. Sekarang saya jadi lebih berhati-hati sebelum minum obat,” ungkapnya.</p>
<p>Kegiatan yang didukung dengan media leaflet informatif ini mendapat respons positif dari masyarakat sekitar Posyandu As-Syifa. Melalui edukasi ini, FK Unila berharap masyarakat dapat menjadi konsumen yang lebih kritis, cerdas, dan bijak dalam menggunakan obat.</p>
<p>Dalam jangka panjang, program pengabdian ini diharapkan mampu menekan angka penyalahgunaan obat keras tanpa resep serta meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap legalitas dan standar keamanan obat herbal yang beredar di pasaran.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/cegah-salah-obat-dosen-fk-unila-edukasi-warga-posyandu-as-syifa-kenali-simbol-kemasan-obat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kombinasi Jiwa Apoteker dan Sinergi Bisnis : Dr. apt. Ainun Jariah Kembali Nahkodai IWAPI Sulsel</title>
		<link>https://iainews.net/kombinasi-jiwa-apoteker-dan-sinergi-bisnis-dr-apt-ainun-jariah-kembali-nahkodai-iwapi-sulsel/</link>
					<comments>https://iainews.net/kombinasi-jiwa-apoteker-dan-sinergi-bisnis-dr-apt-ainun-jariah-kembali-nahkodai-iwapi-sulsel/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Busman Nur, S.Farm]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2026 01:51:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[#pdiaisulsel]]></category>
		<category><![CDATA[IWAPI SULSEL]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=15271</guid>

					<description><![CDATA[MAKASSAR, IAI News — Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Sulawesi Selatan resmi memiliki nahkoda untuk...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>MAKASSAR, IAI News</strong> </em>— Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Sulawesi Selatan resmi memiliki nahkoda untuk masa bakti 2026–2031. Melalui gelaran Musyawarah Daerah (MUSDA) VI yang berlangsung khidmat di Hotel Horison Ultima, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Makassar, Dr. apt. Hj. Ainun Jariah, S.Farm., M.Kes. kembali terpilih secara sah untuk memimpin DPD IWAPI Sulawesi Selatan. (20/6)</p>
<p>Terpilihnya kembali Dr. apt. Ainun Jariah—yang juga dikenal sebagai Ketua Himpunan Seminat Apoteker Kosmetik (HIASKOS) PD IAI Sulawesi Selatan—bukanlah tanpa alasan. Pada periode kepemimpinan sebelumnya, beliau dinilai berhasil memberikan kontribusi nyata serta menunjukkan rekam jejak kepemimpinan yang solid dalam memajukan organisasi dan memberdayakan perempuan pelaku usaha di berbagai sektor di Sulawesi Selatan.</p>
<figure id="attachment_15274" aria-describedby="caption-attachment-15274" style="width: 909px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="747171" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #747171;" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-15274 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/06/IWAPI-26-2.jpg" alt="" width="909" height="487" /><figcaption id="caption-attachment-15274" class="wp-caption-text">Foto bersama Ketua DPP IWAPI Ir. Nita Yudi beserta DPD IWAPI SULSEL.</figcaption></figure>
<p>Pengalaman yang matang serta dedikasi yang konsisten menjadikan Dr. apt. Ainun sebagai figur yang dipercaya mampu melanjutkan berbagai program strategis yang telah berjalan baik. Melalui amanah kedua ini, para pengurus dan anggota IWAPI Sulsel menaruh harapan besar agar organisasi semakin kuat dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.</p>
<p>Selain aktif dalam organisasi, kekuatan utama Dr. apt. Ainun juga terletak pada latar belakang keilmuannya sebagai seorang apoteker sekaligus entrepreneur (<em>pharmacist-entrepreneur</em>). Perpaduan antara ketelitian sains dan ketajaman bisnis ini menjadi modal strategis yang diyakini mampu membawa inovasi baru dalam pengembangan dunia usaha perempuan di Sulawesi Selatan.</p>
<p>Dalam sambutannya usai terpilih, Dr. apt. Ainun Jariah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya. Ia berkomitmen untuk terus merangkul seluruh elemen pengusaha perempuan agar semakin berdaya saing, tangguh, inovatif, dan mampu bertransformasi secara digital di tengah tantangan ekonomi global yang terus berkembang.</p>
<h3>Keterkaitan Ilmu Apoteker dengan Jiwa Entrepreneur</h3>
<p>Terpilihnya Dr. apt. Hj. Ainun Jariah sebagai Ketua DPD IWAPI Sulsel juga tidak terlepas dari latar belakang keilmuannya di bidang kefarmasian. Profesi apoteker modern saat ini tidak hanya menuntut kompetensi klinis, tetapi juga menanamkan konsep Pharmaceutical Entrepreneurship atau kewirausahaan farmasi.</p>
<p>Beberapa kompetensi kefarmasian yang relevan dengan keberhasilan beliau dalam memimpin organisasi pengusaha antara lain:</p>
<p>1. Manajemen Mutu dan Regulasi yang Ketat<br />
Dalam dunia farmasi, khususnya kosmetik, seorang apoteker dituntut memahami regulasi ketat seperti standar BPOM dan CPKB (Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik). Pemahaman ini membentuk ketelitian tinggi dalam tata kelola, penyusunan program kerja yang akuntabel, serta kemampuan membimbing UMKM perempuan agar produknya legal dan memenuhi standar nasional.</p>
<p>2. Kemampuan Manajerial dan Pengelolaan Bisnis<br />
Kurikulum farmasi modern juga membekali apoteker dengan ilmu manajemen, termasuk pengelolaan inventaris, analisis biaya, hingga distribusi produk. Kompetensi ini sangat selaras dengan kebutuhan IWAPI dalam membantu anggotanya memperluas pasar serta memperkuat manajemen usaha dan keuangan.</p>
<p>3. Problem Solving dan Orientasi Pelayanan<br />
Sebagai tenaga kesehatan, apoteker dibentuk untuk memiliki empati tinggi dan pendekatan berbasis solusi. Dalam konteks organisasi, kemampuan ini tercermin dalam gaya kepemimpinan yang mengayomi, responsif terhadap kebutuhan anggota, serta mampu membangun jejaring kuat dengan pemerintah maupun sektor swasta.</p>
<p>Kombinasi antara scientific background sebagai apoteker kosmetik dan kemampuan membaca dinamika bisnis makro menjadikan Dr. apt. Ainun Jariah sebagai figur teladan bagi IWAPI Sulawesi Selatan—seorang pemimpin yang tidak hanya unggul dalam dunia usaha, tetapi juga menjadikan ilmu pengetahuan sebagai fondasi kepemimpinannya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/kombinasi-jiwa-apoteker-dan-sinergi-bisnis-dr-apt-ainun-jariah-kembali-nahkodai-iwapi-sulsel/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
