Site icon IAI NEWS

‘Ayo Kenali & Obati TBC Hingga Sembuh’, Partisipasi Apoteker Penyuluh TB di ‘Gass Poll’ Sulsel

MAKASSAR, IAINews – Melakukan penyuluhan ‘Ayo Kenali & Obati TBC Hingga Sembuh’, Apoteker Penyuluh TB PD IAI Sulawesi Selatan bergabung dalam kegiatan ‘Gas Poll’ oleh Pemprov dan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan.

Acara dengan tema ‘Gerakan Akselerasi Sulsel Percepatan Eliminasi Tuberkulosis’ dilaksanakan pada Minggu, 9 November 2025 mulai jam 06.00 WITA di  lokasi Car Free Day Universitas Hasanuddin.

Apoteker Penyuluh Tuberkulosis PD IAI Sulsel ambil peran dalam kegiatan ini, turut hadir ketua PD IAI Sulsel, apt Andi Alfian.,S.Si.,M.Si dan jajarannya.

Penyuluhan apoteker penyuluh TB melakukan edukasi ‘Ayo Kenali & Obati TBC hingga Sembuh’, dengan membagikan brosur dan memberikan penjelasan seputar gejala, pencegahan, mengobati TBC secara tuntas.

Apa itu TBC

TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Umumnya menyerang paru-paru, tapi juga bisa menyerang tulang, otak, dan organ lain.

Segera Periksakan diri jika mengalami batuk lebih dari 2 minggu, demam terutama malam hari, berat badan menurun, dan berkeringat dimalam hari.

TBC dapat dicegah dengan  vaksin BCG pada bayi, gunakan masker jika berada ditempat ramai, tutup mulut pada batuk dan bersin, jangan meludah sembarangan dan mendapatkan terapi pencegahan TB (TPT).

Pengobatan TB umumnya melibatkan kombinasi beberapa obat (terapi kombinasi) untuk mencegah resistensi obat dan memastikan eliminasi bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Obat Lini Pertama (First-Line Drugs)

Obat-obat ini membentuk inti dari rejimen pengobatan TB standar dan sangat efektif melawan bakteri yang sensitif terhadap obat.

Isoniazid (INH)

Rifampicin (RIF)

Pyrazinamide (PZA)

Ethambutol (EMB)

Obat Lini Kedua (Second-Line Drugs)

Obat-obat ini digunakan terutama untuk mengobati TB yang Resisten terhadap Obat (seperti Multi-Drug Resistant TB atau MDR-TB, yang resisten terhadap Isoniazid dan Rifampicin) atau ketika pasien tidak dapat mentoleransi obat lini pertama karena efek samping.

Pengobatan TB aktif yang sensitif terhadap obat biasanya dibagi menjadi dua fase dan berlangsung setidaknya selama 6 bulan:

  1. Fase Intensif (2 Bulan): Kombinasi 4 obat (Isoniazid, Rifampicin, Pyrazinamide, dan Ethambutol – disingkat HRZE).
  2. Fase Lanjutan (4 Bulan): Kombinasi 2 obat (Isoniazid dan Rifampicin – disingkat HR).

Kunci keberhasilan pengobatan TB adalah kepatuhan pasien dalam meminum obat setiap hari sesuai jadwal selama durasi penuh.

Metode DOTS (Directly Observed Treatment, Short-course) direkomendasikan untuk memastikan pasien menelan obat mereka di bawah pengawasan tenaga kesehatan.

Pengobatan Tuberkulosis (TB) harus tuntas

Tiga alasan utama yang saling berkaitan yaitu mencegah resistensi obat, memastikan kesembuhan total, dan menghentikan penularan.

Mencegah Resistensi Obat

Ini adalah alasan paling kritis. Obat TB (terutama Isoniazid dan Rifampicin) membunuh sebagian besar bakteri Mycobacterium tuberculosis dengan cepat.

Namun, selalu ada sejumlah kecil bakteri yang berada dalam kondisi semi-dormant atau berada di tempat yang sulit dijangkau oleh obat (seperti di dalam jaringan paru-paru).

Bakteri yang tersisa inilah yang menyebabkan terjadinya resistensi, bila tidak diobati dengan tuntas.

Memastikan Kesembuhan Total dan Mencegah Kekambuhan

Menghentikan Penularan di Masyarakat

Ditemui usai kegiatan, Ketua Apoteker Penyuluh TB PD IAI Sulsel, Dr apt. Saparuddin Latu, S.Si, M.Kes mengungkapkan eksistensi apoteker dalam melakukan edukasi TB.

“Melalui kegiatan ini apoteker penyuluh dapat menunjukkan perannya dan eksistensinya kepada masyarakat dalam melakukan edukasi TB dan bersinergi bersama Pemerintah Provinsi dan kota Makassar dalam mensukseskan zero TB,”  tutup apt. Saparuddin Latu.***

Exit mobile version