BANGKOK, IAINews – Apt Gde Yulian, anggota ATB PP IAI yang juga dosen Fakultas Farmasi UGM mempresentasikan abstrak berjudul “Field Report: Pharmacist Association Role in the Management of n-EMTCC Medical Logistic During Cianjur Earthquake” di ASEAN Academic Conference on Disaster Health Management di Bangkok, Thailand.
Abstrak yang disampaikan apt Gde Yulian membahas mengena bagaimana kolaborasi antara Dinas KesehatanCianjur dengan Apoteker Tanggap Bencana Pengurus Daerah Ikatan Apoteker
Indonesia (ATB PD IAI) Jawa Barat dalam pengelolaan obat dalan kondisi bencana saat terjadinya bencana gempa bumi di Cianjur beberapa waktu lalu.
Apt Gde Yulian juga membahas bagaimana logistik bencana dalam lingkup Health emergency Operation Center (HEOC) dan Emergendy Medical team Coordinaation Cell (EMT-CC) sejalan dan menjadi best practice dalam penanggulangan bencana.
Gde Yulian menambahkan bahwa pengalaman IAI dan organisasi sayap-nya seperti ATB (Apoteker Tanggap Bencana) yang sangat berharga dalam situasi bencana ini menjadi salah satu masukan untuk penyusunan Pedoman Nasional Penanggulangan Krisis pada tahun 2023.
Pedoman tersebut dapat diakses di laman Kemenkes https://pusatkrisis.kemkes.go.id/pedoman-nasional-penanggulangan-krisis-kesehatan
Sebagaimana diketahui ASEAN berkomitmen untuk memperkuat manajemen kesehatan bencana di kawasan ini melalui Deklarasi ASEAN tentang Manajemen Bencana Kesehatan (the ASEAN Leaders’ Declaration on Disaster Health Management/ALD-DHM).
Salah satu prioritasnya adalah membangun mekanisme kolaborasi untuk penguatan kapasitas dalam manajemen kesehatan bencana di tingkat nasional Negara-negara anggota ASEAN.
Prioritas tersebut mencakup kegiatan jejaring akademik untuk melakukan penelitian dan mengambil pelajaran dari pengalaman bencana di berbagai negara.
AAC on DHM (ASEAN Academic Conference on Disaster Health management) adalah Konferensi Regional tentang Manajemen Bencana Kesehatan yang diselenggarakan setiap dua tahun.
Setelah sukses diselenggarakan pada 2023 di Yogyakarta, tahun ini Thailand bekesempatan menjadi tuan rumah AAC yang ketiga.
Konferensi yang diselenggarakan pada 18 – 20 November tersebut menampilkan pencapaian yang dihasilkan dari satu dekade pengembangan dan upaya ASEAN dalam Penguatan Kapasitas Regional dalam Manajemen Bencana Kesehatan (ASEAN Regional Capacity on Disaster Health Management/ ARCH), yang dijadwalkan berakhir pada tahun 2026.
Bertempat di Jubilee Prestige Hotel Ratchadapisek, Bangkok-Thailand, Salah satu topic yang dipresentasikan dalam konferensi ini adalah Perubahan Iklim dan Logistik dalam Meningkatkan Ketangguhan Manajemen Bencana Kesehatan.
Konferensi ketiga kali ini mengambil tema Building the Disaster Health Management for a Resilient ASEAN.***
