Informasi
Hubungi Redaksi IAINews melalui email : humas@iai.id
Floating Left Ads
Floating Right Ads
banner 950x90

ATB Datang Saat Harapan Hampir Padam, Warga Desa Salahaji Menangis Terharu

Penulis: apt. Busman NurEditor: Busman Nur
banner 120x600
banner 468x60

Desa Salahaji kerap dianggap tidak terdampak parah. Namun kenyataan di lapangan berkata lain. Dari enam dusun yang ada, hampir semuanya terendam air, dengan Dusun V Air Putih menjadi wilayah yang paling parah merasakan terjangan banjir.

“Kami seperti terlupakan,” ucap Sekretaris Desa Salahaji, Puput, dengan suara bergetar. Ia menuturkan bahwa pasca banjir, desanya terisolasi. Jalan rusak membuat akses terputus, sementara Kuala Simpang sumber utama bahan pangan, lumpuh total akibat banjir. Perlahan, dapur-dapur warga kehabisan bahan makanan.

Iklan ×
Banyak warga yang antrian untuk mendapatkan obat

Beberapa bantuan sembako memang sempat datang. Namun, bagi warga, sakit yang mulai dirasakan tak kalah menyiksa. Anak-anak mengalami demam dan gatal-gatal, para lansia mengeluh lemah, sementara ibu-ibu bertahan dengan tubuh yang terus dipaksa kuat.

“Baru kali ini ada relawan yang datang untuk mengobati kami,” ujar Puput, sembari menahan air mata. Kehadiran ATB bukan hanya membawa pelayanan kesehatan, tetapi juga paket sembako dan makanan cepat saji dibagikan satu per satu, dengan tangan yang tulus.

Pelayanan kesehatan TIM ATB di Desa Salahaji Kec. Pematangjaya Kab. Langkat Prov. Sumatera Utara

Ratusan warga berbondong-bondong mendatangi lokasi pelayanan. Antrean panjang tak terelakkan. Para relawan ATB bekerja tanpa jeda, meski kelelahan terlihat jelas, namun tak satu pun keluhan terdengar.

Koordinator ATB di lokasi, Apt. Bagus, mengaku terharu melihat antusiasme warga. “Ini desa yang terdampak, hanya saja tidak terlihat dari jalan besar. Ketika kami datang, ternyata kebutuhan mereka sangat besar,” ujarnya lirih.

Ia menambahkan, kewalahan melayani warga justru menjadi pengingat mengapa para relawan memilih hadir. “Di saat seperti ini, kami merasa keberadaan kami benar-benar berarti,” katanya.

Seorang anak yang diberikan bantuan oleh Tim ATB berupa obat gatal dan minyak telon

Di akhir kegiatan, Apt. Bagus menyampaikan pesan penuh harap. Ia mengajak para relawan kemanusiaan untuk tidak hanya berhenti di pusat kota dan jalan poros. “Masih banyak desa-desa yang sunyi, terisolir, dan menunggu untuk didengar. Salahaji adalah salah satunya,” tutupnya.

Di Desa Salahaji, hari itu bukan hanya obat yang dibagikan. Ada harapan yang kembali menyala perlahan namun nyata. (TMN)

banner 325x300
```

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 950x90