ACEH IAINews — Di tengah sisa-sisa kelelahan pascabencana, upaya pemulihan terus berjalan pelan namun pasti. Jumat, 26 Desember 2025, Relawan Apoteker Tanggap Bencana (ATB) melakukan kegiatan pembenahan donasi obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) di Instalasi Farmasi RSUD Aceh Tamiang, sebagai langkah penting menjaga mutu pelayanan kesehatan.
Kegiatan ini dilakukan menyusul kondisi logistik bantuan yang sebelumnya masih menumpuk di ruang IGD, bercampur dan saling tumpang tindih. ATB menilai, situasi tersebut berisiko tinggi menyebabkan kerusakan obat, kehilangan stok, serta keterlambatan pelayanan apabila terjadi permintaan mendesak dari pasien.
Koordinator Tim ATB asal Sulawesi Selatan apt. Sri Muntani menyampaikan bahwa saat ini Instalasi Farmasi RSUD Tamiang sudah dapat difungsikan, sehingga pihaknya menyarankan kepada Kepala Instalasi Farmasi agar seluruh logistik bantuan dipindahkan ke ruang farmasi. Penataan di satu lokasi dinilai akan membuat obat lebih terlindungi, mudah dicari, dan terdata dengan baik.
“Kondisi obat yang tidak teratur dan bertumpuk sangat rawan rusak. Jika tidak segera dibenahi, pelayanan kesehatan bisa terganggu,” tegas apt. Sri Muntani.

Namun di balik upaya tersebut, keterbatasan masih menjadi kenyataan pahit. Kepala Instalasi Farmasi RSUD Tamiang mengungkapkan bahwa pihaknya baru mampu memindahkan logistik dari IGD ke Instalasi Farmasi, namun belum dapat melakukan pembenahan secara menyeluruh.
“Tenaga farmasi kami sangat terbatas, dan hampir semuanya juga merupakan korban bencana,” ujarnya dengan nada lirih.
Kegiatan ini melibatkan Kepala Instalasi Farmasi RSUD Aceh Tamiang, Relawan ATB, serta apt. Nur Jannah Harahap dan apt. Dinda Mutia Bahari sebagai Relawan Aceh yang turut mendampingi dan memberikan masukan teknis.
Langkah ATB ini menjadi bukti bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya tentang bangunan dan fisik, tetapi juga tentang menjaga sistem kesehatan agar tetap berjalan dengan aman dan bermartabat. Di tengah keterbatasan tenaga dan luka yang belum sepenuhnya sembuh, kolaborasi dan kepedulian menjadi kunci agar harapan tetap menyala di RSUD Aceh Tamiang. (TMN)













