Site icon IAI NEWS

Apoteker Tanggap Bencana Distribusikan Logistik untuk Korban Tanah Longsor Situkung.

BANJARNEGARA, IAINews — Bencana tanah longsor yang terjadi hari Minggu 16 Nopember 2025 di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara terus menyisakan duka mendalam bagi masyarakat.

Hingga 21 Nopember 2025, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui BPBD melaporkan sebanyak1.019 jiwa mengungsi dan tersebar di 5 titik pengungsian resmi.

Hingga berita diturunkan, dilaporkan 12 korban ditemukan meninggal dunia dan 18 orang masih dalam pencarian.

Tim SAR gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, PMI, dan relawan terus melakukan pencarian meski cuaca tidak menentu dan kondisi lahan sangat labil. Potensi longsor susulan menjadi tantangan terbesar dalam operasi penyelamatan.

Di lokasi pengungsian, kebutuhan dasar seperti: Hygiene Kit, selimut, bantal & matras, makanan anak, susu formula, air bersih, cairan antiseptic,pembalut, pendampingan social, kantong sampah masih menjadi prioritas tertinggi.

Untuk itu Apoteker Tanggap Bencana PC IAI Banjarnegara mendistribusikan bantuan berupa 250 paket hygiene kit pada hari Kamis, 20 Nopember 2025. Bantuan di terima di Gudang Logistik BPBD yang di tempatkan di GOR SMP 1 Pandanarum.

Di tengah besarnya solidaritas masyarakat, BPBD menegaskan bahwa bantuan pakaian bekas layak pakai sementara tidak diterima di pos pengungsian.

Edukasi ke masyarakat tentang bantuan pakaian ini perlu digencarkan karena bantuan bentuk pakaian pantas pakai di lapangan memberikan pengalaman bahwa pakaian bekas sering tidak sesuai kebutuhan, tidak terpilah, dan menumpuk sebagai “sampah bencana”.

Menyortir pakaian menyita waktu relawan dan mengganggu distribusi bantuan yang lebih urgent.

Dan yang lebih sensitive adalah isu martabat para penyintas, dimana pengungsi lebih membutuhkan barang-barang yang menjamin keamanan, kesehatan, dan kenyamanan hidup dasar.

Pemerintah daerah mendorong donatur untuk mengalihkan bantuan ke alat tidur, makanan siap konsumsi, serta kebutuhan kebersihan dan kesehatan, yang dampaknya jauh lebih terasa.

Untuk mencegah duplikasi bantuan dan memastikan distribusi yang merata, BPBD Banjarnegara menekankan bahwa seluruh bantuan harus dikirimkan melalui Gudang Logistik BPBD Banjarnegara.

Kebijakan ini agar setiap barang tercatat dan dilaporkan secara resmi sehingga mendapatkan data yang akuntabel, memudahkan dalam distribusi yang tepat sasaran, mencegah penumpukan dan kesenjangan serta meminimalkan adanya kerumununan yang dapat menghambat operasi pencarian dan berpotensi menimbulkan resiko keselamatan.

Dengan sistem terpusat, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap rupiah dan setiap paket bantuan benar-benar sampai dan bermanfaat bagi para penyintas.

Semoga proses pencarian korban dapat segera diselesaikan dan para pengungsi mendapatkan kekuatan serta perlindungan.

Exit mobile version