Kalimantan Selatan, IAINews – Apoteker Kalimantan Selatan menggelar aksi peduli kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan membagikan 2.360 paket masker dan multivitamin kepada masyarakat. Kegiatan yang melibatkan 141 apoteker ini merupakan bentuk kepedulian dan kontribusi nyata profesi apoteker dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap.
Kabut asap yang semakin meluas menyebabkan jarak pandang terbatas dan mengganggu aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan, termasuk menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap dan mencegah gangguan pernapasan.
Dampak kabut asap juga semakin dirasakan masyarakat Kalimantan Selatan. Gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dilaporkan semakin meningkat dari hari ke hari. Selain berdampak terhadap kesehatan, kondisi ini turut mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari kegiatan di rumah, kantor, pasar, sekolah, hingga berbagai tempat umum lainnya.
Perjalanan menuju tempat kerja pun harus dilakukan dengan ekstra hati-hati karena jarak pandang hanya beberapa meter. Kabut asap menyelimuti lingkungan sekitar sehingga masyarakat seolah berada di tengah kepungan asap dari berbagai arah.
Menghadapi kondisi tersebut, Aksi Tanggap Bencana (ATB) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Daerah Kalimantan Selatan mengambil langkah nyata melalui kegiatan pembagian masker dan multivitamin kepada masyarakat.
Aksi peduli tersebut dilaksanakan di dua titik, yakni kawasan Gambut, tepatnya di depan Apotek Khanza, serta kawasan Landasan Ulin, tepatnya di depan Apotek Kimia Farma. Sebanyak 2.360 paket masker dan multivitamin dibagikan kepada masyarakat di kedua lokasi tersebut.
Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Sejumlah pengguna jalan secara sukarela menepikan sepeda motor maupun mobil ketika melintasi lokasi aksi untuk menerima paket yang dibagikan para apoteker.
Para apoteker turun langsung ke ruas jalan untuk menjangkau masyarakat. Mereka membagikan paket masker dan multivitamin kepada para pengguna jalan yang melintas. Kegiatan tersebut juga didokumentasikan sebagai bagian dari pelaporan aktivitas pengabdian masyarakat untuk memperoleh Satuan Kredit Profesi (SKP).
Ketua Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Kalimantan Selatan, apt. Muhammad Reza Pahlevi, M.Farm., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian apoteker terhadap masyarakat dan lingkungan di tengah bencana kebakaran hutan dan lahan.
“Di Landasan Ulin ada 40 apoteker dan di Gambut ada 101 apoteker. Ini adalah salah satu kepedulian apoteker terhadap masyarakat dan lingkungan dengan adanya cobaan kebakaran dan lahan serta aksi ini menjadi bukti nyata kontribusi apoteker untuk masyarakat di Kalimantan Selatan,” tutur Muhammad Reza Pahlevi.
Secara keseluruhan, kegiatan ini melibatkan 141 apoteker yang tersebar di dua titik pelaksanaan. Kehadiran para apoteker di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya profesi dalam memberikan kontribusi, khususnya ketika masyarakat menghadapi persoalan kesehatan akibat kondisi lingkungan.
Aksi peduli kabut asap ini juga mendapat dukungan dari Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan. Selain itu, kegiatan tersebut disponsori oleh PT Sehat Bersama Sejahtera, Kimia Farma, dan Apotek Khanza.
Salah satu peserta aksi, apt. Rachmawati, M.Klin.Farm., yang berpraktik di RSUD Ulin Banjarmasin, menyampaikan bahwa pembagian masker dan multivitamin memberikan manfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi dampak karhutla.
“Pembagian masker cukup efektif. Masyarakat jadi merasakan adanya keberadaan apoteker. Mereka mendapatkan masker dan obat-obatan (multivitamin) secara gratis dalam menghadapi dampak karhutla sekarang ini,” ucap Rachmawati.
Melalui kegiatan tersebut, para apoteker Kalimantan Selatan menunjukkan kepedulian terhadap kondisi kesehatan masyarakat yang terdampak kabut asap. Aksi ini sekaligus menjadi bentuk kehadiran organisasi profesi dalam kegiatan sosial dan pengabdian kepada masyarakat.
Sebagaimana pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, “Asap bukan kabut biasa, itu adalah isyarat bahwa hutan dan lahan kita sedang terluka. Mari kita lindungi dan jaga bersama.”

