Apoteker memegang tanggung jawab besar atas keselamatan pasien. Profesi ini merupakan bentuk amanah yang melibatkan nyawa manusia secara langsung. Setiap butir obat yang keluar dari apotek membawa konsekuensi dunia dan akhirat. Allah SWT memberikan peringatan tegas mengenai amanah ini dalam Surah Al-Anfal ayat 27: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” Kesadaran akan pengawasan Tuhan menjadi fondasi utama dalam menjaga akurasi setiap racikan obat.
Ketelitian kerja mencerminkan kualitas iman seorang praktisi kesehatan.
Rasulullah SAW sangat mencintai hamba yang bekerja secara itqan atau profesional dan tuntas. Seorang apoteker muslim tidak akan membiarkan kesalahan kecil terjadi karena ia sadar bahwa setiap tindakan akan dimintai pertanggungjawaban. Hadits Nabi SAW menegaskan bahwa setiap pemimpin adalah penggembala dan setiap penggembala akan ditanya tentang gembalaannya. Apotek merupakan ladang penggembalaan di mana ilmu kefarmasian harus digunakan untuk melindungi keselamatan publik secara total.
Ibnu Al-Quff menjadi teladan dalam integritas penulisan resep dan pelayanan.
Ilmuwan muslim abad ke-13 ini menulis banyak literatur mengenai etika kedokteran dan farmasi yang sangat ketat. Beliau menekankan bahwa keselamatan pasien harus berada di atas kepentingan pribadi atau keuntungan dagang. Apoteker modern wajib mewarisi sifat shiddiq dan amanah yang dicontohkan oleh para pendahulu. Kejujuran dalam menjelaskan efek samping obat merupakan bagian dari akuntabilitas profesional yang tidak boleh ditawar.
Kebenaran harus ditegakkan melalui prosedur yang benar.
Gus Baha dalam satu kajiannya menekankan bahwa niat baik saja tidak cukup tanpa diikuti oleh ketepatan hukum dan aturan. Apoteker tidak boleh hanya berniat menyembuhkan tetapi harus patuh pada standar pelayanan kefarmasian yang berlaku. Jalaluddin Rumi turut memberikan nasihat indah melalui kata-katanya: “Jadilah lampu, atau kapal penyelamat, atau tangga. Bantulah jiwa seseorang untuk sembuh.” Amanah profesi adalah tangga yang membantu pasien naik dari jurang sakit menuju cahaya kesehatan.
Integritas profesi menjamin kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan.
Apoteker yang akuntabel akan selalu melakukan double check terhadap setiap resep yang diterima. Praktik ini bukan sekadar rutinitas teknis melainkan bentuk penghormatan terhadap hak-hak pasien. Akuntabilitas ini merupakan bentuk ketaqwaan nyata yang diimplementasikan di ruang praktik. Penjagaan amanah secara konsisten akan membawa keberkahan bagi diri sendiri, keluarga, dan seluruh bangsa Indonesia.













