Site icon IAI NEWS

Aksi Global Promosi Kesehatan: Mahasiswa Internasional Farmasi UII Kampanyekan Cek KLIK BPOM di Sekolah Menengah Pertama di D.I. Yogyakarta

Mahasiswa Program Internasional Farmasi UII Melakukan Kegiatan Lapangan untuk Mempromosikan Penggunaan Kosmetika Aman

Sleman,

Tampil tenang dan menguasai keadaan adalah salah satu kemampuan yang harus dimiliki calon apoteker dalam melaksanakan edukasi untuk masyarakat

IAINews – Wajah promosi kesehatan di lingkungan sekolah kini tampil dengan nuansa global yang kental. Lapangan SMPN 4 Pakem D.I. Yogyakarta menjadi saksi bagaimana mahasiswa program internasional Jurusan Farmasi Universitas Islam Indonesia (UII) mempraktikkan ilmu komunikasi kesehatan untuk melindungi remaja dari bahaya kosmetik ilegal. Kehadiran para calon apoteker dari berbagai negara ini membuktikan bahwa edukasi kesehatan adalah bahasa universal yang mampu menyatukan perbedaan budaya.

 

Rancang Bangun Program Berbasis Saintifik

Kurikulum mata kuliah Promosi Kesehatan yang diampu oleh Romo Sukir Satrija Djati menjadi landasan utama sebelum mahasiswa terjun ke lapangan. Pemahaman mendalam mengenai komponen, strategi, hingga konteks global promosi kesehatan mutlak diperlukan oleh mahasiswa. Mahasiswa tidak hanya belajar tentang kesehatan secara klinis, tetapi juga mendalami Social Determinants of Health untuk memahami mengapa perilaku tertentu terbentuk di masyarakat.

Inspiratif dan Interakstif merupakan dua hal yang tidak boleh lepas ketika berinteraksi dengan Gen Z

 

Penggunaan The Health Education/Promotion Planning Model menjadi kerangka kerja yang disiplin dalam merancang program ini. Tahapan dimulai dari analisis komunitas hingga penilaian target (targeted assessment) untuk mengidentifikasi kerentanan siswa SMP terhadap tren kecantikan di media sosial. Berbekal data tersebut, mahasiswa merumuskan metode edukasi yang tepat sasaran agar pesan kesehatan dapat diterima dan memicu perubahan perilaku yang berkelanjutan.

Narasi Storytelling dalam Keragaman Budaya

Teknik penyampaian pesan menjadi kunci keberhasilan implementasi di lapangan. Mahasiswa kelas internasional yang berasal dari Indonesia, Pakistan, Yaman, dan Afganistan terlebih dahulu mengasah kemampuan mereka melalui role play dan praktik storytelling. Seni bercerita ini menjadi instrumen krusial untuk menyederhanakan terminologi farmasi yang kaku menjadi informasi yang atraktif bagi siswa sekolah menengah.

Romo Sukir, selaku dosen pembimbing, cosplay jadi pelajar SMP untuk memantau langsung aksi yang dilakukan para mahasiswanya

Fokus edukasi diarahkan pada literasi pemilihan kosmetik yang aman di tengah gempuran iklan digital yang menyesatkan. Siswa diajarkan untuk memahami definisi kosmetik yang benar serta bahaya bahan kimia terlarang. Langkah Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) dari BPOM RI diperkenalkan sebagai protokol wajib bagi setiap remaja sebelum mencoba produk perawatan kulit atau skincare yang sedang viral.

Perspektif Global dari Para Penggerak Kesehatan

Keterlibatan mahasiswa lintas negara memberikan dimensi pengalaman yang luar biasa bagi semua pihak. Proses belajar terasa lebih menyenangkan karena teori promosi kesehatan langsung diuji melalui interaksi nyata dengan masyarakat. Sekitar 250 siswa terlibat aktif dalam sesi kuis dan ice breaking yang dipandu oleh mahasiswa dari latar belakang negara yang berbeda.

Abidullah Adel, mahasiswa asal Afganistan, merasa terkesan dengan keterbukaan siswa di Indonesia dalam menerima informasi baru. Senada dengan itu, Khush Shoukat dari Pakistan dan Zinab Abdullah dari Yaman mengungkapkan bahwa praktik lapangan ini memberikan kepuasan profesional yang berbeda dibandingkan hanya belajar di ruang kelas. Menurut mereka, mampu mengubah cara pandang remaja tentang keamanan kosmetik adalah pencapaian nyata sebagai calon tenaga kesehatan.

Apresiasi Atas Kebermanfaatan Ilmu

Keberhasilan agenda ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak SMPN 4 Pakem. Megeng Anung Wasana, selaku wakil kepala sekolah bidang kesiswaan menilai bahwa paparan dari mahasiswa internasional memberikan inspirasi dan wawasan baru yang luas bagi para siswa. Sinergi antara dunia akademisi dan kebutuhan masyarakat lokal terjalin harmonis melalui program edukasi ini.

Inilah para mahasiswa program internasional Farmasi UII aktor pelaksana program dinatara dosen pembimbing (Romo Sukir) dan Wakil Kepala Sekolah (Pak Anung)

Kebanggaan menyelimuti jalannya kegiatan yang berlangsung sukses dan inklusif. Mahasiswa terbukti mampu mengimplementasikan strategi perubahan perilaku melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan. Praktik langsung ini mempertegas posisi Farmasi UII dalam promosi kesehatan,  mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki empati sosial dan kemampuan promosi kesehatan yang mumpuni di tingkat global.

Exit mobile version