MEDAN, IAINews – Gelaran akbar insan farmasi Indonesia resmi dimulai. Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI), apt. Noffendri Roestam, S.Si, secara resmi membuka agenda Kongres XXII dan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) IAI 2026 yang berlangsung di Kota Medan, Sumatera Utara, pada Selasa (4/8/2026).
Diikuti oleh 300 peserta Kongres dari jajaran Pengurus Pusat, Daerah, hingga Cabang, serta 1.200 peserta PIT dari seluruh Indonesia, perhelatan nasional ini diharapkan dapat berjalan lancar, aman, dan sukses hingga penutupannya pada 5 Agustus 2026. Mengusung tema “IAI Rumah Besar Profesi Kefarmasian: Pilar Asta Cita untuk Kesehatan Rakyat yang Berkeadilan”, forum ini diproyeksikan menjadi tonggak penting keberlanjutan profesi apoteker di tanah air.
“Alhamdulillah, momentum ini menepis meragukannya kehadiran para pengurus dan anggota dalam Kongres XXII dan PIT 2026. Ini adalah kali pertama dalam sejarah ISFI dan IAI, Sumatera Utara menjadi tuan rumah ajang nasional tingkat Kongres. Kami berharap seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan menghasilkan keputusan strategis bagi kemajuan organisasi,” ujar Noffendri saat menyampaikan kata sambutan pembukaan.
Menjawab Tantangan Regulasi dan Integritas Organisasi
Di tengah situasi pembukaan yang hangat, Noffendri menggarisbawahi komitmen IAI dalam menjaga keutuhan 117 ribu anggotanya pasca-sahkannya UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
Ia menegaskan bahwa IAI terus mengedepankan langkah bermartabat dan berhati-hati, termasuk menyikapi dinamika Perka BPOM No. 5 Tahun 2026 melalui jalur audiensi resmi bersama Dirjen Farmalkes Kemenkes RI, Dr. apt. Rizka Andalucia, dan Kepala BPOM tanpa harus menempuh jalur Judicial Review.
Noffendri juga menegaskan kepemimpinannya berfokus penuh pada pengabdian profesi. “Jabatan sebagai Ketua Umum IAI bagi saya adalah kedudukan terhormat untuk mengabdi, bukan batu loncatan meraih jabatan publik lainnya,” tegasnya di hadapan para tamu undangan dan peserta kongres.
Peluncuran Inovasi dan Transformasi Organisasi
Kongres dan PIT yang baru dimulai ini juga menjadi panggung penting dalam memperkenalkan sejumlah program transformasi strategis IAI guna meningkatkan kompetensi dan eksistensi profesi kefarmasian:
- Badiklat & LSP IAI
Menjadi wadah pendidikan berkelanjutan yang telah menyusun 9 Kurikulum & Modul Pelatihan Terakreditasi, serta menjadi satu-satunya lembaga diklat OP yang mengantongi izin BPJPH untuk pelatihan SDM Halal (Penyelia & Auditor Halal).
- Kemitraan Internasional FAPA-CP
Program Fellowship bersama FAPA-CP (Bangkok) yang meluluskan 35 apoteker bergelar FACP di batch-1. Pengumuman kelulusan batch-2 (40 peserta) dijadwalkan berlangsung pada Gala Dinner PIT, Jumat (7/8/2026).
- Teknologi Digital Pharma-360
Pembaharuan aplikasi SIAp ke versi Next Generation berkolaborasi dengan CSR PT Dexa Medica, bersamaan dengan hadirnya platform bursa kerja Pharma Career dan layanan Hotline WhatsApp resmi IAI (082210004626).
Seluruh panitia dan jajaran pengurus optimistis, pembukaan yang penuh semangat ini akan membawa angin segar bagi soliditas organisasi dari tingkat Pusat, Daerah, hingga Cabang. Kongres XXII IAI diharapkan melahirkan perumusan kebijakan yang makin memperkokoh IAI sebagai “Rumah Besar” bagi seluruh apoteker Indonesia.***

