Informasi
Hubungi Redaksi IAINews melalui email : humas@iai.id
Floating Left Ads
Floating Right Ads
banner 950x90

Adpertisi Tingkatkan Literasi masyarakat desa Tabo-Tabo Mengenai Psikososial Prakonsepsi, Manfaat Daun Kelor dan Pentingnya PHBS

Penulis: apt. Yuri Pratiwi Utami.,S.Farm.,C.Herbs (TIM Media Nasional IAI) dan apt. Imrawati.,S.Si.,M.Si (Dosen FIK Universitas Almarisah Madani)Editor: apt. Dra Tresnawati
Pelepasan tim dosen dilakukan oleh Wakil Bupati Pangep, Abdul Rahman Assagaf di Kantor Bupati.
banner 120x600
banner 468x60

PANGKEP, IAINews – Aliansi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Adpertisi) menggelar pengabdian masyarakat di desa Tabo-Tabo, Kabupaten Pangkep bertajuk “Literasi Psikososial Prakonsepsi, Pemanfaatan Daun Kelor untuk Gizi Keluarga, PHBS dan Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM)“ pada Sabtu, 10 Desember 2025 lalu.

Pelepasan tim dosen dilakukan oleh Wakil Bupati Pangep, Abdul Rahman Assagaf di Kantor Bupati.

Acara Pembukaan dan Pelepasan Dosen yang Melaksanakan Pengabdia oleh Wakil Bupati Kabupaten Pangkep

Iklan ×

Ketua Pendamping tim dosen Adpertisi, Dr. H. Mora, S.Kep., Ns., M.M., FIHFAA dalam sambutannya menyampaikan tujuan kegiatan, gambaran umum materi yang diberikan serta pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan.

Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Desa tabo-tabo, Hairil Anwar, S.Sos., M.M.

Sejumlah dosen yang diantaranya apoteker  yakni apt. Imrawati.,S.Si.,M.Si., apt. Andi Paluseri.,SE., S.Farm.,M.Kes dari Prodi Sarjana Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Almarisah Madani dan apt. Saktiawati.,S.Si.,M.Si dari Fakultas Farmasi Universitas Megarezky berkolaborasi bersama keilmuan lainnya lingkup kesehatan yakni Kesehatan Masyarakat, kebidanan, dan Keperawatan.

Ditemui disela kegiatan, apt. Imrawati.,S.Farm.,M.Si yang bertindak sebagai pendamping pada kegiatan ini menjelaskan latar belakang pengabdian masyarakat ini dilaksanakan.

“Permasalahan kesehatan yang dihadapi masyarakat tidak hanya terbatas pada aspek fisik, tetapi juga aspek psikososial, gizi keluarga, serta meningkatnya risiko penyakit tidak menular (PTM),’’ terang apt, Imrawati.

Rendahnya literasi psikososial prakonsepsi pada pasangan usia subur (PUS) berpotensi memengaruhi kesiapan mental dan emosional dalam perencanaan kehamilan.

Baca Juga  Kupas Tuntas Bisacodyl : Solusi Cepat dan Aman Atasi Konstipasi

Di sisi lain, pemanfaatan sumber daya lokal seperti daun kelor yang kaya gizi belum dimanfaatkan secara optimal sebagai bagian dari upaya peningkatan kesehatan keluarga.

‘’Selain itu, perubahan pola hidup masyarakat juga meningkatkan risiko PTM seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung,”  jelas apt Imrawati.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat dalam menjaga kesehatan secara holistik.

Foto Bersama Masyarakat Desa Tabo-Tabo Setelah Kegiatan Pengabdian Masyarakat

Selama pelaksanaan kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta serta diskusi yang berkembang terkait pengalaman dan permasalahan kesehatan keluarga yang mereka hadapi.

Pembahasan materi dalam kegiatan PKM ini mencakup tiga topik utama, yaitu literasi psikososial prakonsepsi, pemanfaatan daun kelor untuk gizi keluarga, dan pencegahan penyakit tidak menular (PTM).

Ketiga materi tersebut saling terintegrasi dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan keluarga dan masyarakat secara holistik.

Literasi Psikososial Prakonsepsi

Materi literasi psikososial prakonsepsi bertujuan untuk meningkatkan pemahaman Pasangan Usia Subur dan keluarga mengenai pentingnya kesiapan mental, emosional, dan sosial sebelum memasuki masa kehamilan.

Dalam penyampaian materi dijelaskan bahwa kesehatan prakonsepsi tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga mencakup aspek psikologis dan dukungan sosial yang memadai.

Peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai faktor risiko psikososial yang dapat memengaruhi kesiapan prakonsepsi, antara lain stres berkepanjangan, kecemasan, konflik dalam keluarga, tekanan ekonomi, serta kurangnya dukungan pasangan dan lingkungan.

Baca Juga  Prof. apt. NilawatI Uly Raih Penghargaan Pimpinan Perguruan Tinggi Berprestasi dan Inovatif di LLDKTI IX Award 2025

Faktor-faktor tersebut apabila tidak dikelola dengan baik dapat berdampak pada kesehatan ibu, keharmonisan keluarga, serta tumbuh kembang anak di masa mendatang.

Melalui diskusi yang berlangsung, terungkap bahwa sebagian peserta masih memandang persiapan kehamilan sebatas pada kesiapan fisik dan ekonomi.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini membantu membuka wawasan peserta bahwa kesiapan psikososial memiliki peran yang sangat penting dan tidak dapat diabaikan.

Peserta juga dibekali dengan strategi sederhana dalam mengelola stres, membangun komunikasi yang efektif dalam keluarga, serta memperkuat dukungan sosial di lingkungan sekitar.

Materi literasi psikososial prakonsepsi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan peserta, serta mendorong perubahan sikap dan perilaku Pasangan Usia Subur dalam merencanakan kehamilan secara lebih matang, sehat, dan bertanggung jawab.

Pemanfaatan Daun Kelor untuk Gizi Keluarga

Materi pemanfaatan daun kelor disampaikan sebagai bagian dari upaya optimalisasi sumber daya lokal dalam mendukung kesehatan keluarga.

Daun kelor merupakan salah satu bahan pangan lokal yang mudah ditemukan di lingkungan desa Tabo-Tabo dan memiliki kandungan gizi yang tinggi, namun pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari masih belum optimal.

Dalam penyampaian materi dijelaskan bahwa daun kelor mengandung berbagai zat gizi penting seperti vitamin A, vitamin C, zat besi, kalsium, protein, dan antioksidan.

Kandungan gizi tersebut bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah anemia, serta mendukung kesehatan ibu dan anak.

Baca Juga  Setahun Apoteker Penyuluh TB Sulsel: di 2025 ‘Apoteker Bertamu’ Jadi Program Kolaboratif Bersama Kampus PSPPA

Pemanfaatan daun kelor menjadi relevan sebagai alternatif sumber gizi yang murah, mudah diakses, dan berkelanjutan.

Selain aspek teoritis, peserta juga diberikan contoh cara pengolahan daun kelor secara sederhana dan aman, sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Diskusi menunjukkan bahwa sebagian peserta belum mengetahui variasi pengolahan daun kelor yang tepat.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis yang dapat langsung diaplikasikan untuk meningkatkan kualitas gizi keluarga.

Pemanfaatan daun kelor diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam upaya peningkatan status gizi keluarga serta mendukung ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal.

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Pencegahan Penyakit Tidak Menular

Materi ketiga membahas penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular (PTM).

Dalam pemaparan materi dijelaskan bahwa perubahan gaya hidup masyarakat, seperti pola makan tidak seimbang, kurang aktivitas fisik, serta kebiasaan merokok, dapat meningkatkan risiko PTM seperti hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit jantung.

Peserta diberikan pemahaman mengenai faktor risiko PTM serta pentingnya upaya pencegahan sejak dini melalui penerapan PHBS di tingkat keluarga dan masyarakat.

Langkah-langkah sederhana yang disampaikan antara lain menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, melakukan aktivitas fisik secara rutin, tidak merokok, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.***

banner 325x300
```

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 950x90