Makassar, IAINews – Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia Sulawesi Selatan (PD IAI Sulsel) mengukuhkan komitmennya dalam program eliminasi Tuberculosis (TB) dengan menghadirkan perhimpunan baru yang hanya ada di Sulsel yakni Apoteker Penyuluh TB PD IAI Sulsel.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan Pengenalan Organisasi dan Pembinaan Calon Anggota (POPCA) PD IAI Sulsel yang berlangsung pada hari sabtu tanggal 8 November 2025 di Makassar adalah pengenalan Himpunan dan Perhimpunan yang dinaungi PD IAI Sulsel, termasuk Perhimpunan Apoteker Penyuluh TB PD IAI Sulsel. Perhimpunan ini merupakan satu di antara tiga perhimpunan baru yang hanya ada di PD IAI Sulsel.

apt. Yuri Pratiwi Utami, S.Farm, M.Si, C.Herbs yang merupakan Wakil Ketua Perhimpunan Apoteker Penyuluh TB membawakan materi ke-16 pada POPCA, dipandu apt. Drs. Ahmad Yani, M.Kes sebagai moderator. Ia mengajak para apoteker muda yang baru disumpah untuk segera bergabung dalam barisan para Apoteker Penyuluh TB demi menyukseskan target nasional Indonesia Zero TB 2030.
Pengenalan Resmi Apoteker Penyuluh TB
Profil awal mengenai latar belakang terbentuknya perhimpunan tersebut diterangkan oleh apt. Yuri,“Indonesia merupakan negara dengan urutan kedua setelah India yang paling banyak kasus dengan tingginya penderita TB”. Sehingga dari hal tersebut dengan mendukung program pemerintah, apoteker mengikuti Training of Trainer dan dibentuklah kepengurusan serta dilantik oleh PD IAI Sulsel pada tanggal 8 September 2024.
Program Apoteker Penyuluh TB diperkenalkan sebagai inisiatif strategis IAI Sulsel untuk memanfaatkan kompetensi Apoteker di fasilitas kesehatan dan komunitas, khususnya dalam aspek penanganan TB.
Fokus Peran Apoteker Penyuluh TB
Tugas utama mereka meliputi edukasi pencegahan penularan, penemuan kasus secara aktif (active case finding), serta yang paling krusial, pendampingan kepatuhan pasien (Directly Observed Treatment, Short-course atau DOTS) untuk mencegah resistensi obat.
Dr. apt. Saparuddin Latu, M.Kes sebagai Ketua menegaskan, “Apoteker adalah pahlawan tersembunyi dalam perjuangan melawan TB. Keberhasilan pengobatan TB sangat ditentukan oleh kepatuhan minum obat selama 6 hingga 9 bulan. Di sinilah peran Apoteker Penyuluh TB menjadi vital. Kami tidak hanya mengobati, tetapi memastikan pasien sembuh total dan tidak menjadi sumber penularan.” Pesan yang dititipkannya melalui Wakil Ketua.

Alasan Perekrutan di POPCA
Pengurus Apoteker Penyuluh TB sengaja memanfaatkan forum POPCA untuk menarik minat Apoteker muda yang masih memiliki semangat tinggi dan idealisme. Apoteker muda dianggap memiliki energi besar untuk terjun langsung ke lapangan dan melakukan advokasi di tengah masyarakat.
Dijelaskan bahwa Apoteker muda yang bergabung akan mendapatkan pelatihan khusus dan sertifikasi sebagai Penyuluh TB dari organisasi profesi, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat dan mitra penanggulangan TB.
Pada pemaparan materi pengenalan perhimpunan apoteker penyuluh TB dengan menampilkan kegiatan – kegiatan yang menjadi program unggulan dari PP Ikatan Apoteker Indonesia yakni Apoteker Bertamu.
Apoteker Bertamu adalah inisiatif IAI berbasis komunitas yang memberdayakan apoteker untuk menjadi garda terdepan dalam edukasi, skrining, dan pendampingan pasien TB di wilayah masing-masing.
Program ini fokus pada upaya penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TB) di tingkat komunitas dan bertujuan untuk mendukung Gerakan Indonesia Akhiri Tuberkulosis (GIAT) 2030 yaitu:
- Meningkatkan Kesadaran dan Pengetahuan Masyarakat: Memberikan edukasi pada masyarakat tentang TB, mulai dari penyebab, gejala, cara penularan, hingga pentingnya pengobatan tuntas.
- Deteksi Dini Kasus (Active Case Finding): Apoteker berperan aktif dalam melakukan skrining dan menemukan kasus TB yang belum terdiagnosis di masyarakat.
- Meningkatkan Kepatuhan Pengobatan: Apoteker melakukan kunjungan rumah atau pendampingan untuk memastikan pasien TB minum Obat Anti-Tuberkulosis (OAT) secara tuntas dan benar (mendukung konsep DOTS/Pengobatan yang Diawasi Langsung).
- Edukasi Penggunaan Obat yang Tepat: Memberikan pemahaman tentang pentingnya kombinasi OAT, efek samping yang mungkin timbul, dan cara mengatasinya.
“Kami membutuhkan energi baru, ide-ide segar, dan penguasaan teknologi dari Apoteker muda. Bergabunglah, dan jadikan sumpah profesi Anda sebagai kontribusi nyata bagi kesehatan bangsa. Sulawesi Selatan harus menjadi provinsi terdepan dalam mencapai Zero TB di Indonesia,” ungkap apt. Yuri.
Dampak regional yang akan dirasakan melalui program ini diharapkan dapat secara signifikan menurunkan angka penemuan kasus (Case Notification Rate) dan meningkatkan angka keberhasilan pengobatan (Treatment Success Rate) TB di Sulsel yang masih menjadi perhatian nasional khususnya Kota Makassar yang merupakan jumlah kasus tertinggi di Sulsel
Tujuan akhirnya, PD IAI Sulsel berkomitmen bahwa Apoteker Penyuluh TB akan menjadi jembatan antara pasien, obat, dan fasilitas kesehatan. Melalui perhimpunan ini, para apoteker memastikan semua pasien TB mendapatkan akses pengobatan yang tepat dan tuntas.
Melalui kolaborasi ini, kami mendorong seluruh apotker, khususnya Apoteker Muda Sulsel didorong untuk menjadi agen perubahan yang memutus rantai penularan TB, mewujudkan cita-cita Indonesia Bebas TB 2030. Keterlibatan para apoteker muda yang baru lulus akan membawa angin segar dan menambah semangat para pengurus. Ilmu yang masih fresh didapatkan di bangku kuliah, akan membantu dalam memudahkan edukasi pada masyarakat.
“Mari bergabung bersama kami sebagai Apoteker Penyuluh TB PD IAI Sulsel untuk menyukseskan ‘Zero TB’,” tutup Yuri.
Ia berharap, dari acara POPCA ini akan muncul apoteker muda terbaik yang akan menjadi “aktor utama” dalam program eliminasi TB di tingkat Nasional. Peran apoteker yang mendampingi para pasien dalam minum obat menjadi salah satu kunci keberhasilan pengobatan TB hingga terkontrol bahkan sembuh.–
https://iainews.net/setahun-apoteker-penyuluh-tb-sulsel-kolaborasi-psppa/


















