Informasi
Hubungi Redaksi IAINews melalui email : humas@iai.id
Floating Left Ads
Floating Right Ads
banner 950x90

Bahaya Penyalahgunaan Obat jadi Topik Edukasi Apoteker Goes to School di Sungai Penuh

Penulis: apt. Yuliawati, M. Farm (Tim Media Nasional IAI/PD IAI Jambi)Editor: apt. Erie Gusnellyanti, S.Si, MKM
Foto bersama guru dan siswa SMAN 2 Sungai Penuh
banner 120x600
banner 468x60

Sungai Penuh, IAINews – Bahaya penyalahgunaan obat pada remaja, terutama siswa-siswi sekolah menengah atas, akhir-akhir ini makin mengkhawatirkan. Tak heran masalah ini menjadi topik utama pada kegiatan edukasi siswa bertajuk Apoteker Goes to School di Kota Sungai Penuh, Jambi. Kegiatan ini diselenggarakan di Sekolah Menengah Atas yang berada di Kota Sungai Penuh pada 22 – 29 September 2025. Dalam rangka memperingati World Pharmacist Day tahun 2025, tema yang diangkat yaitu “Kenali Obatmu Agar Tidak Tabola-bale.”

Edukasi Bahaya Penyalahgunaan Obat
Antusiasme siswa berdiskusi dengan Apoteker

Puluhan siswa SMA antusias mengikuti rangkaian acara edukasi yang dipandu langsung oleh para apoteker dari Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (PC IAI) Kota Sungai Penuh. Materi yang dibawakan bukan hanya soal pengenalan obat, tetapi juga bahaya nyata dari penyalahgunaan obat di kalangan remaja. Suasana terlihat hidup karena siswa banyak bertanya dan berinteraksi dengan para narasumber.

Iklan ×
Apoteker Goes to School Kota Sungai Penuh
Tim Apoteker Goes to School disambut Kepala SMAN 1 Sungai Penuh

Ketua IAI Kota Sungai Penuh, apt. Wildra Martoni, M.Farm, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi penyalahgunaan obat di daerah tersebut.

Baca Juga  Tim Farmasi UNJA Lakukan Edukasi Kosmetik Aman Pada Remaja MAN 1 Kota Jambi

“Kota Sungai Penuh menempati peringkat pertama di Provinsi Jambi terkait kasus penyalahgunaan obat. Fakta ini menjadi alarm serius yang harus direspons bersama,” ungkap Wildra.

Wildra menegaskan, edukasi mengenai penggunaan obat secara benar harus dimulai sejak dini, terutama bagi generasi muda yang rentan terpengaruh lingkungan.

Ia menambahkan bahwa masih banyak pelajar yang belum memahami bahwa penggunaan obat yang berlebihan atau tidak sesuai aturan bisa menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.

“Penyalahgunaan obat tidak hanya berisiko pada kesehatan fisik, tetapi juga bisa memengaruhi mental dan perilaku. Karena itu, kami hadir untuk memberikan pemahaman yang tepat agar adik-adik di sekolah dapat lebih bijak dalam menggunakan obat,” ujar Wildra.

Baca Juga  Peran Strategis Bahasa Indonesia dalam Penulisan Ilmiah Farmasi: Etika, Profesionalisme, dan Tantangan

Selain mencegah penyalahgunaan obat, kegiatan ini juga bertujuan memperkenalkan profesi apoteker kepada para siswa. IAI berharap para pelajar mengetahui peran penting apoteker dalam menjaga kesehatan masyarakat melalui pengelolaan dan pengawasan penggunaan obat yang benar.

Foto bersama guru dan siswa SMAN 2 Sungai Penuh

IAI Kota Sungai Penuh berharap program Apoteker Goes to School dapat terus digelar secara berkesinambungan di sekolah-sekolah lain. Tujuannya agar semakin banyak pelajar yang teredukasi, sehingga angka penyalahgunaan obat di kalangan remaja bisa ditekan.

“Harapan kami, dengan adanya kegiatan ini, siswa SMA setidaknya sudah terpapar informasi yang benar mengenai obat. Semoga ke depan tidak ada lagi penyalahgunaan obat di kalangan pelajar,” pungkas Wildra.

Melalui langkah nyata ini, IAI Sungai Penuh berupaya mewujudkan generasi muda yang lebih sadar akan kesehatan dan bijak dalam menggunakan obat. Edukasi sejak bangku sekolah diyakini menjadi kunci untuk memutus rantai penyalahgunaan obat dan mencetak masyarakat yang lebih sehat.

banner 325x300
```

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 950x90