Manado, IAINews – Sulawesi Utara negeri di ujung utara yang dikelilingi keindahan samudra, dikenal dengan kehangatan masyarakat dan tantangan kesehatan yang khas. Pesona alam yang indah ini juga ditopang oleh filosofi luhur Minahasa yang menggerakkan setiap sendi pengabdian: “Sitou Timou Tumou Tou”, Manusia hidup untuk menghidupkan manusia lain.

Inilah semangat yang diwujudkan oleh Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Sulawesi Utara (Sulut) saat menerjemahkan tema global Hari Apoteker Dunia (WPD) 2025: Think Health, Think Pharmacist. Apoteker Sulut membuktikan: mereka adalah tenaga kesehatan terpercaya yang hadir di garda terdepan, proaktif membawa literasi dan layanan langsung ke tengah masyarakat, demi menghidupkan kualitas kesehatan komunitas.

Tiga Pilar Aksi: Pengabdian yang Menghidupkan
Perayaan WPD 2025 oleh PD IAI Sulut didesain sebagai program holistik, menyentuh tiga aspek penting: layanan, pemberdayaan, dan kualitas professional, yang semuanya berpusar pada makna “Tumou Tou” (menghidupkan sesama).
- Aksi Langsung dan Pengabdian Komunitas (20 September): Apoteker Sulut secara langsung melayani masyarakat dengan menggelar Senam Bersama untuk memupuk gaya hidup sehat, dilanjutkan dengan Pemeriksaan dan Pengobatan Gratis. Aksi ini secara konkret memperkokoh posisi Apoteker sebagai tenaga kesehatan yang mudah diakses dan siap melayani kebutuhan dasar, mencerminkan semangat rela menolong dan kasih sayang kepada sesama.
- Pemberdayaan dan Edukasi Preventif: Melalui Penyuluhan Kesehatan Masyarakat, Apoteker berfungsi sebagai edukator primer yang memberdayakan masyarakat agar mampu mengelola kesehatan diri dan obat mereka secara mandiri. Fokus edukasi tidak hanya pada DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang Obat dengan Benar), tetapi juga pada pencegahan penyakit Diabetes Melitus (DM)—sebuah tantangan kesehatan kronis yang memerlukan kewaspadaan sejak dini.
- Peningkatan Kompetensi Klinis (27 September): Komitmen untuk “menghidupkan” sesama harus didukung ilmu mutakhir. PD IAI Sulut berinvestasi pada kualitas anggota dengan menyelenggarakan Seminar dan Workshop secara Hybrid yang sangat spesifik, mengangkat tema Tatalaksana dan Pemantauan Terapi Obat Pasien Diabetes Melitus. Ini memastikan Apoteker memiliki kompetensi klinis untuk mengawal terapi pasien kronis yang kompleks.

Apoteker: Garda Terdepan Literasi Kesehatan
Semua rangkaian kegiatan ini dari lapangan senam hingga ruang workshop klinis berfungsi untuk memperkokoh posisi Apoteker. PD IAI Sulut membuktikan bahwa Apoteker adalah Garda Terdepan Literasi Kefarmasian dan tenaga kesehatan terpercaya bagi masyarakat.
Melalui intervensi langsung di komunitas, Apoteker mengubah citra diri dari sekadar melayankan obat menjadi mitra sejati yang mendampingi pasien dalam perjalanan menuju hidup sehat. Inilah wujud nyata dari ‘Think Pharmacist’: ketika masyarakat memikirkan kesehatan, Apoteker hadir sebagai solusi yang kompeten, empatik, dan proaktif, mengamalkan janji Sitou Timou Tumou Tou.














