Informasi
Hubungi Redaksi IAINews melalui email : humas@iai.id
Floating Left Ads
Floating Right Ads
banner 950x90

Vitamin B6: Si Baik yang Bisa Jadi Bahaya

Penulis: apt. Yuliawati, M.Farm (Tim Media Nasional IAI/PD IAI Jambi)Editor: apt. Dra Tresnawati
banner 120x600
banner 468x60

JAMBI-IAINewsBelakangan ini, vitamin B6 menjadi salah satu nutrisi yang banyak diperbincangkan di media sosial.

Tak sedikit orang yang mencari tahu manfaatnya, terutama karena diyakini mampu membantu mengatasi berbagai gangguan kesehatan ringan hingga kompleks.

Iklan ×

Tapi, sebenarnya apa itu vitamin B6? Dari mana kita bisa mendapatkannya?. Apa dampaknya bila dikonsumsi berlebihan?.

 

Vitamin B6 atau dikenal juga dengan nama piridoksin adalah salah satu vitamin larut air yang memiliki peran penting dalam berbagai fungsi tubuh.

Vitamin B6 membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi, berperan dalam pembentukan neurotransmitter (zat kimia otak), serta mendukung metabolisme protein, karbohidrat, dan lemak.

Selain itu, vitamin B6 juga berperan penting dalam menjaga kesehatan saraf dan fungsi sistem imun.

Baca Juga  Poltekkes Kemenkes Jambi Edukasi Warga Sukakarya: Bijak dan Rasional Gunakan Obat

Tak hanya itu, vitamin B6 juga membantu produksi hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Karena fungsinya yang beragam, kekurangan vitamin B6 bisa menyebabkan berbagai keluhan, seperti kelelahan, iritabilitas, gangguan konsentrasi, hingga luka di sudut mulut dan sensasi kesemutan pada tangan dan kaki.

Sumber vitamin B6 cukup mudah ditemukan dalam berbagai bahan makanan sehari-hari. Di antaranya adalah daging ayam, ikan (seperti salmon dan tuna), pisang, kentang, alpukat, bayam, dan kacang-kacangan.

Bahkan, beberapa produk makanan olahan seperti sereal sarapan juga seringkali sudah difortifikasi dengan vitamin ini.

Vitamin B6 juga memiliki peran penting bagi ibu hamil. Salah satu manfaat utamanya adalah membantu mengurangi gejala mual dan muntah atau morning sickness yang umum terjadi pada trimester pertama kehamilan.

Baca Juga  Fenomena Duck Syndrome: Apa yang Disembunyikan oleh Genzie?

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplementasi vitamin B6 dapat membantu meredakan mual tanpa menimbulkan efek samping serius, asalkan digunakan sesuai dosis yang dianjurkan oleh tenaga medis.

Selain itu, vitamin B6 juga berperan dalam perkembangan otak dan sistem saraf janin, serta mendukung metabolisme protein yang meningkat selama kehamilan.

Oleh karena itu, ibu hamil perlu memastikan asupan vitamin B6 tercukupi, baik dari makanan maupun suplemen yang diresepkan oleh dokter.

Namun perlu diingat, konsumsi vitamin B6 secara berlebihan, terutama dalam bentuk suplemen dosis tinggi, dapat menyebabkan efek samping.

Beberapa laporan menyebutkan bahwa penggunaan jangka panjang dalam dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan saraf, yang ditandai dengan kesemutan dan mati rasa.

Baca Juga  Ratusan Kader Keamanan Pangan Siap ‘Gerilya’ di Masyarakat: BPOM Siapkan Pasukan Sosialisasi Keamanan Pangan!

Oleh karena itu, selalu penting untuk mengonsumsi vitamin ini sesuai dengan kebutuhan harian yang direkomendasikan, dan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi suplemen.

Kesimpulannya, vitamin B6 memang memiliki segudang manfaat untuk tubuh, mulai dari menjaga energi, sistem saraf, hingga mendukung kehamilan yang sehat, namun seperti halnya nutrisi lain, asupan yang tepat dan seimbang adalah kunci utama untuk meraih manfaatnya tanpa risiko.

Mari bijak dalam memilih sumber nutrisi, dan jangan mudah tergoda tren tanpa pemahaman yang tepat.***

 

 

 

banner 325x300
```

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 950x90