JAKARTA, IAINews – Ikatan Apoteker Indonesia bekerjasama dengan P&G Health dan Neurobion, memprakarsai webinar bertajuk ‘Implementasi Kalender Edukasi dan Panduan Skrining untuk Mendukung Konseling Neuropati Perifer oleh Apoteker’, pada Sabtu 17 Oktober 2026 secara daring melalui zoom cloud meeting.
Webinar yang diselenggarakan oleh PT Pharma Tekno Solusi (PharmaQ) tersebut menghadirkan pembicara Dr. apt. Lusy Noviani, MM dengan dipandu oleh moderator apt. Dwi Arymbhi Sanjaya, S.Farm, M.Farm-Klin.
Kegiatan yang akan berlangsung mulai pukul 09.00 – 12.00 WIB tersebut merupakan tindak lanjut setelah dilaunchingnya kalender edukasi dan buku Panduan Skrining mengenai neuropati perifer beberapa waktu lalu.
Kedua produk akademik tersebut kemudian disosialisasikan melalui webinar yang dapat diikuti oleh para apoteker, apoteker spesialis, tenaga vokasi farmasi baik di level 5 maupun 6 serta tenaga vokalis analis farmasi dan makanan level 5.
Sebagaimana diketahui, sebagai fasilitas kesehatan lini pertama, apotek sering menerima pasien dengan keluhan ringan seperti jari baal dan kaki kesemutan.
‘’Sayangnya, masyarakat umumnya tidak menyadari bahwa gejala-gejala kecil ini merupakan tanda awal neuropati perifer, sebagai penyakit kronis yang seringkali luut dari diagnosis yang tepat,’’ ungkap apt. Drs Pujianto, MM, Direktur Utama PT Pharma Tekno Solusi kepada IAINews.
Menurut apt. Pujianto, miskonsepsi dan underdiagnosis seperti ini merupakan realitas yang kerap ditemui apoteker di meja konseling.
‘’Ketika apoteker mampu mengenali keluhan sejak dini, kesempatan untuk memberikan edukasi, melakukan rujukan, dan mencegah progesivitas penyakit menjadi jauh lebih besar,’’ tambah apt. Pujianto.
Dalam rangka mendukung praktik kefarmasian yang berorientasi pada pasien khususnya dalam kasus neuropati perifer, Ikatan Apoteker Indonesia bersama P&G Health dan Neurobion telah menerbitakan sebuah kalender akademik dan pansuan skrining yang ditulis oleh Dr. apt. Lusy Novani, MM.
‘’Agar kedua instrumen ini dapat digunakan secara efektif dan dapat mencapai tujuan pembuatannya, kegiatan sosialisasi diperlukan sebagai langkah menyamakan persepsi seluruh pihak terkait,’’ lanjut apt. Pujianto.
Menurutnya, webinar ini diharapkan akan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam skrining, konseling serta penatalaksanaan neuropati perifer secara menyeluruh.
Dengan pemahaman dan ketrampilan yang cukup apoteker dapat berperan lebih besar dalam menjaga keselamatan pasien, mengoptimalkan terapi dan mencegah komplikasi jangka panjang.
Dalam webinar ini, Dr. apt. Lusy Noviani akan membagi pokok bahasan menjadi 2 sesi.
Di sesi pertama apt. Lusy Noviani akan membahas topik panduan skrining neuropati perifer.
‘’Saya akan membahas mengenai gejala, dampak, skrining, risiko medic & rujuk, nyeri saraf, tata laksana dan kombinasi vitamin yang tepat untuk neuropati perifer,’’ ungkap Dr. apt. Lusy Noviani.
Di sesi kedua, apt. Lusy Noviani akan membahas bagaimana cara dan prinsip penggunaan kalender edukasi, alur penggunaan kalender edukasi, serta alur penggunaan kalender edukasi.
Sesi kedua juga akan dilengkapi dengan contoh alur percakapan singkat, cara dan prinsip penggunaan panduan skrining neuropati perifer, alur penggunaan panduan skrining saat bertemu pasien, dokumentasi dan tindak lanjut pada kasus neuropati perifer dan pesan kunci untuk apoteker dalam konseling neuropati perifer.***



















