SEMARANG, IAINews – Perjalanan menuju Jakarta pada akhir pekan itu terasa panjang dan melelahkan. Namun, bagi seorang anggota Majelis Kode Etik Apoteker Indonesia (MKEAI) Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI), perjalanan tersebut bukan sekadar menghadiri acara pelantikan. Ada kesempatan untuk bertemu kembali dengan sejawat dari berbagai daerah, bertukar pengalaman, memperluas wawasan, sekaligus menjadi bagian dari babak baru perjalanan organisasi profesi apoteker di Indonesia.
Pelantikan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia periode 2026–2030 berlangsung di Hotel Tavia Heritage, Cempaka Putih, Jakarta, pada Minggu, 11 Oktober 2026. Acara tersebut menjadi momentum pengukuhan kepengurusan baru sekaligus penyampaian arah perjuangan organisasi dalam menghadapi tantangan profesi dan perkembangan dunia kefarmasian.
Bagi penulis, pengalaman mengikuti pelantikan secara langsung memberikan kesan tersendiri. Selain menjalankan amanah sebagai anggota MKEAI PP IAI, pertemuan dengan sejawat dari berbagai latar belakang menghadirkan suasana kebersamaan yang mengingatkan bahwa organisasi profesi dibangun bukan hanya melalui struktur kepengurusan, melainkan juga melalui hubungan antarmanusia, pertukaran gagasan, dan kesediaan untuk bekerja bersama.
Persiapan dan Perjalanan Menuju Jakarta
Persiapan mengikuti pelantikan dimulai pada Selasa, 6 Oktober 2026, ketika penulis menerima pesan WhatsApp dari Fajri, staf sekretariat PP IAI. Pesan tersebut berisi formulir kesediaan menjadi pengurus sekaligus konfirmasi kehadiran dalam pelantikan. Formulir meminta sejumlah informasi, termasuk identitas, asal daerah, pilihan kehadiran secara luring atau daring, serta kebutuhan penginapan dan jadwal perjalanan.
Karena informasi mengenai penginapan dan biaya perjalanan belum tercantum secara terperinci, penulis menghubungi Marshanda, salah satu pihak yang ditunjuk untuk memberikan informasi lebih lanjut. Setelah memperoleh penjelasan melalui sambungan telepon pada Rabu pagi, penulis mendapat informasi bahwa biaya ditanggung panitia, dengan ketentuan transportasi kereta api bagi peserta yang berdomisili di Pulau Jawa.
Penulis juga mendapat informasi bahwa anggota MKEAI PP IAI diminta hadir secara langsung atau luring. Setelah memahami ketentuan tersebut, penulis memutuskan menghadiri pelantikan secara langsung.
Rencana perjalanan kemudian berubah ketika Suwardi, seorang sejawat dari Sragen, mengajak penulis berangkat bersama Agus Purnomo dari Solo menggunakan mobil. Mereka bertiga akhirnya menempuh perjalanan darat menuju Jakarta.
Perjalanan yang direncanakan berangkat dari Sragen pada Sabtu, 10 Oktober, baru benar-benar dimulai setelah rombongan menyelesaikan sejumlah keperluan di Semarang. Mereka sempat berhenti di wilayah Kendal untuk menunaikan salat Magrib dan Isya secara jamak sekaligus makan malam. Perjalanan berlanjut dengan beberapa kali berhenti untuk mengisi bahan bakar dan beristirahat.
Menjelang tengah malam, rombongan kembali berhenti di sebuah tempat istirahat di sekitar Indramayu karena salah satu anggota perjalanan mulai merasa lelah. Waktu istirahat dimanfaatkan untuk minum kopi, menikmati camilan, dan berbincang santai sebelum melanjutkan perjalanan.
Rombongan akhirnya tiba di Hotel Tavia Heritage sekitar pukul 02.00 WIB pada Minggu dini hari. Setelah berbincang singkat dengan Ketua Umum PP IAI terpilih, apt. Lilik Yusuf Indrajaya, penulis menuju resepsionis untuk mendapatkan kamar. Di kamar, penulis bertemu dengan teman sekamar, Rahmad Sulaiman dari Bandung. Setelah berbincang sebentar, keduanya beristirahat untuk mempersiapkan diri mengikuti agenda keesokan harinya.
Pertemuan Sejawat dan Suasana Kebersamaan
Minggu pagi, setelah menunaikan salat Subuh dan kembali beristirahat, penulis bersiap mengikuti rangkaian acara. Sarapan di restoran hotel menjadi kesempatan pertama untuk bertemu dengan sejumlah sejawat lama maupun baru.
Percakapan berlangsung santai, diselingi canda dan pertukaran cerita mengenai berbagai pengalaman. Bagi penulis, pertemuan semacam ini merupakan salah satu bagian menyenangkan dari kehidupan organisasi profesi. Apoteker yang berasal dari berbagai daerah dan memiliki pengalaman kerja berbeda dapat saling berbagi pandangan, memperluas wawasan, dan membangun hubungan yang bermanfaat bagi pelaksanaan tugas organisasi.
Sekitar pukul 08.45 WIB, penulis menuju lokasi acara di lantai satu untuk melakukan registrasi dan menandatangani daftar hadir. Di tempat tersebut, penulis bertemu dengan sesama anggota MKEAI PP IAI yang akan dilantik serta pengurus dari berbagai bidang lainnya.
Di tengah suasana pertemuan itu, penulis merasakan kembali semangat kebersamaan yang kuat. Meski usia terus bertambah, kesempatan untuk bertemu, berdiskusi, dan bekerja bersama sejawat dari berbagai daerah menghadirkan energi tersendiri untuk terus berkontribusi bagi profesi.
Pelantikan Pengurus Pusat IAI Periode 2026–2030
Rangkaian acara resmi dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dengan sambutan ketua panitia, kemudian dilanjutkan seminar bertema Professional Pharmacist Update. Seminar menghadirkan sejumlah narasumber yang berkaitan dengan sponsor kegiatan dan berlangsung hingga sekitar pukul 12.00 WIB.
Bagi penulis, seminar tersebut memberikan tambahan wawasan mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan peluang kewirausahaan di bidang kefarmasian. Forum semacam ini menjadi pengingat bahwa apoteker perlu terus memperbarui pengetahuan dan menyesuaikan diri dengan perubahan dalam praktik maupun industri kefarmasian.
Setelah istirahat, salat, dan makan siang, acara pelantikan Pengurus Pusat IAI periode 2026–2030 dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Agenda diawali dengan pembacaan surat keputusan mengenai susunan kepengurusan, kemudian dilanjutkan dengan pengucapan janji oleh seluruh pengurus yang dilantik.
Apt. Lilik Yusuf Indrajaya, S.E., S.Si., M.Si., MBA, F.A.C.P., dari DKI Jakarta, tercantum sebagai Ketua Umum PP IAI terpilih periode 2026–2030. Sementara itu, Prof. Dr. apt. Gemini Alam, M.Si., dari Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin, terpilih sebagai Ketua MKEAI PP IAI, dengan Prof. Dr. apt. Nanang Munif Yasin, M.Pharm., dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, sebagai sekretaris MKEAI.
Untuk Dewan Pengawas PP IAI, apt. Drs. Mohammad Yamin, M.Pharm., dari DKI Jakarta, tercantum sebagai ketua, sedangkan apt. Drs. Wahyu Hartono, M.KKK., dari Lampung, sebagai sekretaris. Adapun jabatan Sekretaris Jenderal PP IAI diemban oleh apt. Hendy Ristiono, S.Farm., MPH, dari Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.
Kepengurusan baru juga dilengkapi sejumlah wakil ketua umum, wakil sekretaris jenderal, serta pengurus berbagai bidang. Penulis sendiri mendapat amanah sebagai anggota MKEAI PP IAI, bersama sejumlah apoteker lainnya.
Pengucapan janji menjadi bagian penting dalam prosesi tersebut. Amanah kepengurusan bukan hanya pengakuan atas kepercayaan yang diberikan, melainkan juga tanggung jawab untuk menjaga etika, integritas, dan kehormatan profesi apoteker.
Ketua Umum Menekankan Arah Baru Organisasi
Dalam sambutannya, Ketua Umum PP IAI, apt. Lilik Yusuf Indrajaya, menyampaikan arah dan prioritas kepengurusan. Bagi penulis, sambutan tersebut menarik karena disampaikan secara lugas, terstruktur, dan diselingi humor ringan yang membuat suasana lebih akrab.
Salah satu pesan yang menonjol adalah pentingnya membangun organisasi yang mampu merangkul seluruh anggota, memperkuat kompetensi profesional, memperjuangkan kesejahteraan apoteker, serta memberikan perlindungan dan advokasi bagi anggota.
Pengembangan kompetensi dinilai penting untuk menghadapi perubahan ilmu pengetahuan, perkembangan teknologi, dan tuntutan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks. Di sisi lain, kesejahteraan dan pengakuan terhadap kontribusi apoteker perlu menjadi perhatian agar profesionalisme dapat tumbuh dalam lingkungan kerja yang mendukung.
Penguatan advokasi juga menjadi bagian dari tanggung jawab organisasi. Apoteker membutuhkan pendampingan ketika menghadapi persoalan profesional, ketidakjelasan regulasi, maupun masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan kewenangannya.
Arah tersebut memperlihatkan bahwa kepengurusan baru tidak cukup hanya menjalankan program rutin. Organisasi perlu menghadirkan hasil yang dapat dirasakan oleh anggota sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Pesan Pemerintah dan BPOM untuk Profesi Apoteker
Setelah sambutan Ketua Umum, acara dilanjutkan dengan sambutan Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Dr. Lucia Rizka Andalucia, yang menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada pengurus baru PP IAI.
Dalam sambutannya, sebagaimana dicatat penulis, ia menekankan pentingnya peran organisasi dalam memupuk profesionalisme dan meningkatkan kompetensi apoteker di seluruh Indonesia. Apoteker juga didorong untuk memperkuat posisi strategisnya dalam mendukung transformasi kesehatan nasional, termasuk menjamin keamanan, khasiat, dan mutu obat serta mendukung ketersediaan obat dan alat kesehatan bagi masyarakat.
Sambutan berikutnya disampaikan Kepala BPOM RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D. Ia menekankan pentingnya membangun kemitraan yang strategis sekaligus kritis antara BPOM dan PP IAI periode 2026–2030.
Menurut catatan penulis, Kepala BPOM juga menyoroti pentingnya keterlibatan aktif IAI dalam kebijakan peningkatan kompetensi, penguatan kemandirian industri farmasi nasional, dan pengembangan kebijakan berbasis bukti ilmiah. Penguatan kedaulatan obat dinilai penting agar Indonesia semakin mandiri dalam produksi dan penjaminan mutu obat.
Pesan kedua pejabat tersebut memperlihatkan adanya ruang kolaborasi antara organisasi profesi, regulator, dan pemerintah dalam meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian. Kolaborasi itu membutuhkan komunikasi yang berkelanjutan, kompetensi yang memadai, dan komitmen bersama untuk menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas.
Dari Pelantikan Menuju Kerja Nyata
Setelah prosesi pelantikan, acara dilanjutkan dengan pemaparan produk terbaru dari sejumlah sponsor hingga menjelang Magrib. Seusai istirahat, salat, dan makan malam, para pengurus mengikuti rapat bidang masing-masing untuk membahas program kerja. Rapat tersebut berlangsung hingga pukul 22.00 WIB.
Bagi penulis, rapat bidang menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan karena pelantikan seharusnya tidak berhenti pada pengukuhan jabatan. Amanah yang diterima perlu diterjemahkan menjadi program yang terarah, koordinasi yang baik, dan hasil kerja yang dapat dipertanggungjawabkan.
Keesokan harinya, Senin, 12 Oktober 2026, penulis kembali bertemu dengan sejumlah sejawat saat sarapan di restoran hotel. Setelah berbincang hingga sekitar pukul 10.00 WIB, penulis bersiap pulang bersama Suwardi dan Agus Purnomo menggunakan mobil.
Perjalanan kembali menuju Semarang juga diselingi dua kali istirahat di kawasan Cipali dan Cirebon. Rombongan tiba di kediaman penulis di wilayah Srondol, Semarang, sekitar pukul 17.45 WIB. Setelah berbincang singkat dan melepas lelah, kedua teman seperjalanan melanjutkan perjalanan menuju Solo.
Perjalanan itu memang melelahkan. Namun, pengalaman bertemu dengan sejawat dari berbagai daerah, bertukar informasi, mendengarkan pandangan yang beragam, serta mengikuti prosesi pelantikan memberikan kesan yang mendalam.
Bagi penulis, organisasi profesi bukan semata-mata struktur dan jabatan. Di dalamnya terdapat hubungan antarsejawat, ruang untuk belajar, dan kesempatan untuk menyumbangkan pengalaman demi kemajuan bersama.
Pelantikan Pengurus Pusat IAI periode 2026–2030 telah menjadi bagian dari perjalanan baru organisasi. Tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa semangat yang disampaikan dalam pidato dan janji yang diucapkan saat pelantikan benar-benar diwujudkan dalam kerja nyata.
Harapannya, kepengurusan baru mampu memperkuat kompetensi, meningkatkan kesejahteraan, memberikan perlindungan kepada anggota, serta memperbesar kontribusi apoteker bagi kesehatan masyarakat.
Bagi penulis, kesempatan menjadi bagian dari MKEAI PP IAI merupakan amanah sekaligus ruang untuk terus belajar dan mengabdi. Semoga kebersamaan yang terbangun dalam pelantikan tersebut menjadi modal untuk bekerja lebih baik dan memperkuat profesi apoteker Indonesia.
Selamat bekerja kepada seluruh pengurus PP IAI periode 2026–2030. Semoga amanah yang diberikan dapat ditunaikan dengan integritas, kebersamaan, dan semangat pengabdian.
Semarang, 13 Oktober 2026
Catatan redaksi: Naskah ini disusun berdasarkan catatan pengalaman penulis. Sebelum diterbitkan, nama resmi, gelar, jabatan, susunan pengurus, tanggal dan lokasi acara, serta rincian sambutan pejabat perlu dicocokkan dengan dokumen resmi. Ringkasan sambutan tidak ditulis sebagai kutipan langsung. Nama penulis dan jabatan lengkapnya sebagai anggota MKEAI PP IAI dapat ditambahkan pada bagian kredit penulis sesuai kebijakan redaksi IAINews.















